Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum Dan Kriminal » Masalah Jampidsus Penanganannya Harus Sesuai KUHAP Baru

Masalah Jampidsus Penanganannya Harus Sesuai KUHAP Baru

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 241
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pither Ponda Barany, S.H., M.H. (Pandangan Hukum)

JAKARTA – Menyikapi perkembangan pemberitaan mengenai penggeledahan yang dilakukan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya terhadap sejumlah lokasi, termasuk kediaman yang diduga terkait dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan batu bara PT PLN, perkara PT Asabri, dan penyelesaian utang yang melibatkan PT Krakatau Steel, Advokat Pither Ponda Barany, S.H., M.H. memandang perlu menyampaikan pandangan hukum acara pidana secara objektif dan proporsional, tanpa bermaksud melakukan penilaian terhadap pokok perkara maupun bersalah tidaknya pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan.

Pither Ponda menyatakan “ Penggeledahan merupakan tindakan penyidik yang diatur secara khusus dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana”. Terhadap ketentuan mengenai penggeledahan rumah, berlaku prinsip-prinsip pokok sebagai berikut:

  • Penggeledahan rumah pada asasnya hanya dapat dilakukan dengan surat izin Ketua Pengadilan Negeri setempat, sebagai wujud kontrol yudisial (judicial scrutiny) terhadap tindakan penyidik yang bersinggungan dengan hak privasi dan hak atas rumah kediaman warga negara.
  • Dalam keadaan yang sangat perlu dan mendesak, di mana penyidik harus segera bertindak dan tidak dimungkinkan lebih dahulu memperoleh izin, penyidik diperkenankan melakukan penggeledahan tanpa izin terlebih dahulu, dengan kewajiban untuk segera melaporkan tindakan tersebut kepada Ketua Pengadilan Negeri guna memperoleh persetujuan.
  • Penggeledahan wajib disaksikan oleh kepala desa/lurah atau ketua lingkungan setempat beserta dua orang saksi, dan sedapat mungkin dihadiri oleh pemilik atau penghuni rumah yang bersangkutan.
  • Penyidik wajib membuat Berita Acara Penggeledahan, yang turunannya disampaikan kepada pemilik atau penghuni rumah. Ketentuan tersebut merupakan pembatasan hukum (rechtmatige beperking) yang bertujuan menjaga keseimbangan antara kepentingan penegakan hukum dan perlindungan hak asasi warga negara, sekaligus mencegah tindakan sewenang-wenang aparat.

Lanjut Pither Ponda “ Perlu dipahami bahwa penggeledahan dan penyitaan merupakan bagian dari upaya paksa (dwangmiddelen) dalam tahap penyidikan yang bertujuan mengumpulkan bukti permulaan guna membuat terang suatu tindak pidana”. Secara hukum acara pidana, tindakan tersebut dapat dilakukan sepanjang telah terdapat dugaan yang cukup mengenai adanya tindak pidana, dan tidak selalu mensyaratkan telah ditetapkannya seseorang sebagai tersangka terlebih dahulu.

Penetapan status tersangka merupakan hasil dari proses penyidikan, bukan prasyarat mutlak untuk dilakukannya penggeledahan Menurutnya, sistem penegakan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia, kewenangan penyidikan tidak berada pada satu institusi tunggal. Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan Republik Indonesia, dan Komisi Pemberantasan Korupsi sama-sama memiliki kewenangan penyidikan tindak pidana korupsi berdasarkan undang-undang masing-masing, dengan mekanisme koordinasi dan supervisi yang diletakkan pada Komisi Pemberantasan Korupsi. Konstruksi kewenangan yang bersifat konkuren ini pada dasarnya sah secara hukum, sepanjang tidak terjadi penanganan ganda (nebis in idem administratif) atas perkara dan objek yang sama.

Sehubungan dengan itu, sikap resmi Kejaksaan Agung yang menyatakan menghormati proses penyidikan yang dilakukan oleh Polri merupakan sikap yang tepat dan sejalan dengan asas kemandirian fungsional (functional independence) antarlembaga penegak hukum. Prinsip ini penting dijaga agar proses hukum tidak terganggu oleh sentimen kelembagaan maupun relasi personal pejabat yang terlibat. Belum ada kesalahan sebelum ada putusan pengadilan tetap. Ditemukannya sejumlah barang bukti dalam suatu penggeledahan, termasuk uang tunai, emas, maupun mata uang asing, belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kesalahan pidana pihak mana pun.

Asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) sebagaimana dianut hukum acara pidana Indonesia menegaskan bahwa setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau dihadapkan ke muka sidang pengadilan wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Barang bukti hasil penggeledahan baru memiliki kedudukan sebagai alat bukti yang akan diuji kebenaran dan relevansinya melalui proses hukum lebih lanjut, termasuk pada tahap pemeriksaan di persidangan.

Beberapa hal yang patut menjadi perhatian bersama dalam penanganan perkara ini adalah sebagai berikut:

  1. Kepatuhan terhadap prosedur formil penggeledahan, khususnya keberadaan izin atau persetujuan Ketua Pengadilan Negeri, kehadiran saksi, dan pembuatan Berita Acara, merupakan syarat sahnya tindakan penyidikan. Ketiadaan atau pelanggaran terhadap prosedur tersebut berpotensi menjadi objek keberatan melalui lembaga praperadilan sebagaimana diatur dalam hukum acara pidana.
  2. Setiap pihak, termasuk aparat maupun institusi negara, sepatutnya tidak melakukan tindakan yang dapat menghalangi, mempersulit, atau merintangi secara langsung maupun tidak langsung proses penyidikan yang sedang berjalan, mengingat perbuatan demikian dapat dikategorikan sebagai tindak pidana tersendiri dalam undang-undang tindak pidana korupsi.
  3. Independensi dan objektivitas penyidik maupun penuntut umum harus tetap dijaga, tanpa intervensi dari pihak mana pun, guna memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai koridor hukum acara pidana yang berlaku dan prinsip negara hukum.

Pither Ponda Barany, S.H., M.H. berpandangan bahwa penanganan perkara ini sepatutnya dikawal secara transparan dan akuntabel oleh seluruh pihak, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, kepastian hukum, dan perlindungan hak asasi manusia, sebagaimana menjadi fondasi hukum acara pidana Indonesia. Pernyataan ini disampaikan semata-mata sebagai kontribusi wacana hukum bagi publik, bukan sebagai bentuk keberpihakan terhadap pihak mana pun dalam perkara yang bersangkutan. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KOMPAK Indonesia Desak Pengungkapan Orang Kuat Di Balik Korupsi Eks Jampidsus, hingga Ungkit Dugaan Kasus-Kasus Kakap di NTT saat Febrie Adriansyah Menjabat Kajati

    KOMPAK Indonesia Desak Pengungkapan Orang Kuat Di Balik Korupsi Eks Jampidsus, hingga Ungkit Dugaan Kasus-Kasus Kakap di NTT saat Febrie Adriansyah Menjabat Kajati

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 152
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaraindonesiatimur.com– Skandal korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dinilai sebagai potret nyata kejahatan struktural yang merambat dari hulu ekstraksi sumber daya alam hingga bermuara pada krisis penegakan hukum di Indonesia. Penuntasan kasus ini harus diungkap sejak hulu hingga hilir, di sisi lain kasus ini dibongkar tidak saja aktor lapangan […]

  • Copot Kapolri Kalau Tidak Memproses Hukum 11 Medsos Yang Memfitnah dan Diskriminasi HAM Menteri Natalius Pigay

    Copot Kapolri Kalau Tidak Memproses Hukum 11 Medsos Yang Memfitnah dan Diskriminasi HAM Menteri Natalius Pigay

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    [JAKARTA, STI.com] – Yayasan Suara Timur Indonesia (STI) memberi penegasan secara tegas kepada Kapolri Lystio Sigit Prabowo untuk segera menangkap dan memproses hukum 11 akun media sosial yang telah melakukan fitnah dan diskriminasi HAM terhadap Menteri HAM Natalius Pigay. “Kami desak Kapolri segera tangkap dan proses hukum, jika itu tidak dilakukan, kami minta copot Kapolri […]

  • Politisi Demokrat Mahmud Bento Ingatkan Pemda Ende soal Rumor Akan Berikan Paket Pekerjaan kepada Anggota DPRD; Ada MoU Kemendagri dan KPK RI

    Politisi Demokrat Mahmud Bento Ingatkan Pemda Ende soal Rumor Akan Berikan Paket Pekerjaan kepada Anggota DPRD; Ada MoU Kemendagri dan KPK RI

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    ENDE-NTT, suaratimurindonesia.com-– Anggota DPRD Ende dari Fraksi Demokrat, Mahmud Bento Djegha, mengingatkan pemerintah daerah kabupaten Ende untuk tetap konsisten menata birokrasi dan menjalankan roda pemerintahan sesuai program, visi-misi dan kebijakan-kebijakan konstruktif untuk kemajuan daerah. Peringatan tersebut diutarakan Politisi Demokrat yang akrab disapa Bento itu menanggapi rumor yang beredar di kalangan kontraktor dan pengusaha swasta bahwa […]

  • Gubernur NTT Apresiasi JHL Foundation: Gotong Royong Jadi Kekuatan Hadapi Gempa Flores

    Gubernur NTT Apresiasi JHL Foundation: Gotong Royong Jadi Kekuatan Hadapi Gempa Flores

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 60
    • 0Komentar

    MANGGARAI, suaratimurindonesia.com– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Yayasan JHL Merah Putih Kasih( JHL Foundation) yang selama hampir sepekan bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa Flores. Pertemuan tim JHL dan Gubernur NTT berlangsung pada Kamis dini hari (27/08/2026) di BPBD Ruteng, setelah Gubernur melakukan pertemuan dengan Bupati […]

  • Kesonbongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

    Kesonbongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Oleh: Sonni Lokobal Ketua Analisis Papua Strategis (APS) Provinsi Papua Pegunungan Dalam kepemimpinan pemerintahan, kecerdasan intelektual tidak boleh berjalan tanpa kecerdasan sosial. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu memahami data, regulasi, dan konsep pembangunan, tetapi juga wajib memahami perasaan, kebutuhan, pengalaman, serta suara masyarakat yang dipimpinnya. Saya melihat ada gejala yang perlu menjadi perhatian dalam […]

  • Bantuan Hukum dan Kemuliaan Profesi Advokat

    Bantuan Hukum dan Kemuliaan Profesi Advokat

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Oleh: Romualdo B. Phiros Kotan, SH.,MH* Di mata publik luas, profesi advokat atau pengacara hari ini kerap dipandang dengan kacamata tunggal yang cenderung reduktif. Persepsi umum acapkali mengidentikkan profesi ini dengan gemerlap kehidupan glamor, ruang-ruang sidang berbiaya tinggi, honorarium fantastis, hingga sorotan kamera media. Istilah advokat dalam benak masyarakat awam terlanjur melekat sebagai figur hukum […]

expand_less