Yayasan Suara Timur Indonesia Desak Bupati Welem Wandik Sikapi Kasus Pembunuhan Alias Papuagen
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
- visibility 84
- comment 0 komentar
- print Cetak

Korona Penggu (19), warga Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara, meninggal dunia. (foto-Papuanewsonline.com)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Yayasan Suara Timur Indonesia mendesak Bupati Tolikara, Welem Wandik untuk merespon dan membela korban pembunuhan bernama Alias Papuagen alias Korona Penggu pria berusia 19 tahun yang diduga dilakukan aparat Brimob setempat. Koroa Penggu adalah seorang warga sipil yang berasal dari Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara.
Ketua Yayasan Suara Timur Indonesia, Martinho de Sola dan Sekretaris Yayasan Freni Kutrun kepada media di Jakarta selasa 8 juli 2026, mengatakan pihak Yayasan mendesak Bupati Tolikara, Wilem Wandik untuk membela Korban untuk diusut tuntas Pelaku beserta Aktor Intelektualnya segera ditindak tegas.

Selain itu, kata Marthinho, Yayasan ini juga mendesak KOMNAS HAM RI untuk segera melakukan Pemantauan dan Penyelidikan Pelanggaran Ham di Papua dan mendesak Dewan HAM PBB untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan pelanggaran Ham di Papua.
Informasi yang diperoleh media ini diketahui, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga mengklaim kasus ini dilakukan aparat militer Indonesia sebagaimana siaran pers yang diterima media pada Selasa (30/6/2026) lalu, disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. Selain itu mengklaim kalau jasad korban sempat dibuang ke dalam hutan.
Menanggapi peristiwa tersebut, Martinho de Sola selaku ketua Yayasan Suara Timur Indonesia meminta Bupati Tolikara WElem Wandik untuk mengambil langkah cepat dalam kasus ini, sekaligus juga menghentikan tindakan penembakan terhadap warga sipil di Papua. (team)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar