Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum Dan Kriminal » Gubernur NTT Siap Kawal Proses Hukum Kasus Kematian Dokter Icha Pakaenoni

Gubernur NTT Siap Kawal Proses Hukum Kasus Kematian Dokter Icha Pakaenoni

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KUPANG, suaratimurindonesia.com– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena bersama istri, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, melayat ke rumah duka keluarga dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha di RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Minggu, (28/6/2026).

Gubernur Melki menyampaikan ucapan belasungkawa, sekaligus komitmen pemerintah untuk hadir dan mendampingi keluarga almarhumah dokter Icha.

“Kami datang bukan hanya membawa ucapan belasungkawa, tetapi membawa rasa empati dan komitmen bahwa keluarga tidak boleh merasa berjalan sendiri,” ungkap Gubernur Melki sambil menyeka air mata kesedihan.

Di hadapan keluarga berduka, Gubernur Melki menegaskan bahwa pemerintah Provinsi NTT akan mengawal penuh proses hukum terhadap dugaan intimidasi yang menyeret tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), hingga seluruh fakta terungkap secara terang benderang.

Gubernur Melki mengungkapkan bahwa sejak awal dugaan intimidasi terhadap dokter Icha tersebut muncul, dirinya telah menerima laporan dari rekan sejawat dokter Icha.

“Saya sejak awal sudah dikontak oleh dokter ahli urologi yang melaporkan kepada saya bahwa dokter Icha mengalami intimidasi di TTU. Karena itu, saya langsung meminta Bupati TTU dan Ketua DPRD TTU memberi perhatian khusus terhadap persoalan ini,” ungkapnya.

Gubernur mengaku tidak pernah menyangka persoalan tersebut berujung pada meninggalnya dokter muda itu.

“Saya bahkan sempat meminta teman-teman yang bermasalah dengan dokter Icha agar segera menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik, bertemu dan berdialog. Tetapi kemudian saya mendapat kabar dokter Icha meninggal dunia. Ini tentu sangat memukul kita semua,” katanya.

Kawal Serius Proses Hukum

Di hadapan keluarga dan awak media, Gubernur Melki menegaskan bahwa seluruh proses hukum akan dikawal secara serius tanpa pandang bulu, termasuk terhadap dugaan keterlibatan tiga anggota DPRD TTU.

“Kita proses semuanya tanpa kecuali. Saya sudah melihat pernyataan Kapolres TTU dan kita akan mengawal agar proses hukum berjalan dengan baik sampai terang benderang siapa saja yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini,” tegasnya.

Gubernur juga menyebut surat wasiat yang ditinggalkan dokter Icha, yang kini telah berada di tangan penyidik, akan menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan perkara.

“Tadi juga disampaikan ada surat wasiat dari dokter Icha dan surat itu sudah berada di Kapolres. Kita pastikan seluruh proses hukum berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Gubernur, selain dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD TTU, penyidik juga perlu mendalami apakah terdapat faktor lain yang menjadi rangkaian penyebab hingga kasus tersebut berujung tragis.

“Kita biarkan proses hukum berjalan sambil kita kawal. Kita juga akan melihat apakah ada faktor-faktor lain yang menjadi akumulasi sehingga semuanya bisa diproses secara menyeluruh oleh kepolisian,” katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Melki mengingatkan bahwa Undang-Undang Kesehatan memberikan perlindungan penuh kepada tenaga medis, dokter, perawat maupun bidan yang bekerja sesuai standar profesi.

Ia mengatakan bahwa aturan tersebut justru merupakan undang-undang yang pernah ikut dibahas saat dirinya masih bertugas di tingkat nasional.

“Undang-Undang sudah sangat jelas. Tenaga medis, tenaga kesehatan dan dokter yang bekerja sesuai prosedur tidak boleh mengalami intimidasi, apalagi kekerasan, baik fisik maupun verbal. Siapa pun pelakunya, setinggi apa pun jabatannya, tetap bisa dipidana,” tegasnya.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima, dokter Icha telah menjalankan seluruh prosedur medis secara benar.

“Dokter Icha sudah bekerja sesuai prosedur, bahkan selalu berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi. Pasiennya juga sudah sembuh dan sehat. Jadi sebenarnya tidak ada tindakan di luar prosedur yang dilakukan dokter Icha,” imbuhnya.

Selain mengawal proses hukum, Gubernur Melki memastikan bahwa pemerintah provinsi NTT akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten TTU, DPRD TTU, Dinas Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta psikolog untuk memberikan pendampingan psikologis kepada tenaga kesehatan yang masih bertugas.

“Kita ingin memastikan seluruh dokter, tenaga kesehatan, perawat dan bidan di NTT tetap bekerja dengan tenang setelah kasus dokter Icha ini. Pemerintah akan hadir memberikan perlindungan dan rasa aman bagi mereka,” tandas Gubernur Melki.

Ayah almarhumah dokter Icha, Gabriel Pakenoni tak mampu membendung air matanya saat memeluk Gubernur Melki sambil memohon keadilan bagi putri sulungnya.

“Bapa Gubernur, saya minta penegakan keadilan, kebenaran, perlindungan keamanan dan kenyamanan bukan hanya untuk anak saya, tetapi untuk seluruh tenaga kesehatan. Terlalu kejam dan sadis membunuh dan mengambil hidup anak saya. Anak kami ingin mengabdi untuk daerah ini, tetapi hidupnya berakhir seperti ini. Tolong kami, Bapa,” ucap sang ayah dengan suara bergetar.

Tangisan juga datang dari sang ibunda dokter Icha, “Bapa Gubernur, lihat anak ini. Terlalu cantik, Bapa. Hidupnya untuk TTU, tetapi dia juga mati untuk TTU,” ungkap sang ibu sambil menahan tangis.

“Bapa Gubernur, beta (saya) juga mau jadi dokter seperti kaka. Tolong bantu beta,” ungkap adik dokter Icha di hadapan Gubernur Melki.*** (CM)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMKRI Timika Kumpulkan Rp 24 Juta untuk Korban Bencana Flores, Juita: Terima Kasih Warga Mimika

    PMKRI Timika Kumpulkan Rp 24 Juta untuk Korban Bencana Flores, Juita: Terima Kasih Warga Mimika

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    TIMIKA, suaratimurindonesia.com– Pengurus dan Anggota Perhimpunan Mahasiwa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santa Theresia Cabang Timika, Papua Tengah, pada Minggu-Senin (16-17/8/2026) menggelar aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana untuk membantu warga terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi penggalangan dana hari pertama dilakukan di lampu merah Budi Utomo, depan Timika Mall dan area Katedral […]

  • Kementerian HAM Perkuat Pencegahan TPPO Melalui Kunjungan ke Sumba Hospitality Foundation dan BLK Don Bosco Sumba

    Kementerian HAM Perkuat Pencegahan TPPO Melalui Kunjungan ke Sumba Hospitality Foundation dan BLK Don Bosco Sumba

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 112
    • 0Komentar

    TAMBOLAKA, suaratimurindonesia.com-– Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) terus memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, pendidikan vokasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja ke Sumba Hospitality Foundation (SHF) dan Balai Latihan Kerja (BLK) Don Bosco Sumba di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur […]

  • KOMPAK Indonesia Dukung Kejagung Berantas Korupsi di PEMKOT Bekasi dan Blok Migas Jatinegara yang Sudah Dilaporkan ke KPK

    KOMPAK Indonesia Dukung Kejagung Berantas Korupsi di PEMKOT Bekasi dan Blok Migas Jatinegara yang Sudah Dilaporkan ke KPK

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Pusat pemerintahan Kota Bekasi diguncang aksi penggeledahan mendadak dan senyap oleh Tim Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia. Operasi maraton yang menyasar instansi-instansi kunci pemungut pendapatan daerah hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini menyisakan suasana mencekam di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejak pagi hingga sore hari, penyidik Korps Adhyaksa menyisir ruangan […]

  • Misi Kemanusiaan PDI Perjuangan: Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati Tiba di Manggarai Bantu Korban Gempa NTT

    Misi Kemanusiaan PDI Perjuangan: Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati Tiba di Manggarai Bantu Korban Gempa NTT

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 60
    • 0Komentar

    MANGGARAI, suaratimurindonesia.com– Kemanusiaan mendahului segala perbedaan. Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati milik PDI Perjuangan resmi berlabuh dan bersandar di Pelabuhan Kedindi, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (4/9/2026). ​Pelayaran melintasi samudera ini telah berlangsung sejak tahun 2023 dengan berkeliling wilayah Nusantara untuk merespons berbagai kejadian bencana alam, mulai dari […]

  • Perbudakan Modern di Hotel Sasando Kupang, PADMA Indonesia Desak Polda NTT Tangkap dan Proses Hukum Manajement PT Flobamora Bangkit Internasional

    Perbudakan Modern di Hotel Sasando Kupang, PADMA Indonesia Desak Polda NTT Tangkap dan Proses Hukum Manajement PT Flobamora Bangkit Internasional

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA Indonesia) mengecam keras dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok perekrutan tenaga kerja hiburan yang beroperasi di Liqurai Botol Musik New Sasando International Hotel, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan fakta pengaduan masyarakat yang diterima dan hasil telaah mendalam terhadap fakta-fakta lapangan yang dipublikasikan […]

  • Warga Lapas Bisa Dilibatkan Dalam Program Makan Bergizi Gratis

    Warga Lapas Bisa Dilibatkan Dalam Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Cianjur, STI.com – Kementerian HAM Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja di Lapas Cianjur. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memastikan layanan terbaik bagi warga binaan lapas, Salah satu yang dilihat KemenHAM adalah aspek layanan makanan yang harus layak sebagai bentuk pemanuhan hak asasi manusia sebagai warga negara. Kedatangan Tim Kementerian HAM yang dipimpin Martinus Gabriel Goa selaku […]

expand_less