Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum Dan Kriminal » Kementerian HAM Perkuat Kapasitas Aparatur Bakamla RI dalam Penegakan Hukum Maritim Berperspektif HAM

Kementerian HAM Perkuat Kapasitas Aparatur Bakamla RI dalam Penegakan Hukum Maritim Berperspektif HAM

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 141
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

STI.com – Kementerian Hak Asasi Manusia (Kementerian HAM) melalui Direktorat Penguatan Kapasitas HAM Aparatur Negara, Direktorat Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM, menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi Aparatur Negara di lingkungan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI). Kegiatan yang berlangsung di Aula Bakamla RI, Jakarta, diikuti oleh sekitar 50 peserta sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan implementasi prinsip-prinsip HAM dalam pelaksanaan tugas keamanan dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia.

Membuka kegiatan tersebut, Kepala Biro Umum Bakamla RI menyampaikan bahwa penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM merupakan fondasi penting dalam mendukung pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. Menurutnya, sebagai negara kepulauan, Indonesia memerlukan tata kelola keamanan maritim yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, khususnya bagi masyarakat pesisir, nelayan, perempuan, masyarakat adat, dan kelompok rentan lainnya.

Gabreil Goa, selaku Tenaga Ahli Kementerian HAM saat itu mengatakan bahwa aparatur negara memiliki peran strategis dalam penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas aparatur menjadi langkah penting untuk memastikan setiap pelaksanaan tugas dilakukan berdasarkan prinsip kesetaraan, non-diskriminasi, akuntabilitas, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Di sektor kemaritiman, penguatan tersebut menjadi semakin relevan mengingat masih adanya berbagai tantangan, seperti perdagangan orang, eksploitasi awak kapal, kerja paksa, hingga perlindungan hak-hak pekerja migran di laut.

Narasumber dari Bakamla RI menambahkan bahwa keamanan laut dan perlindungan HAM merupakan dua aspek yang saling melengkapi. Setiap pelaksanaan patroli, pemeriksaan kapal, maupun penegakan hukum harus mengedepankan prinsip proporsionalitas, non-diskriminasi, transparansi, akuntabilitas, serta perlakuan yang manusiawi. Pelaksanaan tugas tersebut juga harus berpedoman pada ketentuan hukum nasional maupun instrumen hukum internasional, termasuk United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, sehingga penegakan hukum di laut berjalan efektif sekaligus menghormati hak-hak setiap individu.

Diskusi yang berlangsung secara interaktif turut membahas perkembangan konsep HAM, perlindungan hak aparatur penegak hukum, penguatan fungsi pengawasan kebijakan publik, serta pentingnya peningkatan kapasitas aparatur dalam menghadapi dinamika penegakan hukum di sektor maritim. Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa setiap tindakan aparat harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, didukung bukti yang memadai, serta mengedepankan penggunaan kekuatan secara proporsional sesuai prosedur operasional.

Melalui kegiatan ini, Kementerian HAM dan Bakamla RI menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun aparatur negara yang profesional, berintegritas, dan berperspektif HAM. Penguatan kapasitas diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan keamanan dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih optimal terhadap hak-hak nelayan, awak kapal, pekerja migran, masyarakat pesisir, serta kelompok rentan lainnya.

Gabriel Goa: Tenaga Ahli Kementerian HAM RI. (foto-ist)

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian HAM dalam mengarusutamakan nilai-nilai hak asasi manusia di seluruh kementerian dan lembaga. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan prinsip penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM semakin terintegrasi dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan tugas aparatur negara guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat. (*)

 

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesonbongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

    Kesonbongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Oleh: Sonni Lokobal Ketua Analisis Papua Strategis (APS) Provinsi Papua Pegunungan Dalam kepemimpinan pemerintahan, kecerdasan intelektual tidak boleh berjalan tanpa kecerdasan sosial. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu memahami data, regulasi, dan konsep pembangunan, tetapi juga wajib memahami perasaan, kebutuhan, pengalaman, serta suara masyarakat yang dipimpinnya. Saya melihat ada gejala yang perlu menjadi perhatian dalam […]

  • Presiden AMMAN Flobamora: Singkirkan Para Benalu dan Penjilat yang Ada di Lingkaran Kekuasaan

    Presiden AMMAN Flobamora: Singkirkan Para Benalu dan Penjilat yang Ada di Lingkaran Kekuasaan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Bapak Presiden Prabowo adalah pemimpin yang menurut keyakinan saya adalah sosok seorang pemimpin yang tulus, berniat baik ingin membangun bangsa ini. Beliau telah melewati berbagai fase dalam hidupnya dan kini beliau mendedikasikan hidup, tenaga, pikiran, serta pengalamannya untuk kepentingan dan kemajuan Bangsa Indonesia. Beliau tentu tidak akan bisa bekerja sendiri, beliau harus didukung […]

  • Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Rp 200 Miliar saat Kunjungi Korban Gempa Flores

    Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Rp 200 Miliar saat Kunjungi Korban Gempa Flores

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 82
    • 0Komentar

    NAGEKEO, suaratimurindonesia.com– Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya turun langsung ke wilayah terdampak gempa berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 lalu. Presiden bersama rombongan tiba di Nagekeo, Flores, NTT pada Rabu (26/8/2026) dan langsung menggelar rapat koordinasi bersama para Menteri, jajaran TNI, Polri, Gubernur NTT, serta Bupati Nagekeo, bertempat di posko […]

  • Gubernur NTT Siap Kawal Proses Hukum Kasus Kematian Dokter Icha Pakaenoni

    Gubernur NTT Siap Kawal Proses Hukum Kasus Kematian Dokter Icha Pakaenoni

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    KUPANG, suaratimurindonesia.com– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena bersama istri, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, melayat ke rumah duka keluarga dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha di RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Minggu, (28/6/2026). Gubernur Melki menyampaikan ucapan belasungkawa, sekaligus komitmen pemerintah untuk hadir dan mendampingi keluarga almarhumah dokter Icha. “Kami datang […]

  • Respon Peristiwa Penembakan 6 Warga Sipil di Yahukimo, Gereja Kemah Injil (KINGMI): Negara Wajib Menghargai Harkat dan Martabat Orang Asli Papua dalam Krisis Kemanusiaan Papua

    Respon Peristiwa Penembakan 6 Warga Sipil di Yahukimo, Gereja Kemah Injil (KINGMI): Negara Wajib Menghargai Harkat dan Martabat Orang Asli Papua dalam Krisis Kemanusiaan Papua

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 111
    • 0Komentar

    PAPUA PEGUNUNGAN, suaratimurindonesia.com–  Gereja Kemah Injil (KINGMI) di tanah Papua merespon peristiwa penembakan 6 warga sipil di Yahukimo, Papua melalui Surat Pastoral Gereja. “Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan […]

  • Negara Harus Hadir, Kementerian HAM Prioritaskan Pemenuhan Hak Pengungsi Papua

    Negara Harus Hadir, Kementerian HAM Prioritaskan Pemenuhan Hak Pengungsi Papua

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Bogor – Masalah kemanusiaan akibat konflik di Papua mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dalam Rapat Koordinasi Tim Khusus Papua di Bogor 11-14 Juli 2026. Kementerian HAM menegaskan komitmennya untuk memperkuat strategi perlindungan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh situasi keamanan yang tidak kondusif. Langkah implementatif kini tengah disusun agar penanganan di lapangan dapat berjalan […]

expand_less