Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Misi Kemanusiaan PDI Perjuangan: Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati Tiba di Manggarai Bantu Korban Gempa NTT

Misi Kemanusiaan PDI Perjuangan: Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati Tiba di Manggarai Bantu Korban Gempa NTT

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MANGGARAI, suaratimurindonesia.com– Kemanusiaan mendahului segala perbedaan. Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati milik PDI Perjuangan resmi berlabuh dan bersandar di Pelabuhan Kedindi, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (4/9/2026).

​Pelayaran melintasi samudera ini telah berlangsung sejak tahun 2023 dengan berkeliling wilayah Nusantara untuk merespons berbagai kejadian bencana alam, mulai dari wilayah Sumatera seperti Aceh, Sumatera Barat, hingga Sumatera Utara.

Kini armada ini berlabuh di NTT dengan membawa misi utama yakni menghadirkan pelayanan medis serta bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Flores dan sekitarnya.

​Kehadiran RSA Laksamana Malahayati memperkuat kerja kemanusiaan di lapangan, di mana akses pelayanan ini akan dipandu secara terintegrasi oleh jajaran struktural dari DPD, DPC, PAC, hingga Ranting sesuai dengan kebutuhan titik wilayah pelayanan di lapangan.

Sambutan Hangat Melalui Adat dan Khidmat Kebangsaan

​Kedatangan armada kemanusiaan ini disambut secara khidmat dan penuh kekeluargaan oleh masyarakat setempat.

Acara penerimaan dan penyerahan simbolis bantuan diawali dengan prosesi seremonial adat khas Manggarai, Kapu Tuak Curu, sebagai wujud penghormatan, penyambutan hangat, dan penerimaan tamu kehormatan secara adat.

​Suasana kebangsaan yang erat kian terasa saat seluruh peserta yang hadir; terdiri dari tokoh adat, relawan, hingga warga setempat dengan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum penyerahan bantuan dan pelayanan medis dimulai secara resmi.

Dukungan Logistik dan Aksesibilitas Wilayah Pesisir

​Kapal RSA Laksamana Malahayati tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas kesehatan bergerak, tetapi juga menjadi pusat distribusi bantuan mendesak di wilayah krisis. Di dalam kapal ini, telah disiapkan secara lengkap obat-obatan operasional, peralatan medis darurat, serta tim tenaga kesehatan yang siap memberikan pelayanan medis langsung kepada warga.

​Selain itu, kapal juga mengangkut kebutuhan logistik darurat seperti tenda pengungsian, hingga pasokan kebutuhan dasar lainnya.

Mengingat armada laut ini dirancang khusus untuk menembus titik-titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat, kehadiran kapal ini memastikan masyarakat di wilayah pesisir dan pulau terisolasi tetap mendapatkan pelayanan kesehatan serta bantuan darurat yang setara.

Apresiasi dan Rasa Syukur dari Warga

​Kehadiran kapal rumah sakit ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, terutama warga pesisir yang sempat mengalami kesulitan akses pengobatan pascabencana.

Tokoh masyarakat Reok yang mewakili warga terdampak menyampaikan apresiasinya atas bantuan cepat yang sampai langsung ke wilayah mereka.

​”Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kedatangan Kapal RS Apung Laksamana Malahayati. Setelah gempa, banyak warga kami di pelosok dan pesisir yang kesulitan berobat karena jalur darat rusak. Kehadiran kapal ini bersama tim medis dan bantuan logistiknya sungguh menjadi jawaban atas kerinduan serta pertolongan yang sangat kami butuhkan saat ini,” ungkap tokoh itu saat menyambut kedatangan kapal di Pelabuhan Kedindi.

Dukungan Penuh DPD PDI Perjuangan NTT

​Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT periode 2025–2030, Yunus Takandewa, menyampaikan sambutan hangatnya atas gerak cepat gotong royong DPP PDI Perjuangan yang tiba langsung di bumi Flobamora.

​”Atas nama seluruh jajaran partai dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, kami menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang mendalam,” Ungkap Yunus.

“Kehadiran RS Apung Laksamana Malahayati adalah manifestasi nyata dari kerja kerakyatan yang menyentuh langsung nadi kehidupan warga. DPD PDIP NTT beserta seluruh jajaran struktur partai di daerah siap mengawal penuh, bersinergi, dan memastikan setiap helai bantuan serta pelayanan medis ini sampai dengan tepat sasaran ke tangan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” lanjutnya.

Kemanusiaan di Atas Segala Perbedaan

​Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan yang juga Mantan Ketua Komisi IX DPR RI periode 2009–2014, dr. Ribka Tjiptaning, menegaskan bahwa kehadiran armada rumah sakit apung ini murni dilandasi oleh semangat kepedulian serta pengalaman panjang dalam memperjuangkan hak-hak kesehatan rakyat.

​”Saat bencana terjadi, nilai kemanusiaan dan keselamatan rakyat harus menjadi yang paling utama. Kedatangan Kapal Laksamana Malahayati ini kami hadirkan langsung ke tengah warga terdampak tanpa membeda-bedakan suku, agama, status sosial, maupun pilihan politik. Seluruh tim medis dan logistik siap melayani warga sampai kondisi pulih,” kata Ribka, sosok pakar kebijakan kesehatan publik tersebut.

​Di akhir penyampaiannya, Ribka memberikan pesan khusus kepada seluruh jajaran kader, tim medis, dan relawan BAGUNA yang bertugas di lapangan.

​”Saya minta kepada seluruh tim medis dan kader yang bertugas untuk tetap menjaga kekompakan, kerja sama, dan soliditas internal. Salurkan setiap bantuan dengan senyuman dan ketulusan. Biarlah kerja keras kita ini menjadi murni misi kemanusiaan yang membawa manfaat nyata dan ketenangan bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di NTT,” pungkasnya.** (GM)

Sumber: Tim Humas DPD PDI Perjuangan NTT.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur NTT Siap Kawal Proses Hukum Kasus Kematian Dokter Icha Pakaenoni

    Gubernur NTT Siap Kawal Proses Hukum Kasus Kematian Dokter Icha Pakaenoni

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 89
    • 0Komentar

    KUPANG, suaratimurindonesia.com– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena bersama istri, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, melayat ke rumah duka keluarga dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha di RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Minggu, (28/6/2026). Gubernur Melki menyampaikan ucapan belasungkawa, sekaligus komitmen pemerintah untuk hadir dan mendampingi keluarga almarhumah dokter Icha. “Kami datang […]

  • Serap Aspirasi Warga saat Reses di Flotim, Ana Waha Kolin: Ini Amanah yang Akan Kami Kawal dan Perjuangkan

    Serap Aspirasi Warga saat Reses di Flotim, Ana Waha Kolin: Ini Amanah yang Akan Kami Kawal dan Perjuangkan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 52
    • 0Komentar

    LARANTUKA, suaratimurindonesia.com– Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi PKB, Ana Waha Kolin kembali menyapa dan menyerap aspirasi warga di Dapilnya saat menggelar Reses di Kabupaten Flores Timur (Flotim). Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi NTT itu mengaku hampir di setiap titik reses yang dikunjungi, ia menerima beragam masukan dan aspirasi yang menjadi kebutuhan […]

  • Kerja Keras Menteri HAM Berbuah Manis, Kanwil Jateng-DIY Sukses Selamatkan Hak Petani dan Proteksi Anak dari Perundungan

    Kerja Keras Menteri HAM Berbuah Manis, Kanwil Jateng-DIY Sukses Selamatkan Hak Petani dan Proteksi Anak dari Perundungan

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com-– Melanjutkan instruksi langsung Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengenai urgensi penanganan responsif terhadap segala bentuk pelanggaran hak masyarakat di daerah, Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Tengah Wilayah Kerja DIY secara resmi melaporkan keberhasilan penuntasan tiga kasus aduan krusial Penuntasan itu mencakup perlindungan anak, hak ekonomi-sosial petani, hingga jaminan kesehatan dalam program […]

  • PADMA Indonesia Desak Polri Jangan Tutup Jejak TPPO Dalam Kasus Chatrine Rohi

    PADMA Indonesia Desak Polri Jangan Tutup Jejak TPPO Dalam Kasus Chatrine Rohi

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    JAKARTA, IndonesiaSatu.co– Lembaga Hukum dan HAM, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia mendesak Polda Nusa Tenggara Timur bersama Bareskrim Polri mengusut tuntas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam kasus Chatrine Septiani Rohi, pekerja migran Indonesia asal Kota Kupang yang meninggal dunia di Malaysia. Dalam rilis kepada media ini, Senin (31/8/2026) PADMA menilai […]

  • Kejagung: Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus

    Kejagung: Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung pada Sabtu (11/7/2026). “Pada hari ini, Sabtu 11 Juli 2026, Bapak Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menerima pengunduran diri Bapak Febrie Adriansyah dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus,” kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna melansir […]

  • Kajian Masyarakat Adat Ok Mek Min Tahap II Digelar, Dokumentasi Nilai Adat Jadi Investasai Masa Depan

    Kajian Masyarakat Adat Ok Mek Min Tahap II Digelar, Dokumentasi Nilai Adat Jadi Investasai Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 299
    • 0Komentar

    OKSIBIL, STI.com — Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Okmin Papua menggelar Kajian Masyarakat Adat Ok Mek Min Tahap II, yang diisi dengan Seminar Awal dan Free, Prior and Informed Consent (FPIC) bagi masyarakat adat etnik Ok Gelombang II. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna SOSKAT Oksibil pada Kamis, 19 Maret […]

expand_less