Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Aksi CSR » Menembus Bukit dan Jalan Terjal, JHL Foundation Terus Menyisir Pelosok Flores

Menembus Bukit dan Jalan Terjal, JHL Foundation Terus Menyisir Pelosok Flores

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 61
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MANGGARAI, suaratimurindonesia.com– Hari ketujuh penyaluran bantuan kemanusiaan Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation) di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) diwarnai dengan perjalanan panjang dan medan yang tidak mudah.

Dari pagi hingga petang, tim kembali menyusuri desa-desa terdampak gempa, menembus bukit, jalan berbatu, tanjakan curam, hingga lubang-lubang besar demi memastikan bantuan sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

Sebanyak 70 paket bantuan disalurkan ke enam desa dan wilayah di Kabupaten Manggarai pada Kamis (27/8/2026). Penyaluran menjangkau Desa Lendak, Dusun Nanu, dan Kampung Timbu di Kecamatan Cibal Barat; Desa Bajak, Dusun Rujung Desa Ruis di Kecamatan Reok; Desa Golowatu di Kecamatan Wae Ri’i; serta Kelurahan Bangka Nekang di Kecamatan Langke Rembong.

Perjalanan menuju sejumlah titik menjadi tantangan tersendiri. Jalan yang sempit dan rusak membawa tim naik turun bukit dengan sisi jalan berupa jurang. Tanjakan berbatu dan lubang besar membuat kendaraan harus melaju perlahan dan ekstra hati-hati.

Tak jarang tim harus berhenti dan bertanya kepada warga setempat untuk memastikan arah desa yang dituju. Dalam perjalanan seperti itu, seluruh anggota tim ikut siaga agar bantuan yang dibawa tidak mengalami kendala sebelum tiba di lokasi.

Namun, medan berat bukan alasan untuk berhenti. Justru wilayah-wilayah seperti inilah yang menjadi perhatian JHL Foundation karena aksesnya tidak mudah dan masyarakatnya membutuhkan bantuan secara langsung.

Di Desa Bajak, Kecamatan Reok, misalnya, dampak gempa terlihat jelas. Sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan berat, bahkan banyak yang hancur. Kondisi tersebut membuat kebutuhan masyarakat terhadap bantuan dasar masih tinggi.

Perjalanan hari ketujuh diawali dari Desa Lendak, Dusun Nanu, Kecamatan Cibal Barat, kemudian berlanjut ke Kampung Timbu. Dari sana, tim bergerak menuju wilayah Reok, sebelum melanjutkan perjalanan ke Golowatu dan Bangka Nekang.

Sehari sebelumnya, pada malam 26 Agustus, tim juga masih bergerak menyalurkan bantuan di Jalan Kemuning Atas, Kelurahan Batu, Manggarai.

Selama tujuh hari perjalanan, JHL Foundation telah menyusuri wilayah Manggarai Barat, Manggarai, hingga Manggarai Timur. Bantuan yang diberikan mencakup beras, mie instan, telur ayam, minyak goreng, susu, pakaian, selimut, terpal, karpet, serta kebutuhan dasar lainnya.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan kemanusiaan senilai Rp 1,3 miliar yang disiapkan JHL Foundation untuk masyarakat terdampak gempa Flores, NTT.

Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation), Jerry Hermawan Lo, mengatakan perjalanan tim ke pelosok merupakan bagian penting dari misi kemanusiaan JHL Foundation.

“Kalau jalan yang kita lewati sulit, kita bisa kembali ke kota. Tetapi warga yang kami datangi tidak punya pilihan untuk meninggalkan kondisi mereka begitu saja. Karena itu, kami memilih datang kepada mereka, sejauh apa pun dan sesulit apa pun kondisi jalannya,” ucapnya.

Menurut Jerry, bantuan akan lebih berarti ketika diberikan berdasarkan kondisi nyata masyarakat di lapangan.

“Kami ingin bantuan ini sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan. Karena itu kami tidak hanya menunggu di satu tempat. Kami berjalan, bertanya, masuk ke kampung-kampung, dan melihat sendiri keadaan masyarakat terdampak,” ungkap Jerry.

Di sepanjang perjalanan, tim juga bertemu warga yang masih tinggal di pengungsian, baik secara berkelompok maupun mandiri. Sebagian masih menghadapi kerusakan rumah dan belum sepenuhnya berani kembali ke tempat tinggal mereka.

Kehadiran tim JHL Foundation pun tidak hanya membawa paket bantuan. Di setiap titik, relawan berusaha berbincang dengan warga, memberikan semangat dan menghibur anak-anak maupun lansia yang masih merasakan dampak psikologis dari gempa.

Perjalanan panjang selama sepekan ini menjadi gambaran bahwa pemulihan Flores tidak hanya berlangsung di pusat kota atau lokasi pengungsian besar.

Di balik bukit, jalan rusak, dan kampung-kampung yang sulit dijangkau, masih ada warga yang menunggu bantuan dan berharap kehidupan mereka perlahan kembali normal. JHL Foundation memilih datang sejauh itu untuk menemui mereka.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sakarias Damamain Sebut Pejabat Korupsi 8.5 Milyar Dilindungi VVIP

    Sakarias Damamain Sebut Pejabat Korupsi 8.5 Milyar Dilindungi VVIP

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 616
    • 0Komentar

    Bukan Pejabat Korupsi 1.5 Milyar Dipenjara Tapi Korupsi 8.5 Milyar Dilindungi VVIP. JAKARTA , STI.com– Tokoh Maluku Barat Daya (MBD), Sakarias Damamain mengungkapkan Bupati MBD Benjamin Thomas Noach, sebagai terduga korupsi dana penyertaan modal Pemerintah Kabupaten MBD pada perusahaan Daerah PT. Kalwedo sudah seharusnya diambil Langkah tegas penegak hukum. Pasalnya, kasus ini terbilang lama padahal […]

  • Ada Kesan Pemerintah Tutup Informasi Soal Banyak Peluang di Migas Masela

    Ada Kesan Pemerintah Tutup Informasi Soal Banyak Peluang di Migas Masela

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    [JAKARTA, SuaraTimurIndonesia.com ] – Polemik peluang kerja bagi putera daerah di Blok Migas Masela terus bergulir. Yayasan Suara Timur Indonesia desak Pemerintah jangan mempolitisir keadaan yang nanti justru merugikan masyarakat. Sekretaris di Yayasan Suara Timur Indonesia (STI), Freni Lutruntuhluy angkat suara terkait beredar rumor tentang peluang kerja bagi putera/i asal Maluku di Migas Masela. Yayasan […]

  • GEREJA KEMAH INJIL di Tanah Papua Tulis SURAT GEMBALA untuk Sekretaris PBB

    GEREJA KEMAH INJIL di Tanah Papua Tulis SURAT GEMBALA untuk Sekretaris PBB

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Kepada Tuan Antonio Gutterez Sekretaris Perserikatan Bangsa-Bangsa “SELAMATKAN ORANG ASLI PAPUA DARI KEJAHATAN KEMANUSIAAN (GENOCID, ECOCIDA) DAN KERUSAKAN HUTAN ADAT ORANG ASLI PAPUA DARI PROYEK STRATEGIS NASIONAL (PSN) DI MERAUKE DAN 25.000 Ha KARHUTLA DI TANAH PAPUA” PAPUA, suaratimurindonesia.com– Tanah Papua yang dianeksasi negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tahun 1969 melalui act of Free Choice […]

  • Petrus Selestinus Duga Jokowi sebagai Aktor Intelektual Dalam Pusaran Kasus Korupsi di BGN

    Petrus Selestinus Duga Jokowi sebagai Aktor Intelektual Dalam Pusaran Kasus Korupsi di BGN

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase yang semakin serius. Kejaksaan Agung telah menetapkan sejumlah pejabat di lingkup Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola MBG. Namun, perkara ini tidak berhenti pada dugaan penyimpangan administrasi semata. Pernyataan salah satu tersangka yang menyatakan kesediaannya menjadi Justice Collaborator […]

  • Misi Kemanusiaan PDI Perjuangan: Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati Tiba di Manggarai Bantu Korban Gempa NTT

    Misi Kemanusiaan PDI Perjuangan: Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati Tiba di Manggarai Bantu Korban Gempa NTT

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    MANGGARAI, suaratimurindonesia.com– Kemanusiaan mendahului segala perbedaan. Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati milik PDI Perjuangan resmi berlabuh dan bersandar di Pelabuhan Kedindi, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (4/9/2026). ​Pelayaran melintasi samudera ini telah berlangsung sejak tahun 2023 dengan berkeliling wilayah Nusantara untuk merespons berbagai kejadian bencana alam, mulai dari […]

  • Kajian Masyarakat Adat Ok Mek Min Tahap II Digelar, Dokumentasi Nilai Adat Jadi Investasai Masa Depan

    Kajian Masyarakat Adat Ok Mek Min Tahap II Digelar, Dokumentasi Nilai Adat Jadi Investasai Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 363
    • 0Komentar

    OKSIBIL, STI.com — Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Okmin Papua menggelar Kajian Masyarakat Adat Ok Mek Min Tahap II, yang diisi dengan Seminar Awal dan Free, Prior and Informed Consent (FPIC) bagi masyarakat adat etnik Ok Gelombang II. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna SOSKAT Oksibil pada Kamis, 19 Maret […]

expand_less