Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Yayasan Suara Timur Indonesia Apresiasi Pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarno Puteri

Yayasan Suara Timur Indonesia Apresiasi Pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarno Puteri

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 547
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Membaca Pertemuan Presiden Prabowo dan Megawati Soekarnoputri Kamis 19 Maret 2026

JAKARTA STI.com – Di tengah badai ekonomi global yang tak menentu dan api geopolitik yang membara, dua tokoh bangsa bertemu dalam silaturahmi yang melampaui sekat politik praktis.

Megawati Soekarnoputri, sang penyintas krisis pasca-Reformasi bertemu Presiden Prabowo Subianto yang saat ini sedang memikul beban sejarah.

Pertemuan ini menjadi ruang diskusi mendalam di mana Megawati membedah resep “kemandirian ekonomi” saat ia berhasil memutus rantai IMF dan menjaga rupiah tetap perkasa, hingga ketegasan diplomatiknya menolak agresi militer AS ke Irak. Narasi tentang bagaimana pengalaman masa lalu menjadi kompas bagi masa depan Indonesia.

Ruangan itu terasa tenang, namun atmosfernya sarat dengan beban sejarah. Di satu sisi sofa duduk Megawati Soekarnoputri, perempuan yang mengambil alih kemudi saat kapal bernama Indonesia hampir karam dihantam sisa-sisa badai 1998.

Di sampingnya, Presiden Prabowo Subianto mendengarkan dengan saksama. Ini bukan sekadar basa-basi politik; ini adalah sesi “transfer of wisdom”—kuliah singkat tentang bagaimana menjaga martabat bangsa di tengah kepungan krisis.

Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Geopolitik dunia sedang mendidih, dan tekanan ekonomi global mulai terasa hingga ke dapur rakyat.

Dalam situasi ini, Megawati mengingatkan bahwa sejarah pernah mencatat kemenangan sunyi namun mematikan. Saat beliau menjabat, Indonesia bukan sekadar “bertahan”, melainkan “pulih”.

“Kedaulatan tidak bisa dinegosiasikan dengan utang,” mungkin itulah pesan tersirat yang paling tajam.

Megawati seperti menceritakan kembali momen dramatis tahun 2003, saat ia dengan berani memutuskan hubungan dengan IMF.

Di saat banyak pengamat sangsi, ia justru membuktikan bahwa tanpa suntikan dana internasional yang mendikte, Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri. Hasilnya? Rupiah tidak hanya stabil, tapi menguat tajam hingga menyentuh level Rp8.000-an per USD—angka yang hari ini tampak seperti mimpi.

Namun, tantangan bukan hanya soal angka di atas kertas. Megawati mengenang bagaimana ia harus memadamkan api konflik sosial di berbagai penjuru nusantara.

Dengan pendekatan yang tegas namun tetap merangkul, ia menjahit kembali robekan sosial di Ambon, Poso, dan Aceh. Ia membuktikan bahwa persatuan nasional adalah prasyarat mutlak sebelum bicara soal pertumbuhan ekonomi.

Di panggung dunia, ketajaman prinsip Megawati semakin teruji. Saat George W. Bush melancarkan invasi ke Irak, Megawati berdiri tegak di atas prinsip Non-Blok. Ia menolak keras agresi tersebut, langkah yang menempatkan kepentingan kemanusiaan dan hukum internasional di atas tekanan negara adidaya. Ia menunjukkan bahwa Indonesia bukan “pion” dalam papan catur kekuatan besar, melainkan pemain yang memiliki harga diri.

Presiden Prabowo kini memikul beban serupa. Ia belajar bahwa untuk menghadapi krisis multidimensi hari ini, ia butuh lebih dari sekadar strategi militer atau teknokrasi ekonomi. Ia butuh keteguhan hati seorang Megawati—sosok yang mampu menjaga defisit anggaran tetap rendah namun tetap melahirkan institusi besar seperti KPK, Komisi Yudisial dan Mahkamah Konstitusi.

Pertemuan ini menegaskan bahwa di atas kepentingan partai, ada kepentingan nasional yang jauh lebih sakral.

Megawati, dengan segala pengalamannya sebagai “pemadam kebakaran” krisis pasca-98, memberikan peta jalan bagi Prabowo.

Bahwa untuk selamat dari badai global, Indonesia harus kembali pada jati dirinya: mandiri secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Ajaran Trisakti Bung Karno.

Sejarah telah membuktikan bahwa Megawati sukses melewati ujiannya. Kini, dengan bekal pengalaman sang pendahulu, bola kedaulatan itu ada di tangan Prabowo untuk memastikan rupiah tetap bermartabat dan bangsa tetap bersatu di tengah guncangan dunia.

Menanggapi pertemuan itu, Ketua Yayasan Suara Timur Indonesia, Gabriel Goa memberi apresiasi dan sangat mendukung silaturahmi Persaudaraan Sejati antara Presiden Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri, mantan Presiden Perempuan Pertama Indonesia bersama Ketua DPR RI dalam ruang dialog dari hati ke hati untuk bagaimana mengatasi persoalan bangsa dan Negara Kesatuan RI baik di dalam negeri maupun di fora internasional.

ketua Yayasan Suara Timur Indonesia. (foto-net)

Sikap negarawan ini, Yayasan Suara Timur Indonesia mengatakan kalau jiwa patriot, berintegritas dan berbelarasa sesama anak bangsa sangat dibutuhkan saat ini. Yayasan Suara Timur Indonesia juga mengutuk keras praktek busuk menghalalkan segala termasuk Korupsi berjamaah merampok hak-hak ekosob rakyat miskin wong tjilik voice of the voiceless.

“Kami dari Suara Indonesia Timur mendukung apa yang sudah dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Ibu Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani. Saatnya bersama Presiden Prabowo Subianto membangun dari Timur Indonesia sekaligus Kerjasama Investasi Kawasan Selatan Indonesia mulai dari NTT hingga ke Papua Selatan yang kaya akan sumber daya mineral dan kawasan strategis pariwisata yang berhadapan langsung dengan Timor Leste, Australia, New Zealand dan Negara-negara Kawasan Pasifik.

“Segera diwujudnyatakan Lumbung Pangan Internasional, Bandara Internasional, Pelabuhan Samudera, Rumah Sakit Internasional dan Perguruan Tinggi Internasional serta Pasar bersama Indonesia dengan Papua Nugini. Begitu juga segera diwujudnyatakan Investasi Migas Blok Marsela dan Blok Timor. Pelabuhan Samudera Tenau dan Pusat Perindustrian Marina yakni Perikanan, Udang dan Cumi di NTT. Lumbung Ternak Nasional NTT dan Pariwisata Dunia di NTT, Maluku dan Papua. Ayo majukan dan sejahterakan Indonesia Timur bukan merampok untuk memperkaya diri dan kelompoknya,”tegas Gabriel. (team)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Padma Indonesia Desak Presiden Bentuk UU Perlindungan HAM

    Padma Indonesia Desak Presiden Bentuk UU Perlindungan HAM

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Jakarta, 16 Maret 2026 – Padma Indonesia mengutuk keras serangan terencana terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, pada 12 Maret 2026 pasca mengisi acara Podcast di kantor YLBHI. Serangan ini mengakibatkan luka bakar serius pada wajah, mata, dada, dan tangan korban. Ini merupakan bentuk nyata teror dan upaya pembungkaman terhadap Pembela HAM. Direktur Advokasi, Padma […]

  • KOSMAK Desak Presiden Prabowo Subianto  Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin

    KOSMAK Desak Presiden Prabowo Subianto  Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK) mendesak Presiden Prabowo Subianto mencopot ST Burhanuddin dari jabatannya sebagai Jaksa Agung RI. KOSMAK mengatakan bahwa sejak ditetapkannya mantan Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai tersangka pada tanggal 11 Juli 2026 oleh Kortas Tipikor Polri, Jaksa Agung, ST Burhanuddin selaku Penuntut Umum Tertinggi pada Kejaksaan Agung RI, sudah tidak memiliki […]

  • Merawat Gerakan Literasi, Meningkat Minat Baca Buku Bagi Generasi Penerus Papua

    Merawat Gerakan Literasi, Meningkat Minat Baca Buku Bagi Generasi Penerus Papua

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Oleh. Angginak Sepi Wanimbo Landasan kebenaran firman Tuhan sangat jelas bahwa, Segalah tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3 : 16). Lalu sejarah juga membuktikan bahwa gerakan literasi pendidikan di Tanah Papua bermula pada tahun 1855 seiring masuknya para misionaris […]

  • Bangsa dan Gereja Yang Terluka

    Bangsa dan Gereja Yang Terluka

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Oleh Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman “Siapa yang menembak mati pilot Egon Irawan dan Co-Pilot Baskoro Adi Anggoro pada 11 Februari 2026 di Boven Digul?” Wajah militer Indonesia di Tanah Papua Barat digambarkan dengan jelas dan terang oleh alm. Frans Lieshout, OFM tentang pengalamannya sekitar 62 tahun silam tepatnya pada 1 Mei 1963. “Saya sempat […]

  • YKKMP Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Keamanan di Papua demi Perlindungan Masyarakat Sipil dan Penghormatan Hukum Humaniter Internasional

    YKKMP Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Keamanan di Papua demi Perlindungan Masyarakat Sipil dan Penghormatan Hukum Humaniter Internasional

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    WAMENA, suaratimurindonesia.com– Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menyampaikan keprihatinan yang mendalam sekaligus belasungkawa kepada seluruh keluarga korban atas terus berulangnya kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam konflik bersenjata di Papua. Konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun tidak hanya menimbulkan korban dari kalangan aparat keamanan maupun kelompok bersenjata, tetapi juga menyebabkan penderitaan […]

  • Kejagung: Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus

    Kejagung: Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung pada Sabtu (11/7/2026). “Pada hari ini, Sabtu 11 Juli 2026, Bapak Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menerima pengunduran diri Bapak Febrie Adriansyah dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus,” kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna melansir […]

expand_less