Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Ingatkan SKK Migas soal Kesepakatan Yang Pernah Dibuat Bersama Pemda MBD

Ingatkan SKK Migas soal Kesepakatan Yang Pernah Dibuat Bersama Pemda MBD

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 538
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, STI.com – Sekretaris Yayasan Suara Timur Indonesia (STI), Freni Lutruntuhluy mengingatkan pemerintah pusat tentang hasil kesepakatan yang pernah dibuat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Pemda Maluku Barat Daya yang pernah dibuat pada kepemimpinan Barnabas N. Orno. Pasalnya, rencana ekspolarasi Migas Masela dengan SKK Migas Sebagai Regulator dan Palaksana pernah menyetujui usulan ini sebagai bentuk kesiapan awal masyarakat menghadapi kegiatan Migas tersebut.

“Pada masa Kepemimpinan Pa Abas Orno termasuk yang memimpin saat ini sebagai wakil pada waktu itu telah mengusulkan Pembangunan BLK, Asrama Mahasisa termasuk Bandara di Pulau Babar kalau tidak salah, namun itu tidak direalisasi. Mestinya Langkah itu sudah dilakukan jauh sebelum Pertemuan dua Bupati KKT dan MBD yang dilakukan Menteri Bahlil untuk membicarakan Migas Masela”, ungkapnya kepada pers di Jakarta pada jumat (20/03/26).

Menurut Freni Lutrun, akibat dari hasil kesepakatan itu tidak ditindaklanjuti, pihaknya pernah melakukan pertemuan bersama beberapa tokoh masyarakat Lokal MBD dengan pihak SKK Migas untuk menyampaikan maksud itu.

“Hal ini kami tanyakan ke SKK Migas pada akhir tahun lalu. Ini dimaksudkan agar pemahaman masyarakat MBD tentang Langkah-langkah kami jangan sampai diberi cap yang negative atau karena dinilai ada muatan kepentingan. Tidak ada sama sekali itu, toh ini juga kepentingan umum sehingga harus tuntas pikiran kita tentang apa yang kami lakukan”, tegasnya.

Ia mencontohkan, kalau saja pemerintah pusat telah membangun BKL pada masa itu, mungkin saja saat ini pemuda/I MBD sudah ada pada tahapan siap untuk ikut bekerja di Migas Masela, tidak lagi mencari jalan melakukan pelatihan dan lainnya.

“Sekarang ini kan banyak yang lagi cari jalan bagaimana mereka bisa ikut bekerja di Migas itu, tetapi mereka yang ingin bekerja itu tidak tau Dimana mereka harus ikut pelatihan. Inikan yang jadi soal, sehingga kita pertanyakan itu.

Sekretaris Yayasan Suara Timur Indonesia: Freni Lutruntuhluy, S.Pd

Ia menambahkan, sebenarnya daerah terdampak seperti KKT dan MBD memiliki banyak prospek yang menjanjikan hanya saja pemda dinilai tidak melakukan tahapan perencanaan yang matang salah satu contoh yang disebutkan adalah tentang kesiapan Perusahaan Daerah dan tenaga kerja local.

Sementara itu, menurutnya SKK Migas menyampaikan perkembangan terbaru adalah terkait proyek gas raksasa Blok Masela yang dioperasikan perusahaan asal Jepang, Inpex Masela Ltd itu telah mengantongi Amdal dan proyek tersebut telah resmi diterbitkan dan diserahkan Kementerian Lingkungan Hidup kepada SKK Migas pada 13 Februari 2026 lalu.

Freni Lutruntuhluy juga mengatakan kalua Menteri keuangan Purbaya telah memberi syarat bahwa pada tahun 2029 kegiatan Migas sudah mulai berjalan, salah satu yang ditekankan adalah bangunan terkait proyek ini sudah harus bisa diselesaikan.

“Kalau seperti itu rencana pemerintah pusat, pertanyaan yang akan muncul di masyarakat local Adalah bagaimana anak-anak mereka bisa terlibat dan mendapatkan asas manfaat dari migas yang berada di daerah mereka. Nah ini tentu saja menjadi domainnya pemerintah daerah untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat. Kalau saja apa yang kami pertanyakan itu sudah dilakukan, maka pertanyaan seperti ini tidak mungkin ada”, tegas Putera Maluku Barat Daya itu.  (team)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pater John Djonga: Pembela HAM di Tanah Papua

    Pater John Djonga: Pembela HAM di Tanah Papua

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Oleh: Gabriel Goa* Saya secara pribadi tergerak hati untuk melakukan Annuntiare (berani mengungkap dan menyuarakan KEBENARAN) dan Dennuntiareb (berani membongkar sistem yang buruk hingga ke akar-akarnya dan ciptakan sistem yang baru) untuk kepentingan dan kebaikan banyak orang (bonum communae), berawal dari perjuangan bersama Alm. Romo Mangunwijaya di Kedungombo, Romo John Hanu dalam kasus Colol dan […]

  • Terus Bergerak di Hari Ketiga, Tim JHL Foundation Salurkan Bantuan ke Dua Desa di Manggarai

    Terus Bergerak di Hari Ketiga, Tim JHL Foundation Salurkan Bantuan ke Dua Desa di Manggarai

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    MANGGARAI, suaratimurindonesia.com– Memasuki hari ketiga penyaluran bantuan kemanusiaan di Flores, Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation) kembali bergerak langsung menyambangi masyarakat terdampak gempa. Kali ini, bantuan disalurkan kepada warga di Desa Welong dan Desa Ranggi, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8/2026). Sebanyak 50 paket bantuan sandang dan pangan disalurkan kepada masyarakat. Bantuan tersebut […]

  • Presiden AMMAN Flobamora: Singkirkan Para Benalu dan Penjilat yang Ada di Lingkaran Kekuasaan

    Presiden AMMAN Flobamora: Singkirkan Para Benalu dan Penjilat yang Ada di Lingkaran Kekuasaan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Bapak Presiden Prabowo adalah pemimpin yang menurut keyakinan saya adalah sosok seorang pemimpin yang tulus, berniat baik ingin membangun bangsa ini. Beliau telah melewati berbagai fase dalam hidupnya dan kini beliau mendedikasikan hidup, tenaga, pikiran, serta pengalamannya untuk kepentingan dan kemajuan Bangsa Indonesia. Beliau tentu tidak akan bisa bekerja sendiri, beliau harus didukung […]

  • GEREJA KEMAH INJIL di Tanah Papua Tulis SURAT GEMBALA untuk Sekretaris PBB

    GEREJA KEMAH INJIL di Tanah Papua Tulis SURAT GEMBALA untuk Sekretaris PBB

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Kepada Tuan Antonio Gutterez Sekretaris Perserikatan Bangsa-Bangsa “SELAMATKAN ORANG ASLI PAPUA DARI KEJAHATAN KEMANUSIAAN (GENOCID, ECOCIDA) DAN KERUSAKAN HUTAN ADAT ORANG ASLI PAPUA DARI PROYEK STRATEGIS NASIONAL (PSN) DI MERAUKE DAN 25.000 Ha KARHUTLA DI TANAH PAPUA” PAPUA, suaratimurindonesia.com– Tanah Papua yang dianeksasi negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tahun 1969 melalui act of Free Choice […]

  • Respon Peristiwa Penembakan 6 Warga Sipil di Yahukimo, Gereja Kemah Injil (KINGMI): Negara Wajib Menghargai Harkat dan Martabat Orang Asli Papua dalam Krisis Kemanusiaan Papua

    Respon Peristiwa Penembakan 6 Warga Sipil di Yahukimo, Gereja Kemah Injil (KINGMI): Negara Wajib Menghargai Harkat dan Martabat Orang Asli Papua dalam Krisis Kemanusiaan Papua

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    PAPUA PEGUNUNGAN, suaratimurindonesia.com–  Gereja Kemah Injil (KINGMI) di tanah Papua merespon peristiwa penembakan 6 warga sipil di Yahukimo, Papua melalui Surat Pastoral Gereja. “Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan […]

  • Padma Indonesia Desak Presiden Bentuk UU Perlindungan HAM

    Padma Indonesia Desak Presiden Bentuk UU Perlindungan HAM

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Jakarta, 16 Maret 2026 – Padma Indonesia mengutuk keras serangan terencana terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, pada 12 Maret 2026 pasca mengisi acara Podcast di kantor YLBHI. Serangan ini mengakibatkan luka bakar serius pada wajah, mata, dada, dan tangan korban. Ini merupakan bentuk nyata teror dan upaya pembungkaman terhadap Pembela HAM. Direktur Advokasi, Padma […]

expand_less