Apresiasi Bupati Spei Konsisten Berpihak Terhadap Keberlanjutan Alam Papua
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 23 Mar 2026
- visibility 345
- comment 0 komentar
- print Cetak

Alam Papua. (foto-net)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Yayasan Suara Timur Indonesia (STI) salah satu Lembaga yang selama ini konsisten melihat berbagai masalah social di Indonesia Timur ini menilai Langkah Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana untuk memastikan regulasi yang berpihak kepada rakyat khususnya mengikat budaya dan alam Papua di dalam kepentingan Pembangunan dianggap sebagai salah satu terobosan yang patut menjadi contoh bagi kepala daerah lain di Indonesia khususnya Papua.
“Beberapa waktu lalu beliau Bupati Spei Yan Bidana ikut dalam Pertemuan International Flora Malesiana Symposium dan International Nature-Based Climate Solutions Conference yang berlangsung di Manokwari, itu cukup memberi alasan yang bagaimana belau ingin agar konsep membangun Papua tidak harus merugikan aspek lain seperti ancaman terhadap sumber daya yang berada di alam Papua itu. Ini juga sudah dibuktikan Ketika Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang bersama Komunitas local menggelar Konsultasi Publik dan Verifikasi Pemetaan Wilayah Adat menghadirkan verifikator independent, dan menjadi langkah penting dalam mempertegas identitas masyarakat dalam memastikan batas wilayah adat sebagai dasar hukum masa depan”, kata Gabriel kepada media ini di Jakarta senin (23/03/2026).

Dia menjelaskan, bahwa Langkah seperti ini sebenarnya baru pertama kali dilakukan Bupati Spei Yan Bidana, meskipun secara politik bisa saja berbeda Haluan dengan pihak-pihak lain, namun esensinya menyentuh langsung kepentingan Papa masa yang akan datang.
“Beberapa hal yang kita lihat adalah ketika beliau secara tegas menyatakan jangan merusak alam Papua meskipun alasannya untuk membangun. Artinya, bukan berarti tidak membangun, tetapi itu sebenarnya warning bahwa pembangunan berjalan dengan pendekatan budaya dan menjaga alam itu factor utama”, begitu kata Gabriel.
Gabriel juga memberi contoh bahwa justru yang dilakukan Bupati Spei Bidana tersebut menjawab tantangan dunia yang semakin memprihatinkan, dimana ancaman terjadi kapan saja dan dimana saja, krisis ekonomi global yang sedang terjadi di dunia memberikan peringatan kepada Indonesia untuk harus konsisten menjaga potensi alam yang dimiliki untuk masa depan generasi selanjutnya.
“Kami dari Yayasan Suara Timur Indonesia berharap pemimpin lain tidak saja di Papua harus mengikuti contoh yang sudah dilakukan Bupati Pegunungan Bintang”. (team)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar