Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lintas Daerah » Yayasan STI Respon Wacana Penggabungan Wilayah MBD dan Kepulauan Alor Jadi Provinsi Sendiri

Yayasan STI Respon Wacana Penggabungan Wilayah MBD dan Kepulauan Alor Jadi Provinsi Sendiri

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
  • visibility 137
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

JAKARTA – Yayasan Suara Timur Indonesia menanggapi adanya wacana yang saat ini berkembang tentang kemungkinan wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dapat digabungkan dengan Kepulauan Alor untuk dijadikan provinsi sendiri, terlepas dari Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

ketua Yayasan Suara Timur Indonesia. (foto-net)

“Secara historis wilayah yang saat ini menjadi Kabupaten Maluku Barat Daya pernah berada dalam wilayah administratif yang sama dengan Timor di masa penjajahan Belanda. Pada awal abad ke-19, tepatnya pada tahun 1819, wilayah administratif Keresidenan Timor dan Dependensi (Residentie Timor en Onderhoorigheden) dibentuk dan dipisahkan dari Kegubernuran Maluku (Gouvernement der Molukken). Keresidenan ini berpusat di Kupang dan membawahi berbagai pulau di sebelah timur Lombok, termasuk wilayah Kepulauan Maluku Barat Daya seperti Pulau Wetar, Kisar, dan sekitarnya”, ungkap Tokoh NTT, Gabriel Goa dan Tokoh muda Maluku Barat Daya, Freni Lutrun yang juga sebagai pimpinan di Yayasan Suara Timur Indonesia.

Menurut Gabriel Goa dan Freni Lutrun, hubungan administrasi ini pernah bertahan hingga dilakukan reorganisasi pemerintahan kolonial. Pada reorganisasi besar di tahun 1865, wilayah Keresidenan Amboina (Maluku) digabungkan dan dipusatkan di Ambon, sehingga wilayah Maluku Barat Daya dikembalikan menjadi bagian dari lingkup administratif Maluku dan terpisah dari Keresidenan Timor.

Menurut Freni Lutrun, secara politis sejak era kemerdekaan hingga saat ini, wilayah tersebut sepenuhnya menjadi bagian dari Provinsi Maluku dan dimekarkan menjadi kabupaten sendiri pada tahun 2008 menjadi Kabupaten Maluku Barat Daya terpisah dari Kabuptan Maluku tenggara Barat (MTB) pada masa itu di Saumlaki.

Sekretaris Yayasan Suara Timur Indonesia, Freni Lutruntuhluy

“Bahwa ini baru sebatas wacana, tetapi barangkali kalau dari hubungan budaya, ada hubungan yang begitu kental antara Kepulauan MBD sampai ke Alor maupun ke Timor Kupang, hubungan itu terjalin tidak saja alasan sejarah, melainkan ada ketergantungan satu dengan lainnya dalam berbagai kepentingan bisnis dan kehidupan masyarakat di wilayah ini. Timor Lestepun menjadi bagian pada masa itu tetapi kami belum membicarakannya”, ungkap Kedua pemimpin Yayasan Suara Timur Indonesia dalam jumpa pers di Jakarta pada sabtu (11/7/2026).

Menurut Gabriel Goa dan Freni Lutruntuhluy, pihak Yayasan merespon wacana ini sebagai sesuatu yang sangat penting dalam rangka mempercepat pembangunan di wilayah Kepulauan Maluku Barat Daya maupun Kepulauan Alor dan sekitarnya. Di dua wilayah ini, menjadi beranda NKRI yang berbatasan dengan dua negara tetangga Australia dan Timor Leste, namun pembangunan nasional tidak begitu menyentuh wilayah ini secara baik.

“Inilah alasannya mengapa wacana itu menjadi sangat kuat karena alasan rentang kendali pemerintahan yang jauh dari Ambon sebagai Ibukota Provinsinya MBD, maupun Kupang yang menjadi ibukotanya Alor. Sama-sama jarak jauh dan membuang waktu, tenaga dan biaya yang tinggi sampai ke ibukota provinsi di AMbon maupun ke Kupang. Ini fakta bukan kami mengarang, tegasnya. (team)

 

 

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Sumba Menjadi Pilot Program Nasional Pencegahan TPPO dan TPKS, Kementerian HAM RI Perkuat Sinergi Lintas Sektor

    Dorong Sumba Menjadi Pilot Program Nasional Pencegahan TPPO dan TPKS, Kementerian HAM RI Perkuat Sinergi Lintas Sektor

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 45
    • 0Komentar

    TAMBOLAKA, suaratimurindonesia.com– Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) RI memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, bersama Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dian Sasmita, Direktur Reserse PPA dan PPO Polda […]

  • Kembangkan Pertanian Organik, Yayasan Tananua Flores Dampingi Poktan Kotaboba Kobaleba

    Kembangkan Pertanian Organik, Yayasan Tananua Flores Dampingi Poktan Kotaboba Kobaleba

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    ENDE, suaratimurindonesia.com– Yayasan Tananua Flores mendampingi kelompok tani (poktan) Kotaboba di Desa Kobaleba, Kecamatam Maukaro, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Disaksikan media ini di lokasi kegiatan, Senin (22/6/2026), dua staf lapangan Tananua Flores, Yulianus Soter Papu Rega, S.AP dan Maksiaius P. A. Sando, tampak mendampingi anggota kelompok saat proses pembuatan pupuk organik dengan bahan-bahan […]

  • Kejagung: Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus

    Kejagung: Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung pada Sabtu (11/7/2026). “Pada hari ini, Sabtu 11 Juli 2026, Bapak Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menerima pengunduran diri Bapak Febrie Adriansyah dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus,” kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna melansir […]

  • Pemeriksaan Bupati Kepulauan Aru, Bukti Kejaksaan Tinggi Maluku Tebang Pilih

    Pemeriksaan Bupati Kepulauan Aru, Bukti Kejaksaan Tinggi Maluku Tebang Pilih

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Jakarta, STI.com – Pemeriksaan Bupati Kepulauan Aru, Bukti Kejaksaan Tinggi Maluku Tebang Pilih. Demikian hal itu disampaikan Sakarias Damamain kepada awak media di Jakarta pada senin 6 April 2026. Menurut Sakarias, mereka menilai Kejaksaan tinggi Maluku tebang pilih dalam penegakan hukum, Buktinya bupati kabupaten Maluku Barat Daya yang telah dilaporkan berkali-kali oleh masyarakat bahkan didemo berjilid […]

  • Tren Kekerasan di Papua Meningkat Sejak 2025, Puluhan Warga Sipil Jadi Korban

    Tren Kekerasan di Papua Meningkat Sejak 2025, Puluhan Warga Sipil Jadi Korban

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    BOGOR, suaratimurindonesia.com– Dinamika keamanan di Papua menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dengan meningkatnya angka kekerasan dan korban jiwa. Berdasarkan data empiris yang dipaparkan dalam Rakor Kementerian HAM di Bogor 11-14 Juli 2026 dimana eskalasi konflik belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan. Situasi ini menjadi dasar mendesak bagi pemerintah untuk segera merumuskan rekomendasi kebijakan yang berbasis data […]

  • Yayasan Suara Timur Indonesia Desak Bupati Welem Wandik Sikapi Kasus Pembunuhan Alias Papuagen

    Yayasan Suara Timur Indonesia Desak Bupati Welem Wandik Sikapi Kasus Pembunuhan Alias Papuagen

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Jakarta – Yayasan Suara Timur Indonesia mendesak Bupati Tolikara, Welem Wandik untuk merespon dan membela korban pembunuhan bernama Alias Papuagen alias Korona Penggu pria berusia 19 tahun yang diduga dilakukan aparat Brimob setempat. Koroa Penggu adalah seorang warga sipil yang berasal dari Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara. Ketua Yayasan Suara Timur Indonesia, Martinho de […]

expand_less