Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » GEREJA KEMAH INJIL di Tanah Papua Tulis SURAT GEMBALA untuk Sekretaris PBB

GEREJA KEMAH INJIL di Tanah Papua Tulis SURAT GEMBALA untuk Sekretaris PBB

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kepada Tuan Antonio Gutterez
Sekretaris Perserikatan Bangsa-Bangsa

“SELAMATKAN ORANG ASLI PAPUA DARI KEJAHATAN KEMANUSIAAN (GENOCID, ECOCIDA) DAN KERUSAKAN HUTAN ADAT ORANG ASLI PAPUA DARI PROYEK STRATEGIS NASIONAL (PSN) DI MERAUKE DAN 25.000 Ha KARHUTLA DI TANAH PAPUA”

PAPUA, suaratimurindonesia.com– Tanah Papua yang dianeksasi negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tahun 1969 melalui act of Free Choice hingga kini menyebabkan Kekerasan negara melalui tindakan represif militer dan kontak senjata menyebabkan pelanggaran HAM Berat dan Kejahatan Kemanusiaan (Genocida, Ecosida) terhadap Masyarakat Sipil yang adalah Orang Asli Papua.

Sampai saat ini Orang Asli Papua akibat Konflik bersenjata antara TNI-POLRI dan TPN PB karena adanya tuntutan Idiologi Papua Merdeka, Eksploitasi Sumber Daya Alam, Perampasan Tanah Adat di Tanah Papua maka Nasib hidup dan ruang hidup orang asli Papua berada dalam Krisis Kemanusiaan yang sangat memprihatinkan. Orang Asli Papua tidak ada masa depan di atas Tanah leluhurnya karena adanya perampasan Tanah Adat orang asli Papua oleh Militer, Konglomerat, Perusahaan transnasional dalam bentuk Program Strategis Nasional (PSN) atas nama klaim negara.

Kami sebagai Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua yang berbasiskan Gereja Orang Asli Papua terbesar di Tanah Papua kami meminta perhatian dan Komitmen Serius dari Bapak Sekretaris Jenderal Perserserikatan Bangsa-Bangsa Tuan Antonio Gutterez untuk memberi perhatian dan menyelesaikan masalah Krisis Kemanusiaan dan Krisis Lingkungan hidup yang sedang hadapi di Seluruh Tanah Papua terkait dengan persoalan: PENGUNGSI MASYARAKAT SIPIL INTERNAL, BENCANA KEBAKARAN HUTAN (KARHUTLA) dan PROYEK STRATEGIS NASIONAL (PSN).

Perlu kami sampaikan suara Gereja kami kehadapan Bapak Sekretaris Jenderal PBB Tuan Antonio Gutterez bahwa:

PERTAMA : Masalah Pengungsi Internal (IDPS) yang menimpa Masyarakat Sipil yang adalah orang Asli Papua akibat konflik bersenjata antara Tentara Nasional Republik Indonesia-Polisi Republik Indonesia VS Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka tanpa henti-hentinya tidak mematuhi hukum humaniter/hukum perang menyebabkan: anak-anak usia produktif yang bersekolah mengalami putus sekolah, mereka tidak mendapat pelayanan Kesehatan yang memadai dari Rumah Sakita, Warga jemaat kami tidak dapat beribadah merayakan natal, merayakan PASKAH dan kegiatan hari-hari Gereja karena Pendeta kami ditembak, Gedung gereja Kami dibakar dan gereja kami dijadikan pos Pangkalan Militer TNI-POLRI, termasuk Gedung sekolah, rumah sakit dan kantor pemerintahan dijadikan tempat basis Camp Militer. Warga Jemaat kami tidak dapat berkebun karena Lokasi Perkebunan mereka dikuasai TNI-POLRI dan Pasukan Gabungan. Jumlah Pengungsi IDPS sekitar 120.000 (seratus Dua Puluh Ribu)

KEDUA: Tanah Papua adalah Tanah Adat yang telah menerima Injil karena Pemberitaan INJIL. Negara Indonesia mengklaim dan merebut tanah-tanah adat kami atas nama Kebijakan negara. Terjadi praktek perampokan tanah adat, terjadi praktek Illegal logging, pembakaran hutan, terjadi illegal minning, penebangan hutan, pengrusakan ekosistem margasatwa di Kawasan hutan adat Papua. Bahkan lebih kejam dan menyedihkan lagi adanya Proyek Strtategis Nasional (PSN) di Merauke yang sekarang ini dikuasai oleh Perusahaan merusak hutan primer 2 juta hektar di Merauke Papua Selatan dengan dalih menanam Kelapa Sawit dan Tanaman Bio Etanol. Hal ini telah merusak Papua sebagai Paru-Paru Dunia yang menyuplai oksigen bagi bumi setelah hutan Amazon di Brazilia.

KETIGA: Terjadi Kasus/Bencana Kebakaran Hutan (KARHUTLAH) sepanjang bulan oktober mencapai 25.000 hektar dengan titik kerawanan panas di 8.324 titik.

Dengan fenomena krisis kemanusiaan dan Krisis Lingkungan Hidup di Tanah Papua ini, maka kami sebagai gereja di Tanah Papua menyerukan kepada Bapak Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Tuan Antonio Gutterez:

1. untuk mengintervensi misi khusus kemanusiaan bagi kami Orang Asli Papua yang sudah sedang menuju ke ambang pemusnahan etnis manusia asli Papua.

2. untuk melibatkan organ PBB di dunia agar terlibat aktif di Tanah Papua untuk menyelamatkan ORANG ASLI PAPUA “SAVE OUR SOUL” dari Praktek impunitas Kejahatan Kemanusiaan dan Kejahatan Lingkungan.

Jayapura, 18 Oktober 2026

Sekretaris Umum KINGMI, Pdt. Dominggus Pigay.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian HAM Perkuat Pencegahan TPPO Melalui Kunjungan ke Sumba Hospitality Foundation dan BLK Don Bosco Sumba

    Kementerian HAM Perkuat Pencegahan TPPO Melalui Kunjungan ke Sumba Hospitality Foundation dan BLK Don Bosco Sumba

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 105
    • 0Komentar

    TAMBOLAKA, suaratimurindonesia.com-– Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) terus memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, pendidikan vokasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja ke Sumba Hospitality Foundation (SHF) dan Balai Latihan Kerja (BLK) Don Bosco Sumba di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur […]

  • Copot Kapolri Kalau Tidak Memproses Hukum 11 Medsos Yang Memfitnah dan Diskriminasi HAM Menteri Natalius Pigay

    Copot Kapolri Kalau Tidak Memproses Hukum 11 Medsos Yang Memfitnah dan Diskriminasi HAM Menteri Natalius Pigay

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    [JAKARTA, STI.com] – Yayasan Suara Timur Indonesia (STI) memberi penegasan secara tegas kepada Kapolri Lystio Sigit Prabowo untuk segera menangkap dan memproses hukum 11 akun media sosial yang telah melakukan fitnah dan diskriminasi HAM terhadap Menteri HAM Natalius Pigay. “Kami desak Kapolri segera tangkap dan proses hukum, jika itu tidak dilakukan, kami minta copot Kapolri […]

  • Gapoktan Tabur Tuai dan Tim Mitra Siap Wujudkan Merauke jadi Lumbung Pangan

    Gapoktan Tabur Tuai dan Tim Mitra Siap Wujudkan Merauke jadi Lumbung Pangan

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 153
    • 0Komentar

    MERAUKE, suaratimurindonesia.com– Segenap petani dari beberapa kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Tabur Tuai” bersama segenap tim mitra, berkomitmen untuk menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan di Provinsi Papua Selatan. Komitmen tersebut dibuktikan dengan kegiatan penanaman selama beberapa hari sejak penanaman perdana pada Rabu (17/6/2026) lalu. Penanaman itu dilakukan oleh anggota team Mitra […]

  • Misi Kemanusiaan PDI Perjuangan: Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati Tiba di Manggarai Bantu Korban Gempa NTT

    Misi Kemanusiaan PDI Perjuangan: Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati Tiba di Manggarai Bantu Korban Gempa NTT

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 56
    • 0Komentar

    MANGGARAI, suaratimurindonesia.com– Kemanusiaan mendahului segala perbedaan. Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati milik PDI Perjuangan resmi berlabuh dan bersandar di Pelabuhan Kedindi, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (4/9/2026). ​Pelayaran melintasi samudera ini telah berlangsung sejak tahun 2023 dengan berkeliling wilayah Nusantara untuk merespons berbagai kejadian bencana alam, mulai dari […]

  • Gempa Susulan Masih Terjadi, Gubernur NTT Perpanjang Masa Tanggap Darurat Gempa Hingga 12 September 2026

    Gempa Susulan Masih Terjadi, Gubernur NTT Perpanjang Masa Tanggap Darurat Gempa Hingga 12 September 2026

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    ENDE, suaratimurindonesia.com– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memperpanjang masa tanggap darurat penanganan gempa bumi Flores selama 14 hari, terhitung mulai 29 Agustus hingga 12 September 2026. Keputusan tersebut diambil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena setelah menggelar rapat koordinasi penanganan tanggap darurat gempa Flores di Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Ende, Kamis (27/8/2026) malam. Rapat […]

  • NasDem Peduli: Posko Relawan Julie Laiskodat dan Fian Moa Mesi Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Ende

    NasDem Peduli: Posko Relawan Julie Laiskodat dan Fian Moa Mesi Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Ende

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    ENDE, suaratimurindonesia.com– Berbagai pihak terus menunjukkan sisi kemanusiaan dan solidaritas nyata di tengah situasi bencana gempa bumi tektonik Magnitudo 7,7 di Nagekeo dan sejumlah wilayah pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi WITA. Bentuk solidaritas dan aksi kemanusiaan ditunjukkan oleh Partai NasDem melalui Posko Relawan Julie Laiskodat dan Fian Moa Mesi, dengan […]

expand_less