Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Kementerian HAM Perkuat Pencegahan TPPO Melalui Kunjungan ke Sumba Hospitality Foundation dan BLK Don Bosco Sumba

Kementerian HAM Perkuat Pencegahan TPPO Melalui Kunjungan ke Sumba Hospitality Foundation dan BLK Don Bosco Sumba

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TAMBOLAKA, suaratimurindonesia.com-– Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) terus memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, pendidikan vokasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja ke Sumba Hospitality Foundation (SHF) dan Balai Latihan Kerja (BLK) Don Bosco Sumba di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan bersama Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dian Sasmita.

Turut mendampingi Tenaga Ahli Menteri HAM, Martinus Gabriel Goa, Tim Teknis Subdirektorat Pengelolaan Pengaduan HAM, Taufiqurrahman dan Felicia Yunika, serta Tim Teknis Kepatuhan HAM Instansi Pemerintah, Irma Malinda Suhartono.

Di Sumba Hospitality Foundation, rombongan disambut oleh para peserta didik yang sedang mengikuti pelatihan dan praktik kerja.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran Kementerian HAM dan KPAI meninjau secara langsung proses pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan untuk menyiapkan tenaga kerja profesional di bidang perhotelan dan pariwisata.

Tentang Sumba Hospitality Foundation

Didirikan pada tahun 2016 oleh Inge De Lathauwer, Sumba Hospitality Foundation telah berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan vokasi yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Pulau Sumba.

Melalui pendidikan dan pelatihan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri, yayasan ini membuka peluang bagi generasi muda, khususnya perempuan dan kelompok rentan, untuk memperoleh keterampilan, pengalaman kerja, serta akses terhadap pekerjaan yang layak.

Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, memberikan apresiasi atas kontribusi SHF dalam membangun kapasitas masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kompetensi masyarakat merupakan salah satu strategi paling efektif dalam mencegah TPPO karena mampu mengurangi kerentanan terhadap praktik perekrutan kerja yang tidak aman maupun eksploitasi.

“Kami memberikan dukungan dan semangat kepada Sumba Hospitality Foundation yang telah berperan membekali masyarakat, khususnya perempuan dan anak, dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Upaya ini menjadi bagian dari langkah preventif untuk mengurangi kerentanan masyarakat terhadap praktik tindak pidana perdagangan orang,” ujar Munafrizal Manan.

Komisioner KPAI, Dian Sasmita, menambahkan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak harus dilakukan secara komprehensif melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi.

Dengan memiliki kompetensi yang memadai, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak sehingga tidak mudah menjadi korban eksploitasi maupun perdagangan orang.

Usai mengunjungi SHF, rombongan melanjutkan kunjungan ke BLK Don Bosco Sumba di Tambolaka.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau berbagai program pelatihan yang sedang berlangsung dan berdialog langsung dengan para instruktur serta peserta pelatihan yang berasal dari berbagai wilayah di Pulau Sumba.

Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM mengapresiasi kualitas penyelenggaraan pelatihan di BLK Don Bosco yang didukung oleh instruktur bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta program-program pelatihan yang telah terakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LA-LPK).

Rombongan mengunjungi sejumlah unit pelatihan, antara lain teknik sepeda motor, servis dan instalasi pendingin udara (AC), tata rambut, pengelasan, komputer, instalasi listrik, energi surya, hingga produksi furnitur dan kerajinan bambu.

Tenaga Ahli Menteri HAM, Martinus Gabriel Goa, menegaskan bahwa pendidikan vokasi yang dipadukan dengan praktik kerja industri (magang) dan sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis untuk melindungi generasi muda dari risiko menjadi korban perdagangan orang.

“Ketika anak-anak muda memiliki keterampilan, sertifikat kompetensi, dan akses terhadap dunia kerja yang layak, mereka akan memiliki daya tawar yang lebih kuat sehingga tidak mudah menjadi sasaran sindikat perdagangan orang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur BLK Don Bosco Sumba, Br. Ephrem Santos, SDB, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Kementerian HAM terhadap pengembangan pendidikan vokasi di Pulau Sumba.

“Kami percaya bahwa pendidikan keterampilan merupakan salah satu jalan terbaik untuk membangun masa depan kaum muda. Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, kami ingin terus memberikan kesempatan kepada anak-anak muda dari seluruh Pulau Sumba untuk memperoleh keterampilan, pekerjaan yang layak, dan kehidupan yang lebih bermartabat,” katanya.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari komitmen bersama Kementerian HAM, KPAI, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta pemerintah kabupaten di Pulau Sumba dalam mendukung implementasi program Zero TPPO di Nusa Tenggara Timur.

Kementerian HAM menilai model pendidikan vokasi yang dikembangkan oleh Sumba Hospitality Foundation dan BLK Don Bosco Sumba merupakan praktik baik (best practice) dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan terlindungi dari berbagai bentuk eksploitasi.

Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu memperluas akses pelatihan keterampilan sekaligus menciptakan kesempatan kerja yang aman, layak, dan bermartabat.

Melalui kolaborasi tersebut, upaya pencegahan TPPO tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembangunan manusia yang berkelanjutan.

Peningkatan kompetensi, kemandirian ekonomi, dan perluasan akses terhadap pekerjaan yang layak menjadi fondasi penting dalam mewujudkan perlindungan hak asasi manusia sekaligus menciptakan generasi muda Sumba yang unggul, mandiri, dan bebas dari ancaman perdagangan orang.*** (CM)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Rp 200 Miliar saat Kunjungi Korban Gempa Flores

    Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Rp 200 Miliar saat Kunjungi Korban Gempa Flores

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 80
    • 0Komentar

    NAGEKEO, suaratimurindonesia.com– Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya turun langsung ke wilayah terdampak gempa berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 lalu. Presiden bersama rombongan tiba di Nagekeo, Flores, NTT pada Rabu (26/8/2026) dan langsung menggelar rapat koordinasi bersama para Menteri, jajaran TNI, Polri, Gubernur NTT, serta Bupati Nagekeo, bertempat di posko […]

  • Yayasan Suara Timur Indonesia Apresiasi Pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarno Puteri

    Yayasan Suara Timur Indonesia Apresiasi Pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarno Puteri

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 648
    • 0Komentar

    Membaca Pertemuan Presiden Prabowo dan Megawati Soekarnoputri Kamis 19 Maret 2026 JAKARTA STI.com – Di tengah badai ekonomi global yang tak menentu dan api geopolitik yang membara, dua tokoh bangsa bertemu dalam silaturahmi yang melampaui sekat politik praktis. Megawati Soekarnoputri, sang penyintas krisis pasca-Reformasi bertemu Presiden Prabowo Subianto yang saat ini sedang memikul beban sejarah. […]

  • Kajian Masyarakat Adat Ok Mek Min Tahap II Digelar, Dokumentasi Nilai Adat Jadi Investasai Masa Depan

    Kajian Masyarakat Adat Ok Mek Min Tahap II Digelar, Dokumentasi Nilai Adat Jadi Investasai Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    OKSIBIL, STI.com — Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Okmin Papua menggelar Kajian Masyarakat Adat Ok Mek Min Tahap II, yang diisi dengan Seminar Awal dan Free, Prior and Informed Consent (FPIC) bagi masyarakat adat etnik Ok Gelombang II. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna SOSKAT Oksibil pada Kamis, 19 Maret […]

  • Bangsa dan Gereja Yang Terluka

    Bangsa dan Gereja Yang Terluka

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Oleh Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman “Siapa yang menembak mati pilot Egon Irawan dan Co-Pilot Baskoro Adi Anggoro pada 11 Februari 2026 di Boven Digul?” Wajah militer Indonesia di Tanah Papua Barat digambarkan dengan jelas dan terang oleh alm. Frans Lieshout, OFM tentang pengalamannya sekitar 62 tahun silam tepatnya pada 1 Mei 1963. “Saya sempat […]

  • Kementerian HAM dan KPAI Perkuat Pencegahan TPPO dan TPKS Melalui Edukasi Generasi Muda di Sumba

    Kementerian HAM dan KPAI Perkuat Pencegahan TPPO dan TPKS Melalui Edukasi Generasi Muda di Sumba

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    SUMBA, suaratimurindonesia.com– Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) melalui kegiatan edukasi kepada generasi muda dalam Youth Camp se-Sumba. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, Komisioner KPAI, Dian Sasmita, dan Sekretaris […]

  • Respon Peristiwa Penembakan 6 Warga Sipil di Yahukimo, Gereja Kemah Injil (KINGMI): Negara Wajib Menghargai Harkat dan Martabat Orang Asli Papua dalam Krisis Kemanusiaan Papua

    Respon Peristiwa Penembakan 6 Warga Sipil di Yahukimo, Gereja Kemah Injil (KINGMI): Negara Wajib Menghargai Harkat dan Martabat Orang Asli Papua dalam Krisis Kemanusiaan Papua

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 108
    • 0Komentar

    PAPUA PEGUNUNGAN, suaratimurindonesia.com–  Gereja Kemah Injil (KINGMI) di tanah Papua merespon peristiwa penembakan 6 warga sipil di Yahukimo, Papua melalui Surat Pastoral Gereja. “Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan […]

expand_less