Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lintas Daerah » Kesonbongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

Kesonbongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
  • visibility 75
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Sonni Lokobal
Ketua Analisis Papua Strategis (APS) Provinsi Papua Pegunungan

Dalam kepemimpinan pemerintahan, kecerdasan intelektual tidak boleh berjalan tanpa kecerdasan sosial. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu memahami data, regulasi, dan konsep pembangunan, tetapi juga wajib memahami perasaan, kebutuhan, pengalaman, serta suara masyarakat yang dipimpinnya.

Saya melihat ada gejala yang perlu menjadi perhatian dalam kepemimpinan pemerintahan hari ini: kesombongan intelektual atau dalam istilah akademik dapat dikaitkan dengan epistemic arrogance—kecenderungan merasa bahwa pengetahuan, cara pandang, atau keputusan sendiri paling benar sehingga pandangan masyarakat, bawahan, maupun pihak lain kurang dianggap penting.

Dalam konteks tertentu, gejala ini bahkan sering digambarkan dengan istilah “God Complex”, yaitu sikap psikologis ketika seseorang merasa memiliki otoritas atau kebenaran yang seolah-olah berada di atas kritik. Namun istilah tersebut harus digunakan secara hati-hati. Kritik terhadap pola kepemimpinan tidak boleh berubah menjadi diagnosis terhadap pribadi seseorang.

Pemerintahan pada dasarnya adalah hubungan sosial. Kekuasaan diberikan bukan untuk menciptakan jarak antara pemimpin dan rakyat, melainkan untuk membangun kepercayaan. Karena itu, pemimpin harus mampu mendengar sebelum memutuskan, berdialog sebelum mengambil kebijakan, dan membuka ruang koreksi ketika kebijakan belum menjawab kebutuhan masyarakat.

Di Papua Pegunungan, prinsip ini menjadi semakin penting. Masyarakat memiliki struktur sosial, adat, agama, sejarah, dan pengalaman hidup yang tidak selalu dapat dibaca hanya melalui angka-angka dalam dokumen pemerintahan. Data memang penting, tetapi data tanpa konteks sosial dapat menghasilkan kebijakan yang benar secara administratif tetapi belum tentu dirasakan benar oleh masyarakat.

Pemimpin yang kuat bukanlah pemimpin yang tidak pernah dikritik. Justru kekuatan kepemimpinan terlihat dari kemampuan menerima kritik tanpa merasa kehilangan kewibawaan. Kritik publik bukan ancaman terhadap pemerintah kritik adalah mekanisme sosial untuk mengoreksi kekuasaan agar tetap berada pada jalur kepentingan rakyat.

Karena itu, pemerintahan Papua Pegunungan membutuhkan kepemimpinan yang menggabungkan intelektualitas, kerendahan hati, kecerdasan sosial, dan keberanian untuk mendengar. Jangan sampai pengetahuan menjadi tembok yang memisahkan pemerintah dari rakyat.

Sebab pada akhirnya, pemerintah bukan hanya tentang siapa yang paling tahu, tetapi siapa yang paling mampu memahami dan melayani mereka yang dipimpinnya.

Selamat malam salam sehat untuk kita semua wa wa wa 🙏🏽
Wamena Leyowa. 24 September 2026

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungi Seminari Mataloko, Gubernur Melki Serahkan Bantuan dan Beri Motivasi bagi Para Seminaris

    Kunjungi Seminari Mataloko, Gubernur Melki Serahkan Bantuan dan Beri Motivasi bagi Para Seminaris

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    BAJAWA, suaratimurindonesia.com– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, pada Kamis (27/8/2026), mengunjungi komunitas Seminari Menengah St. Yohanes Berkhmans Todabelu, Mataloko, Kabupaten Ngada, Flores, NTT. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian tanggap bencana Gempa Flores untuk memastikan penanganan selama masa tanggap darurat berjalan optimal sekaligus memantau kebutuhan masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki […]

  • PADMA Indonesia Desak Polri Jangan Tutup Jejak TPPO Dalam Kasus Chatrine Rohi

    PADMA Indonesia Desak Polri Jangan Tutup Jejak TPPO Dalam Kasus Chatrine Rohi

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 45
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Lembaga Hukum dan HAM, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia mendesak Polda Nusa Tenggara Timur bersama Bareskrim Polri mengusut tuntas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam kasus Chatrine Septiani Rohi, pekerja migran Indonesia asal Kota Kupang yang meninggal dunia di Malaysia. Dalam rilis kepada media ini, Senin (31/8/2026) PADMA menilai […]

  • Pakar di Rakor Kemenham: Selesaikan Konflik Papua Lewat Dialog, Bukan Cuma Keamanan

    Pakar di Rakor Kemenham: Selesaikan Konflik Papua Lewat Dialog, Bukan Cuma Keamanan

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    BOGOR, suaratimurindonesia.com– Penyelesaian persoalan di Papua membutuhkan perubahan paradigma dan tidak bisa lagi bersandar pada satu pendekatan saja. Dalam Rapat Koordinasi Kementerian HAM di Bogor 11-14 Juli 2026, para pakar sepakat bahwa pendekatan keamanan murni terbukti belum mampu menghasilkan penyelesaian yang komprehensif. Dibutuhkan cara pandang baru yang lebih inklusif untuk menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya. […]

  • Apresiasi Bupati Spei Konsisten Berpihak Terhadap Keberlanjutan Alam Papua

    Apresiasi Bupati Spei Konsisten Berpihak Terhadap Keberlanjutan Alam Papua

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 568
    • 0Komentar

    JAKARTA – Yayasan Suara Timur Indonesia (STI) salah satu Lembaga yang selama ini konsisten melihat berbagai masalah social di Indonesia Timur ini menilai Langkah Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana untuk memastikan regulasi yang berpihak kepada rakyat khususnya mengikat budaya dan alam Papua di dalam kepentingan Pembangunan dianggap sebagai salah satu terobosan yang patut menjadi […]

  • Dorong Sumba Menjadi Pilot Program Nasional Pencegahan TPPO dan TPKS, Kementerian HAM RI Perkuat Sinergi Lintas Sektor

    Dorong Sumba Menjadi Pilot Program Nasional Pencegahan TPPO dan TPKS, Kementerian HAM RI Perkuat Sinergi Lintas Sektor

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 94
    • 0Komentar

    TAMBOLAKA, suaratimurindonesia.com– Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) RI memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, bersama Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dian Sasmita, Direktur Reserse PPA dan PPO Polda […]

  • Kajian Masyarakat Adat Ok Mek Min Tahap II Digelar, Dokumentasi Nilai Adat Jadi Investasai Masa Depan

    Kajian Masyarakat Adat Ok Mek Min Tahap II Digelar, Dokumentasi Nilai Adat Jadi Investasai Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    OKSIBIL, STI.com — Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Okmin Papua menggelar Kajian Masyarakat Adat Ok Mek Min Tahap II, yang diisi dengan Seminar Awal dan Free, Prior and Informed Consent (FPIC) bagi masyarakat adat etnik Ok Gelombang II. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna SOSKAT Oksibil pada Kamis, 19 Maret […]

expand_less