Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kunjungi Seminari Mataloko, Gubernur Melki Serahkan Bantuan dan Beri Motivasi bagi Para Seminaris

Kunjungi Seminari Mataloko, Gubernur Melki Serahkan Bantuan dan Beri Motivasi bagi Para Seminaris

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BAJAWA, suaratimurindonesia.com– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, pada Kamis (27/8/2026), mengunjungi komunitas Seminari Menengah St. Yohanes Berkhmans Todabelu, Mataloko, Kabupaten Ngada, Flores, NTT.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian tanggap bencana Gempa Flores untuk memastikan penanganan selama masa tanggap darurat berjalan optimal sekaligus memantau kebutuhan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki menyerahkan bantuan berupa sembako dan rendang untuk mendukung kebutuhan komunitas seminari selama masa tanggap darurat.

Usai meninjau kondisi lingkungan seminari, Gubernur Melki menyampaikan bahwa kondisi bangunan Seminari Mataloko relatif aman dibandingkan sejumlah bangunan di wilayah lain yang mengalami kerusakan akibat gempa.

“Puji Tuhan, Seminari Mataloko ini masih relatif aman dari sisi bangunannya kalau kita bandingkan dengan berbagai kerusakan di tempat lain akibat gempa ini,” ujar Gubernur Melki.

Selain menyerahkan bantuan, Gubernur juga berdialog langsung dengan para seminaris. Ia memberikan motivasi agar para calon imam tersebut tetap bersemangat menjalani pendidikan di tengah situasi pascagempa.

Gubernur mengingatkan para seminaris untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG, menjaga kesehatan, serta tetap menjalankan kegiatan pendidikan dengan baik sembari menunggu situasi kembali normal.

“Pokoknya kita menunggu informasi resmi dari BMKG dan berharap agar bencana ini segera pulih. Sambil menunggu semua ini selesai, sekolah tetap jalan karena bagaimanapun kita tetap harus sekolah dengan baik,” kata Melki.

Kepada para seminaris yang dipersiapkan menjadi imam sekaligus calon pemimpin masa depan itu, Gubernur berpesan agar mereka harus memiliki mental yang kuat, tidak mudah menyerah, serta mampu beradaptasi dalam menghadapi berbagai situasi.

“Sebagai calon pemimpin masa depan, adik-adik harus tahan banting, tidak mudah menyerah. Dalam situasi model seperti ini, kita harus bisa menyesuaikan dan bersahabat dengan alam,” pesannya.

Gubernur Melki juga meminta para seminaris untuk tetap menjaga kesehatan dan tidak kehilangan semangat meskipun sedang menghadapi situasi sulit.

“Tetap jaga kesehatan dan jangan pernah menyerah. Karena anak-anak seminari itu terkenal pantang menyerah dan semoga cita-cita kalian untuk menjadi imam senantiasa diberkati selalu oleh Tuhan,” pesan Gubernur.

Apresiasi untuk Gubernur

Praeses Seminari Menengah St. Yohanes Berkhmans Todabelu, Mataloko, RD. Stef Wolo Itu, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Melki beserta rombongan yang telah hadir secara langsung di tengah komunitas seminari.

“Atas nama keluarga besar komunitas Seminari Mataloko, kami sampaikan terima kasih dan apresiasi tulus kepada Bapak Gubernur dan rombongan yang berkenan hadir di tengah-tengah kita,” ujar RD. Stef.

Romo Stef menjelaskan, selama masa gempa, para seminaris tidak diizinkan kembali ke rumah masing-masing. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi keluarga para siswa yang sebagian juga terdampak bencana di daerah asal mereka.

Saat ini, komunitas Seminari Mataloko menampung sekitar 704 siswa dari berbagai wilayah. Selain berasal dari Pulau Flores, para seminaris juga datang dari Timor, Sumba, serta sejumlah daerah di luar NTT.

Pemerintah Provinsi NTT memastikan kondisi masyarakat dan fasilitas pelayanan publik, termasuk lembaga pendidikan, tetap mendapatkan perhatian selama masa tanggap darurat bencana gempa Flores.

Pemerintah Provinsi NTT juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, lembaga keagamaan, satuan pendidikan, serta berbagai pihak guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat.**(GM

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemeriksaan Bupati Kepulauan Aru, Bukti Kejaksaan Tinggi Maluku Tebang Pilih

    Pemeriksaan Bupati Kepulauan Aru, Bukti Kejaksaan Tinggi Maluku Tebang Pilih

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Jakarta, STI.com – Pemeriksaan Bupati Kepulauan Aru, Bukti Kejaksaan Tinggi Maluku Tebang Pilih. Demikian hal itu disampaikan Sakarias Damamain kepada awak media di Jakarta pada senin 6 April 2026. Menurut Sakarias, mereka menilai Kejaksaan tinggi Maluku tebang pilih dalam penegakan hukum, Buktinya bupati kabupaten Maluku Barat Daya yang telah dilaporkan berkali-kali oleh masyarakat bahkan didemo berjilid […]

  • Tren Kekerasan di Papua Meningkat Sejak 2025, Puluhan Warga Sipil Jadi Korban

    Tren Kekerasan di Papua Meningkat Sejak 2025, Puluhan Warga Sipil Jadi Korban

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 88
    • 0Komentar

    BOGOR, suaratimurindonesia.com– Dinamika keamanan di Papua menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dengan meningkatnya angka kekerasan dan korban jiwa. Berdasarkan data empiris yang dipaparkan dalam Rakor Kementerian HAM di Bogor 11-14 Juli 2026 dimana eskalasi konflik belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan. Situasi ini menjadi dasar mendesak bagi pemerintah untuk segera merumuskan rekomendasi kebijakan yang berbasis data […]

  • KOMPAK Indonesia Desak Pengungkapan Orang Kuat Di Balik Korupsi Eks Jampidsus, hingga Ungkit Dugaan Kasus-Kasus Kakap di NTT saat Febrie Adriansyah Menjabat Kajati

    KOMPAK Indonesia Desak Pengungkapan Orang Kuat Di Balik Korupsi Eks Jampidsus, hingga Ungkit Dugaan Kasus-Kasus Kakap di NTT saat Febrie Adriansyah Menjabat Kajati

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 99
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaraindonesiatimur.com– Skandal korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dinilai sebagai potret nyata kejahatan struktural yang merambat dari hulu ekstraksi sumber daya alam hingga bermuara pada krisis penegakan hukum di Indonesia. Penuntasan kasus ini harus diungkap sejak hulu hingga hilir, di sisi lain kasus ini dibongkar tidak saja aktor lapangan […]

  • Yayasan Suara Timur Indonesia Desak Komnas HAM Segera Lakukan Pemantauan Dugaan Pelanggaran HAM di Papua Tengah

    Yayasan Suara Timur Indonesia Desak Komnas HAM Segera Lakukan Pemantauan Dugaan Pelanggaran HAM di Papua Tengah

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    JAKARTA – Yayasan suara Timur Indonesia merespon peristiwa berdarah yang merenggut nyawa Aparat Pehegak Hukum (APH) dan Rakyat Sipil asli Papua. Kasus ini menurut yayasan ini merupakan pelanggaran hukum dan HAM di Tanah Papua. Mereka mengurangi, awal kejadian Kasus Dogiyai dengan dugaan kecurigaan masyarakat terhadap pihak keamanan POLRI/TNI terjadi 2 (dua) kali korban tembak masyarakat […]

  • Warga Desa Persoalkan Pembangunan Jalan Lapen Desa Kroing

    Warga Desa Persoalkan Pembangunan Jalan Lapen Desa Kroing

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    TIAKUR – Warga Desa Kroing Kecamatan Babar Timur Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mempersoalkan Pembangunan jalan lapen di Desa Kroing Kecamatan Babar Timur. Pasalnya, jalan yang baru saja dibangun ini sudah rusak. Kepala Desa dan Pemuda setempat mempersoalkan jalan ini, namun entah mengapa kontraktor terus menyelesaikan proyek ini. “Proyek itu dibangun dan sempat diprotes ibu […]

  • Copot Kapolri Kalau Tidak Memproses Hukum 11 Medsos Yang Memfitnah dan Diskriminasi HAM Menteri Natalius Pigay

    Copot Kapolri Kalau Tidak Memproses Hukum 11 Medsos Yang Memfitnah dan Diskriminasi HAM Menteri Natalius Pigay

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    [JAKARTA, STI.com] – Yayasan Suara Timur Indonesia (STI) memberi penegasan secara tegas kepada Kapolri Lystio Sigit Prabowo untuk segera menangkap dan memproses hukum 11 akun media sosial yang telah melakukan fitnah dan diskriminasi HAM terhadap Menteri HAM Natalius Pigay. “Kami desak Kapolri segera tangkap dan proses hukum, jika itu tidak dilakukan, kami minta copot Kapolri […]

expand_less