JOKOWI Pulang Kampung
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Oleh: Theodorus Widodo*
Ada tempat yang kita datangi untuk berdiam membangun masa depan.
Ada tempat yang kita datangi hanya untuk singgah.
Dan ada tempat yang senantiasa memanggil seseorang untuk selalu pulang.
Itulah kampung halaman.
Bagi Jokowi, Flobamora adalah kampung halamannya yang kedua. Tanah ini menyimpan banyak cerita. Tanah ini memang kering karena terik matahari hampir sepanjang musim, tetapi ia tak pernah kering dari harapan dimata Jokowi. Tanah dengan seribu lebih pulau yang dikelilingi laut luas ini jadi tempat kediaman warga dengan hati yang jauh lebih luas serta penuh persaudaraan.
Di tanah ini Joko Widodo merasakan kehangatan semangat persaudaraan itu.
Delapan belas kali ia datang sebagai seorang pemimpin tertinggi republik mengunjungi semua tempat tanpa kecuali. Ia selalu ingin melihat dari dekat kehidupan rakyatnya. Menyaksikan wajah-wajah sederhana terpinggirkan namun tetap menyimpan harapan besar. Dan ini jadi bagian terpenting dari perjalanannya di wilayah timur nusantara. Di ujung paling selatan negeri ini.
Kini, ketika Jokowi kembali menginjakkan kaki di Bumi Flobamora, kepulangannya terasa seperti membuka kembali lembaran kenangan indah masa lalu.

Begitu banyak infrastruktur yang telah ia bangun.
Ada jalan-jalan yang telah berubah dari tanah berdebu penuh cadas dan kerikil tajam jadi jalan beraspal mulus.
Ada jembatan yang menghubungkan tempat-tempat yang dahulu terasa begitu jauh tersembunyi.
Ada pelabuhan dan bandara dengan berbagai fasilitas canggih dan sekarang jadi bagian penting dari kehidupan masyarakat biasa dan sederhana.
Ada banyak bendungan raksasa yang airnya mengalir sampai jauh, mengairi sawah ribuan hektar.
Ada banyak rumah sakit besar dengan fasilitas lengkap dan canggih yang membuat warga Flobamora tidak perlu lagi susah payah terbang jauh untuk menyelamatkan hidup, hanya dengan bermodalkan kartu BPJS semata.
Ada Labuan Bajo yang ia robah jadi destinasi wisata premium super prioritas berkelas dunia.
Ada banyak bandara yang ia bikin jadi nyaman dan berkelas.
Ada pos lintas batas negara yang merubah wajah Indonesia dimata tetangga dan jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Begitu banyak yang ia bangun di bumi Flobamora ini.
Namun bukan hanya sekadar pembangunan fisik. Yang lebih penting daripada semua itu adalah harapan yang kembali ia tumbuhkan di bumi Flobamora.
Sebab bagi masyarakat di tanah ini, sebuah jalan bukan sekedar aspal sarana lalu lintas. Ia adalah jalan menuju masa depan. Sebuah jembatan bukan hanya gabungan struktur beton bertulang dan baja yang kokoh. Ia adalah penghubung antara manusia dan masa depannya. Sebuah pelabuhan bukan sekedar tempat kapal kapal singgah. Ia adalah pintu penghubung pulau-pulau terpencil dengan dunia diluar sana yang jauh lebih luas dan menawarkan banyak mimpi.
Mungkin karena itu, kepulangannya ke bumi Flobamora memiliki makna tersendiri.
Kali ini Jokowi tidak lagi datang sebagai presiden. Ia datang sebagai seorang anak manusia biasa warga republik yang ingin melepas rindu. Yang kembali ingin melihat tanah yang pernah jadi bagian penting dari perjalanan hidup dan pengabdiannya sebagai seorang kepala negara dan kepala pemerintahan.
Di hadapan wajah-wajah masyarakat Flobamora, ada kenangan manis yang ingin kembali dihadirkan. Tentang masa ketika ia datang membawa harapan dan perjumpaan dari hati kehati seorang presiden dengan rakyatnya yang dicintai. Tentang pembangunan yang jadi bagian penting dari perjalanan pemerintahannya selama satu dekade.
Pemimpin boleh datang dan pergi.
Namun tanah ini tetap tinggal, dan rakyat terus melanjutkan kehidupan.
Flobamora masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Masih ada kemiskinan yang harus diperangi, kesehatan yang harus terus diperjuangkan, alam dan budaya yang perlu terus selalu dirawat.
Masih ada begitu banyak kesenjangan dan masalah yang harus diatasi.
Bagi Jokowi, mencintai bumi Flobamora bukan hanya tentang datang dan pergi.
Mencintai tanah ini adalah tentang meninggalkan legacy yang baik dan memastikan harapan tetap hidup dan tumbuh dalam seluruh jejak langkah kakinya.
Kini, Jokowi pulang.
Kembali ke bumi Flobamora. Ia pulang ke tanah yang pernah menyambut langkahnya dan pernah menjadi bagian penting dari perjalanan kepemimpinan nasionalnya.
Tanah ini menyimpan kenangan tentang perjumpaan seorang pemimpin dan rakyat yang dicintainya.
Ada tempat-tempat yang sejauh apa pun kita pergi, selalu memiliki cara untuk memanggil pulang.
Dan bagi Jokowi, tempat itu adalah bumi Flobamora. Tanah di ujung timur paling selatan nusantara yang dalam kesederhanaannya bagi Jokowi selalu punya ruang untuk berbagi cerita.
Selamat datang Jokowi.
Tanah ini pernah menyimpan langkahmu. Dan ia pasti akan selalu mampu mengenali kembali jejak yang engkau tinggalkan.
Sebab kami, anak anak yang terlahir dari bumi yang keras ini selalu tahu balas budi.*** (CM)
* Penulis adalah Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar