Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum Dan Kriminal » Masalah Jampidsus Penanganannya Harus Sesuai KUHAP Baru

Masalah Jampidsus Penanganannya Harus Sesuai KUHAP Baru

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 242
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pither Ponda Barany, S.H., M.H. (Pandangan Hukum)

JAKARTA – Menyikapi perkembangan pemberitaan mengenai penggeledahan yang dilakukan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya terhadap sejumlah lokasi, termasuk kediaman yang diduga terkait dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan batu bara PT PLN, perkara PT Asabri, dan penyelesaian utang yang melibatkan PT Krakatau Steel, Advokat Pither Ponda Barany, S.H., M.H. memandang perlu menyampaikan pandangan hukum acara pidana secara objektif dan proporsional, tanpa bermaksud melakukan penilaian terhadap pokok perkara maupun bersalah tidaknya pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan.

Pither Ponda menyatakan “ Penggeledahan merupakan tindakan penyidik yang diatur secara khusus dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana”. Terhadap ketentuan mengenai penggeledahan rumah, berlaku prinsip-prinsip pokok sebagai berikut:

  • Penggeledahan rumah pada asasnya hanya dapat dilakukan dengan surat izin Ketua Pengadilan Negeri setempat, sebagai wujud kontrol yudisial (judicial scrutiny) terhadap tindakan penyidik yang bersinggungan dengan hak privasi dan hak atas rumah kediaman warga negara.
  • Dalam keadaan yang sangat perlu dan mendesak, di mana penyidik harus segera bertindak dan tidak dimungkinkan lebih dahulu memperoleh izin, penyidik diperkenankan melakukan penggeledahan tanpa izin terlebih dahulu, dengan kewajiban untuk segera melaporkan tindakan tersebut kepada Ketua Pengadilan Negeri guna memperoleh persetujuan.
  • Penggeledahan wajib disaksikan oleh kepala desa/lurah atau ketua lingkungan setempat beserta dua orang saksi, dan sedapat mungkin dihadiri oleh pemilik atau penghuni rumah yang bersangkutan.
  • Penyidik wajib membuat Berita Acara Penggeledahan, yang turunannya disampaikan kepada pemilik atau penghuni rumah. Ketentuan tersebut merupakan pembatasan hukum (rechtmatige beperking) yang bertujuan menjaga keseimbangan antara kepentingan penegakan hukum dan perlindungan hak asasi warga negara, sekaligus mencegah tindakan sewenang-wenang aparat.

Lanjut Pither Ponda “ Perlu dipahami bahwa penggeledahan dan penyitaan merupakan bagian dari upaya paksa (dwangmiddelen) dalam tahap penyidikan yang bertujuan mengumpulkan bukti permulaan guna membuat terang suatu tindak pidana”. Secara hukum acara pidana, tindakan tersebut dapat dilakukan sepanjang telah terdapat dugaan yang cukup mengenai adanya tindak pidana, dan tidak selalu mensyaratkan telah ditetapkannya seseorang sebagai tersangka terlebih dahulu.

Penetapan status tersangka merupakan hasil dari proses penyidikan, bukan prasyarat mutlak untuk dilakukannya penggeledahan Menurutnya, sistem penegakan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia, kewenangan penyidikan tidak berada pada satu institusi tunggal. Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan Republik Indonesia, dan Komisi Pemberantasan Korupsi sama-sama memiliki kewenangan penyidikan tindak pidana korupsi berdasarkan undang-undang masing-masing, dengan mekanisme koordinasi dan supervisi yang diletakkan pada Komisi Pemberantasan Korupsi. Konstruksi kewenangan yang bersifat konkuren ini pada dasarnya sah secara hukum, sepanjang tidak terjadi penanganan ganda (nebis in idem administratif) atas perkara dan objek yang sama.

Sehubungan dengan itu, sikap resmi Kejaksaan Agung yang menyatakan menghormati proses penyidikan yang dilakukan oleh Polri merupakan sikap yang tepat dan sejalan dengan asas kemandirian fungsional (functional independence) antarlembaga penegak hukum. Prinsip ini penting dijaga agar proses hukum tidak terganggu oleh sentimen kelembagaan maupun relasi personal pejabat yang terlibat. Belum ada kesalahan sebelum ada putusan pengadilan tetap. Ditemukannya sejumlah barang bukti dalam suatu penggeledahan, termasuk uang tunai, emas, maupun mata uang asing, belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kesalahan pidana pihak mana pun.

Asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) sebagaimana dianut hukum acara pidana Indonesia menegaskan bahwa setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau dihadapkan ke muka sidang pengadilan wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Barang bukti hasil penggeledahan baru memiliki kedudukan sebagai alat bukti yang akan diuji kebenaran dan relevansinya melalui proses hukum lebih lanjut, termasuk pada tahap pemeriksaan di persidangan.

Beberapa hal yang patut menjadi perhatian bersama dalam penanganan perkara ini adalah sebagai berikut:

  1. Kepatuhan terhadap prosedur formil penggeledahan, khususnya keberadaan izin atau persetujuan Ketua Pengadilan Negeri, kehadiran saksi, dan pembuatan Berita Acara, merupakan syarat sahnya tindakan penyidikan. Ketiadaan atau pelanggaran terhadap prosedur tersebut berpotensi menjadi objek keberatan melalui lembaga praperadilan sebagaimana diatur dalam hukum acara pidana.
  2. Setiap pihak, termasuk aparat maupun institusi negara, sepatutnya tidak melakukan tindakan yang dapat menghalangi, mempersulit, atau merintangi secara langsung maupun tidak langsung proses penyidikan yang sedang berjalan, mengingat perbuatan demikian dapat dikategorikan sebagai tindak pidana tersendiri dalam undang-undang tindak pidana korupsi.
  3. Independensi dan objektivitas penyidik maupun penuntut umum harus tetap dijaga, tanpa intervensi dari pihak mana pun, guna memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai koridor hukum acara pidana yang berlaku dan prinsip negara hukum.

Pither Ponda Barany, S.H., M.H. berpandangan bahwa penanganan perkara ini sepatutnya dikawal secara transparan dan akuntabel oleh seluruh pihak, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, kepastian hukum, dan perlindungan hak asasi manusia, sebagaimana menjadi fondasi hukum acara pidana Indonesia. Pernyataan ini disampaikan semata-mata sebagai kontribusi wacana hukum bagi publik, bukan sebagai bentuk keberpihakan terhadap pihak mana pun dalam perkara yang bersangkutan. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yayasan Suara Timur Indonesia Desak Bupati Welem Wandik Sikapi Kasus Pembunuhan Alias Papuagen

    Yayasan Suara Timur Indonesia Desak Bupati Welem Wandik Sikapi Kasus Pembunuhan Alias Papuagen

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Jakarta – Yayasan Suara Timur Indonesia mendesak Bupati Tolikara, Welem Wandik untuk merespon dan membela korban pembunuhan bernama Alias Papuagen alias Korona Penggu pria berusia 19 tahun yang diduga dilakukan aparat Brimob setempat. Koroa Penggu adalah seorang warga sipil yang berasal dari Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara. Ketua Yayasan Suara Timur Indonesia, Martinho de […]

  • PADMA Indonesia Desak Kapolri Angkat Penasihat Khusus TPPO dari Masyarakat Sipil

    PADMA Indonesia Desak Kapolri Angkat Penasihat Khusus TPPO dari Masyarakat Sipil

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 50
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA Indonesia) mendesak Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto segera membentuk dan mengangkat Penasihat Khusus Kapolri Bidang Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari unsur masyarakat sipil. Menurut PADMA, hal itu merupakan langkah konkret untuk membuktikan bahwa semangat “Polisi Bersama Masyarakat” bukan sekadar slogan, melainkan […]

  • Warga Lapas Bisa Dilibatkan Dalam Program Makan Bergizi Gratis Play Button

    Warga Lapas Bisa Dilibatkan Dalam Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle OkminTV
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Cianjur, Okmintv.com – Kementerian HAM Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja di Lapas Cianjur. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memastikan layanan terbaik bagi warga binaan lapas, Salah satu yang dilihat KemenHAM adalah aspek layanan makanan yang harus layak sebagai bentuk pemanuhan hak asasi manusia sebagai warga negara. Kedatangan Tim Kementerian HAM yang dipimpin Martinus Gabriel Goa selaku […]

  • Tren Kekerasan di Papua Meningkat Sejak 2025, Puluhan Warga Sipil Jadi Korban

    Tren Kekerasan di Papua Meningkat Sejak 2025, Puluhan Warga Sipil Jadi Korban

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    BOGOR, suaratimurindonesia.com– Dinamika keamanan di Papua menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dengan meningkatnya angka kekerasan dan korban jiwa. Berdasarkan data empiris yang dipaparkan dalam Rakor Kementerian HAM di Bogor 11-14 Juli 2026 dimana eskalasi konflik belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan. Situasi ini menjadi dasar mendesak bagi pemerintah untuk segera merumuskan rekomendasi kebijakan yang berbasis data […]

  • Pemeriksaan Bupati Kepulauan Aru, Bukti Kejaksaan Tinggi Maluku Tebang Pilih

    Pemeriksaan Bupati Kepulauan Aru, Bukti Kejaksaan Tinggi Maluku Tebang Pilih

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Jakarta, STI.com – Pemeriksaan Bupati Kepulauan Aru, Bukti Kejaksaan Tinggi Maluku Tebang Pilih. Demikian hal itu disampaikan Sakarias Damamain kepada awak media di Jakarta pada senin 6 April 2026. Menurut Sakarias, mereka menilai Kejaksaan tinggi Maluku tebang pilih dalam penegakan hukum, Buktinya bupati kabupaten Maluku Barat Daya yang telah dilaporkan berkali-kali oleh masyarakat bahkan didemo berjilid […]

  • Negara Harus Hadir! Kementerian HAM Prioritaskan Pemenuhan Hak Pengungsi Papua

    Negara Harus Hadir! Kementerian HAM Prioritaskan Pemenuhan Hak Pengungsi Papua

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    BOGOR, suaratimurindonesia.com– Masalah kemanusiaan akibat konflik di Papua mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dalam Rapat Koordinasi Tim Khusus Papua di Bogor 11-14 Juli 2026. Kementerian HAM menegaskan komitmennya untuk memperkuat strategi perlindungan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh situasi keamanan yang tidak kondusif. Langkah implementatif kini tengah disusun agar penanganan di lapangan dapat berjalan […]

expand_less