Bupati Manggarai Apresiasi Kepedulian JHL Foundation untuk Korban Gempa Flores
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANGGARAI, suaratimurindonesia.com– Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menyampaikan terima kasih kepada Yayasan JHL Merah Putih Kasih(JHL Foundation) atas kepedulian dan kebersamaan dalam membantu masyarakat terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ucapan tersebut disampaikan Bupati Hery setelah tim JHL Foundation selama hampir satu pekan bergerak menyusuri sejumlah desa dan kampung terdampak di Flores, menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat, sekaligus berkoordinasi secara intens dengan pemerintah daerah dan BPBD.
“Saya Herybertus Geradus Laju Nabit, Bupati Manggarai, NTT, menyampaikan limpah terima kasih kepada JHL Foundation. Atas nama seluruh masyarakat Manggarai, kami menyampaikan banyak terima kasih atas partisipasi dan kebersamaan teman-teman JHL Foundation yang selama hampir satu minggu hadir bersama kami di Manggarai,” ujar Bupati Hery, Rabu (26/8/2026).
Bupati Hery mengatakan, kepedulian berbagai pihak sangat membantu masyarakat yang masih menghadapi situasi sulit setelah bencana gempa tektonik yang mengguncang Flores pada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu.
“Niat baik bagi pulihnya Manggarai tentu akan mendapatkan balasan yang berlimpah. Dari kami, masyarakat Manggarai, kami mengucapkan terima kasih. Semoga JHL Foundation tidak berhenti berkiprah dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan di seluruh Nusantara,” ungkapnya.
Diketahui, selama hampir satu pekan di Flores, JHL Foundation menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 1,3 miliar dalam bentuk paket sembako berupa beras, mie instan, telur ayam, minyak goreng, susu, pakaian, selimut, terpal, karpet, serta kebutuhan dasar lainnya.
Bantuan disalurkan secara langsung dari desa ke desa untuk memastikan masyarakat yang terdampak, termasuk mereka yang berada di wilayah pelosok, dapat menerima bantuan secara tepat sasaran.
Sementara di Manggarai Barat, tim JHL Foundation mendatangi Desa Mbuit, Kecamatan Boleng; Desa Kombo Tengah; Desa Rego, Kecamatan Macang Pacar; serta Desa Watu Baru.
Penyaluran bantuan kemudian berlanjut ke Kabupaten Manggarai meliputi Desa Welong dan Desa Ranggi, Kecamatan Wae Ri’i; Kampung Rentung, Desa Belang Turi; Desa Goloworok; Desa Meler; serta Kampung Barang Kolong dan Kampung Baru di Kecamatan Reok.
Sedangkan di Manggarai Timur, bantuan menjangkau Kampung Gongger, Desa Satar Punda Barat; Kampung Maki, Desa Satar Kampas; Kampung Dampek, Desa Satar Padut; Desa Golokokum Timur; Desa Golokokum Barat; Desa Sonot; Desa Sambi Mese; hingga Kampung Pegunungan, Desa Lada Mese.
Pada hari ketiga, sebanyak 50 paket bantuan disalurkan di Desa Welong dan Desa Ranggi. Hari keempat, tim kembali membagikan 130 paket di Kampung Rentung, Desa Belang Turi, Desa Goloworok, dan Desa Meler.
Hari kelima menjadi salah satu perjalanan terpanjang. Bergerak sejak pagi hingga hampir tengah malam, tim menyalurkan hampir 200 paket di sejumlah wilayah Reok dan Manggarai Timur.
Di sejumlah titik, tim menemukan kerusakan rumah yang sangat berat. Di Kampung Maki dan Kampung Dampek, banyak rumah warga roboh hingga rata dengan tanah. Sejumlah warga meninggal dunia dan lainnya mengalami cedera berat akibat gempa.
Bahkan saat penyaluran berlangsung di Kampung Dampek, gempa kembali terasa. Warga sontak panik dan trauma kembali muncul. Tim JHL Foundation ikut memastikan warga berada di tempat aman sebelum melanjutkan proses penyaluran bantuan.
Selain membawa bantuan, tim juga berdialog dengan warga, memberikan semangat, serta menghibur anak-anak, lansia, dan keluarga yang masih bertahan di pengungsian, baik pengungsian bersama maupun mandiri.

Menjangkau Mereka yang Terisolir
Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih, Jerry Hermawan Lo, mengatakan perjalanan selama hampir satu pekan memperlihatkan bahwa masyarakat Flores masih membutuhkan dukungan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.
“Kami tidak ingin bantuan berhenti di tempat yang mudah didatangi. Justru masyarakat di pelosok yang rumahnya hancur dan aksesnya sulit harus kita datangi. Kami ingin melihat sendiri keadaan mereka, mendengar cerita mereka, dan memastikan mereka tahu bahwa ada yang peduli,” kata Jerry.
Jerry menegaskan, bantuan yang diberikan tidak hanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas bagi masyarakat Flores.
“Kami mungkin tidak bisa mengembalikan rumah yang sudah hancur atau menghapus trauma yang mereka alami. Tetapi kami bisa hadir, membawa apa yang kami mampu, dan memastikan mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian,” katanya.
JHL Foundation memastikan penyaluran bantuan akan terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah, BPBD, serta masyarakat setempat agar bantuan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan secara tepat sasaran dan merata.
Bagi JHL Foundation, hampir sepekan perjalanan di Flores bukan semata tentang jumlah paket yang telah disalurkan. Perjalanan tersebut menjadi upaya untuk hadir, mendengar, dan menemani masyarakat Flores melewati masa sulit setelah gempa.** (GM)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar