Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lintas Daerah » Kesonbongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

Kesonbongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
  • visibility 80
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Sonni Lokobal
Ketua Analisis Papua Strategis (APS) Provinsi Papua Pegunungan

Dalam kepemimpinan pemerintahan, kecerdasan intelektual tidak boleh berjalan tanpa kecerdasan sosial. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu memahami data, regulasi, dan konsep pembangunan, tetapi juga wajib memahami perasaan, kebutuhan, pengalaman, serta suara masyarakat yang dipimpinnya.

Saya melihat ada gejala yang perlu menjadi perhatian dalam kepemimpinan pemerintahan hari ini: kesombongan intelektual atau dalam istilah akademik dapat dikaitkan dengan epistemic arrogance—kecenderungan merasa bahwa pengetahuan, cara pandang, atau keputusan sendiri paling benar sehingga pandangan masyarakat, bawahan, maupun pihak lain kurang dianggap penting.

Dalam konteks tertentu, gejala ini bahkan sering digambarkan dengan istilah “God Complex”, yaitu sikap psikologis ketika seseorang merasa memiliki otoritas atau kebenaran yang seolah-olah berada di atas kritik. Namun istilah tersebut harus digunakan secara hati-hati. Kritik terhadap pola kepemimpinan tidak boleh berubah menjadi diagnosis terhadap pribadi seseorang.

Pemerintahan pada dasarnya adalah hubungan sosial. Kekuasaan diberikan bukan untuk menciptakan jarak antara pemimpin dan rakyat, melainkan untuk membangun kepercayaan. Karena itu, pemimpin harus mampu mendengar sebelum memutuskan, berdialog sebelum mengambil kebijakan, dan membuka ruang koreksi ketika kebijakan belum menjawab kebutuhan masyarakat.

Di Papua Pegunungan, prinsip ini menjadi semakin penting. Masyarakat memiliki struktur sosial, adat, agama, sejarah, dan pengalaman hidup yang tidak selalu dapat dibaca hanya melalui angka-angka dalam dokumen pemerintahan. Data memang penting, tetapi data tanpa konteks sosial dapat menghasilkan kebijakan yang benar secara administratif tetapi belum tentu dirasakan benar oleh masyarakat.

Pemimpin yang kuat bukanlah pemimpin yang tidak pernah dikritik. Justru kekuatan kepemimpinan terlihat dari kemampuan menerima kritik tanpa merasa kehilangan kewibawaan. Kritik publik bukan ancaman terhadap pemerintah kritik adalah mekanisme sosial untuk mengoreksi kekuasaan agar tetap berada pada jalur kepentingan rakyat.

Karena itu, pemerintahan Papua Pegunungan membutuhkan kepemimpinan yang menggabungkan intelektualitas, kerendahan hati, kecerdasan sosial, dan keberanian untuk mendengar. Jangan sampai pengetahuan menjadi tembok yang memisahkan pemerintah dari rakyat.

Sebab pada akhirnya, pemerintah bukan hanya tentang siapa yang paling tahu, tetapi siapa yang paling mampu memahami dan melayani mereka yang dipimpinnya.

Selamat malam salam sehat untuk kita semua wa wa wa 🙏🏽
Wamena Leyowa. 24 September 2026

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Febrie Adriansyah Resmi Ditetapkan Tersangka Kasus Batu Bara dan TPPU

    Febrie Adriansyah Resmi Ditetapkan Tersangka Kasus Batu Bara dan TPPU

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 88
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri resmi menetapkan eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah (FA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola batu bara. “Kemudian kita juga telah menetapkan saudara FA dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam proses penanganan hukum oleh pegawai negeri atau oknum penyelenggara negara […]

  • Kementerian HAM Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Dorong Sumba Menjadi Pilot Program Nasional Pencegahan TPPO dan TPKS

    Kementerian HAM Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Dorong Sumba Menjadi Pilot Program Nasional Pencegahan TPPO dan TPKS

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sumba Barat – Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, bersama Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dian Sasmita, Direktur Reserse PPA dan PPO Polda […]

  • Pater John Djonga: Pembela HAM di Tanah Papua

    Pater John Djonga: Pembela HAM di Tanah Papua

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Oleh: Gabriel Goa* Saya secara pribadi tergerak hati untuk melakukan Annuntiare (berani mengungkap dan menyuarakan KEBENARAN) dan Dennuntiareb (berani membongkar sistem yang buruk hingga ke akar-akarnya dan ciptakan sistem yang baru) untuk kepentingan dan kebaikan banyak orang (bonum communae), berawal dari perjuangan bersama Alm. Romo Mangunwijaya di Kedungombo, Romo John Hanu dalam kasus Colol dan […]

  • PIAR-JarNas NTT Pertanyakan Bukti BP3MI soal Kematian PMI Chaterine Rohi

    PIAR-JarNas NTT Pertanyakan Bukti BP3MI soal Kematian PMI Chaterine Rohi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    KUPANG, suaratimurindonesia.com– Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat Nusa Tenggara Timur (PIAR-NTT) melayangkan pengaduan resmi terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), pemalsuan dokumen anak di bawah umur, serta misteri kematian Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Kupang, almarhumah Catherine Septiani Rohi. Pengaduan tersebut ditujukan kepada Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Kepala Balai […]

  • Yayasan Suara Timur Indonesia Dukung lankah JK Laporkan Rismon Sianipar Play Button

    Yayasan Suara Timur Indonesia Dukung lankah JK Laporkan Rismon Sianipar

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Jakarta – Yayasan Suara Timur Indonesia memberi dukungan penuh terhadap mantan wakil presiden RI Jusuf Kala yang telah melaporkan Rismon Sianipar. Menurut Yayasan ini, Tuduhan Rismon Sianipar yang menyebut mantan Wakil Presiden Jusuf Kalah membiayai Langkah Roy Suryo CS dalam kasus ijazah Jokowi sangat menciderai nama besar dan martabat Jusuf Kala sebagai bapak bangsa asal […]

  • Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Rp 200 Miliar saat Kunjungi Korban Gempa Flores

    Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Rp 200 Miliar saat Kunjungi Korban Gempa Flores

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 58
    • 0Komentar

    NAGEKEO, suaratimurindonesia.com– Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya turun langsung ke wilayah terdampak gempa berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 lalu. Presiden bersama rombongan tiba di Nagekeo, Flores, NTT pada Rabu (26/8/2026) dan langsung menggelar rapat koordinasi bersama para Menteri, jajaran TNI, Polri, Gubernur NTT, serta Bupati Nagekeo, bertempat di posko […]

expand_less