Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosok » Pater John Djonga: Pembela HAM di Tanah Papua

Pater John Djonga: Pembela HAM di Tanah Papua

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Gabriel Goa*

Saya secara pribadi tergerak hati untuk melakukan Annuntiare (berani mengungkap dan menyuarakan KEBENARAN) dan Dennuntiareb (berani membongkar sistem yang buruk hingga ke akar-akarnya dan ciptakan sistem yang baru) untuk kepentingan dan kebaikan banyak orang (bonum communae), berawal dari perjuangan bersama Alm. Romo Mangunwijaya di Kedungombo, Romo John Hanu dalam kasus Colol dan Perampokan Hak Ekosob Masyarakat Adat Dayak, Romo Nobert Betan, Bapa Thom Beanal, Pater Neles dan Pater John Djonga, bersama semua Romo, Suster, Pendeta, Kyai dan Awam Pejuang Kemanusiaan.

Saya semakin berani membela Hak Asasi Manusia (HAM) bersama Bapa Natalius Pigai sejak menjadi Komisioner Komnas HAM dan selalu berjumpa Pater Neles dan Pater John Djonga untuk membahas persoalan pelanggaran HAM di Papua.

Semakin kuat empati dan belarasa terhadap korban pelanggaran HAM voice of the voiceless, ketika teman seangkatan dan pembimbing di Girisonta ditembak mati menjadi martir di bumi Lorosae, juga teman perjuangan buruh dan aktivis dibunuh yakni Marsinah, termasuk Widji Tukul dan basodara lainnya yang hilang hingga saat ini.

Diteguhkan lagi saat wawancara langsung dengan Uskup Desmond Tutu dan Bapa HAM Dunia, Nelson Mandela, serta menekuni referensi perjuangan para pejuang HAM Internasional seperti Mahatma Gandhi, Bunda Theressa dari Calcutta, Nelson Mandela dan Dalai Lama.

Secara pribadi terlibat aktif empati dan belarasa dengan Papua adalah mendukung total perjuangan Pater Neles, Uskup Muninghof, OFM, Thom Beanal, Pater John Djonga dan para Pejuang HAM yang tidak disebutkan, untuk menjaga keselamatan mereka dari Kejahatan Luar Biasa (Extra Ordinary Crime) kaum serakah jahanam yang biasa membinasakan pejuang-pejuang HAM Papua.

Secara pribadi, saya sampaikan kepada Pater John Djonga, Papua butuh Orang yang berani ungkap dan menyuarakan KEBENARAN, Suara Kenabian melalui strategi advokasi Annuntiare dan Dennuntiare yakni membongkar kejahatan perampokan Hak-Hak Ekosob Orang Asli Papua (OAP) oleh Kaum Kuat Kuasa, Kuat Modal dan Senjata, perampokan uang APBN dan APBD atas nama rakyat Papua (Korupsi Berjamaah kongkalikong) dan pembantaian secara keji dan brutal terhadap rakyat sipil, baik OAP maupun non OAP menjadi korban voice of the voiceless.

Kini Tuhan Yesus Sang Guru menggunakan cemeti, melecut Pater dan kita semua untuk berjuang membela dan menyelamatkan Tanah Penginjilan Papua dengan spiritualitas Sang Guru Kenosis, passing over dan profetik, serta advokasi Sang Guru yakni Annuntiare dan Dennuntiare menuju Tanah Papua yang Adil, Damai dan Sejahtera melawan para perampok yang serakah dan penjahat HAM dalam rupa malaikat tetapi berhati busuk Beelzebul; berbulu domba tetapi buas dan ganas seperti Serigala di Papua.

Biarlah legiun Beelzebul dalam wujud manusia serakah dan jahat masuk dalam Pesta Babi benaran seperti 2000 tahun lalu, Sang Guru memasukkan mereka dalam tubuh babi-babi dan semua masuk ke dalam jurang Neraka.

Saatnya Pater dan semua Korban OAP sampaikan futuro de Papua yang Adil (Iustitia), Damai (Pax) dan Sejahtera (Salus) kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri HAM Natalius Pigai.

Pendekatan Kasih Pantang Kekerasan menuju Papua yang Adil, Damai dan Sejahtera sangat diperlukan saat ini. Bersama Menteri HAM, Bapak Pigai dan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, kita wujudkan cita dan misi nyata Sang Guru di Tanah Papua. Ad Maiorem Dei Gloriam.

* Gabriel Goa adalah Pejuang HAM dan Pembela voice of the voiceless dan korban pelanggaran HAM.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangsa dan Gereja Yang Terluka

    Bangsa dan Gereja Yang Terluka

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Oleh Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman “Siapa yang menembak mati pilot Egon Irawan dan Co-Pilot Baskoro Adi Anggoro pada 11 Februari 2026 di Boven Digul?” Wajah militer Indonesia di Tanah Papua Barat digambarkan dengan jelas dan terang oleh alm. Frans Lieshout, OFM tentang pengalamannya sekitar 62 tahun silam tepatnya pada 1 Mei 1963. “Saya sempat […]

  • Menembus Bukit dan Jalan Terjal, JHL Foundation Terus Menyisir Pelosok Flores

    Menembus Bukit dan Jalan Terjal, JHL Foundation Terus Menyisir Pelosok Flores

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    MANGGARAI, suaratimurindonesia.com– Hari ketujuh penyaluran bantuan kemanusiaan Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation) di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) diwarnai dengan perjalanan panjang dan medan yang tidak mudah. Dari pagi hingga petang, tim kembali menyusuri desa-desa terdampak gempa, menembus bukit, jalan berbatu, tanjakan curam, hingga lubang-lubang besar demi memastikan bantuan sampai ke masyarakat yang […]

  • Copot Kapolri Kalau Tidak Memproses Hukum 11 Medsos Yang Memfitnah dan Diskriminasi HAM Menteri Natalius Pigay

    Copot Kapolri Kalau Tidak Memproses Hukum 11 Medsos Yang Memfitnah dan Diskriminasi HAM Menteri Natalius Pigay

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    [JAKARTA, STI.com] – Yayasan Suara Timur Indonesia (STI) memberi penegasan secara tegas kepada Kapolri Lystio Sigit Prabowo untuk segera menangkap dan memproses hukum 11 akun media sosial yang telah melakukan fitnah dan diskriminasi HAM terhadap Menteri HAM Natalius Pigay. “Kami desak Kapolri segera tangkap dan proses hukum, jika itu tidak dilakukan, kami minta copot Kapolri […]

  • Solider Nyata Julie Laiskodat: Kucurkan Bantuan Rp 100 Juta Dukung MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

    Solider Nyata Julie Laiskodat: Kucurkan Bantuan Rp 100 Juta Dukung MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 134
    • 0Komentar

    NAGEKEO, suaratimurindonesia.com– Kabupaten Nagekeo menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2026. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut, Anggota DPR RI Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, tak tanggung-tqnggung mengucurkan bantuan senilai Rp 100 juta. Bantuan tersebut diserahkan kepada […]

  • Petrus Selestinus Duga Jokowi sebagai Aktor Intelektual Dalam Pusaran Kasus Korupsi di BGN

    Petrus Selestinus Duga Jokowi sebagai Aktor Intelektual Dalam Pusaran Kasus Korupsi di BGN

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 113
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase yang semakin serius. Kejaksaan Agung telah menetapkan sejumlah pejabat di lingkup Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola MBG. Namun, perkara ini tidak berhenti pada dugaan penyimpangan administrasi semata. Pernyataan salah satu tersangka yang menyatakan kesediaannya menjadi Justice Collaborator […]

  • Lebih Baik “Berjudi” Daripada Diam dan Mati Diisap

    Lebih Baik “Berjudi” Daripada Diam dan Mati Diisap

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Oleh: Angelo Wake Kako*   Tulisan Dahlan Iskan, Mantan Menteri BUMN, tokoh senior kita beberapa waktu lalu, menarik untuk didiskusikan. DI secara jelas menyatakan saat ini kita sedang “berjudi”, untuk mencoba menerapkan Pasal 33 UUD 1945, yang sejak negara ini berdiri belum sempat diterapkan. DI melihat situasi yang berbeda berkaitan dengan kondisi kebatinan pendiri bangsa […]

expand_less