Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosok » Pater John Djonga: Pembela HAM di Tanah Papua

Pater John Djonga: Pembela HAM di Tanah Papua

  • account_circle Admin
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Gabriel Goa*

Saya secara pribadi tergerak hati untuk melakukan Annuntiare (berani mengungkap dan menyuarakan KEBENARAN) dan Dennuntiareb (berani membongkar sistem yang buruk hingga ke akar-akarnya dan ciptakan sistem yang baru) untuk kepentingan dan kebaikan banyak orang (bonum communae), berawal dari perjuangan bersama Alm. Romo Mangunwijaya di Kedungombo, Romo John Hanu dalam kasus Colol dan Perampokan Hak Ekosob Masyarakat Adat Dayak, Romo Nobert Betan, Bapa Thom Beanal, Pater Neles dan Pater John Djonga, bersama semua Romo, Suster, Pendeta, Kyai dan Awam Pejuang Kemanusiaan.

Saya semakin berani membela Hak Asasi Manusia (HAM) bersama Bapa Natalius Pigai sejak menjadi Komisioner Komnas HAM dan selalu berjumpa Pater Neles dan Pater John Djonga untuk membahas persoalan pelanggaran HAM di Papua.

Semakin kuat empati dan belarasa terhadap korban pelanggaran HAM voice of the voiceless, ketika teman seangkatan dan pembimbing di Girisonta ditembak mati menjadi martir di bumi Lorosae, juga teman perjuangan buruh dan aktivis dibunuh yakni Marsinah, termasuk Widji Tukul dan basodara lainnya yang hilang hingga saat ini.

Diteguhkan lagi saat wawancara langsung dengan Uskup Desmond Tutu dan Bapa HAM Dunia, Nelson Mandela, serta menekuni referensi perjuangan para pejuang HAM Internasional seperti Mahatma Gandhi, Bunda Theressa dari Calcutta, Nelson Mandela dan Dalai Lama.

Secara pribadi terlibat aktif empati dan belarasa dengan Papua adalah mendukung total perjuangan Pater Neles, Uskup Muninghof, OFM, Thom Beanal, Pater John Djonga dan para Pejuang HAM yang tidak disebutkan, untuk menjaga keselamatan mereka dari Kejahatan Luar Biasa (Extra Ordinary Crime) kaum serakah jahanam yang biasa membinasakan pejuang-pejuang HAM Papua.

Secara pribadi, saya sampaikan kepada Pater John Djonga, Papua butuh Orang yang berani ungkap dan menyuarakan KEBENARAN, Suara Kenabian melalui strategi advokasi Annuntiare dan Dennuntiare yakni membongkar kejahatan perampokan Hak-Hak Ekosob Orang Asli Papua (OAP) oleh Kaum Kuat Kuasa, Kuat Modal dan Senjata, perampokan uang APBN dan APBD atas nama rakyat Papua (Korupsi Berjamaah kongkalikong) dan pembantaian secara keji dan brutal terhadap rakyat sipil, baik OAP maupun non OAP menjadi korban voice of the voiceless.

Kini Tuhan Yesus Sang Guru menggunakan cemeti, melecut Pater dan kita semua untuk berjuang membela dan menyelamatkan Tanah Penginjilan Papua dengan spiritualitas Sang Guru Kenosis, passing over dan profetik, serta advokasi Sang Guru yakni Annuntiare dan Dennuntiare menuju Tanah Papua yang Adil, Damai dan Sejahtera melawan para perampok yang serakah dan penjahat HAM dalam rupa malaikat tetapi berhati busuk Beelzebul; berbulu domba tetapi buas dan ganas seperti Serigala di Papua.

Biarlah legiun Beelzebul dalam wujud manusia serakah dan jahat masuk dalam Pesta Babi benaran seperti 2000 tahun lalu, Sang Guru memasukkan mereka dalam tubuh babi-babi dan semua masuk ke dalam jurang Neraka.

Saatnya Pater dan semua Korban OAP sampaikan futuro de Papua yang Adil (Iustitia), Damai (Pax) dan Sejahtera (Salus) kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri HAM Natalius Pigai.

Pendekatan Kasih Pantang Kekerasan menuju Papua yang Adil, Damai dan Sejahtera sangat diperlukan saat ini. Bersama Menteri HAM, Bapak Pigai dan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, kita wujudkan cita dan misi nyata Sang Guru di Tanah Papua. Ad Maiorem Dei Gloriam.

* Gabriel Goa adalah Pejuang HAM dan Pembela voice of the voiceless dan korban pelanggaran HAM.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masalah Jampidsus Penanganannya Harus Sesuai KUHAP Baru

    Masalah Jampidsus Penanganannya Harus Sesuai KUHAP Baru

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Pither Ponda Barany, S.H., M.H. (Pandangan Hukum) JAKARTA – Menyikapi perkembangan pemberitaan mengenai penggeledahan yang dilakukan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya terhadap sejumlah lokasi, termasuk kediaman yang diduga terkait dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi […]

  • Kunjungi Seminari Mataloko, Gubernur Melki Serahkan Bantuan dan Beri Motivasi bagi Para Seminaris

    Kunjungi Seminari Mataloko, Gubernur Melki Serahkan Bantuan dan Beri Motivasi bagi Para Seminaris

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 34
    • 0Komentar

    BAJAWA, suaratimurindonesia.com– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, pada Kamis (27/8/2026), mengunjungi komunitas Seminari Menengah St. Yohanes Berkhmans Todabelu, Mataloko, Kabupaten Ngada, Flores, NTT. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian tanggap bencana Gempa Flores untuk memastikan penanganan selama masa tanggap darurat berjalan optimal sekaligus memantau kebutuhan masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki […]

  • Bersama Rintihan Korban Bencana, Koalisi Masyarakat Flores: Hentikan Proyek Geothermal di Flores-Lembata! photo_camera 1

    Bersama Rintihan Korban Bencana, Koalisi Masyarakat Flores: Hentikan Proyek Geothermal di Flores-Lembata!

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 73
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Langit Flores kini diselimuti kabut duka. Pulau Nusa Bunga senandungkan kidung lara. Alam bergejolak dasyat, gempa tektonik hentakkan bumi menghujam nurani tanpa pamrih. Puluhan orang hilang nyawa, ratusan bangunan luluh lantah, ribuan manusia dilanda ketakutan dan kepanikan, memilih bertahan di tenda-tenda pengungsian darurat. Pesan duka mengalir dari segala penjuru bumi. Banyak hari tergerak […]

  • PADMA Indonesia Desak Polri Jangan Tutup Jejak TPPO Dalam Kasus Chatrine Rohi

    PADMA Indonesia Desak Polri Jangan Tutup Jejak TPPO Dalam Kasus Chatrine Rohi

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Lembaga Hukum dan HAM, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia mendesak Polda Nusa Tenggara Timur bersama Bareskrim Polri mengusut tuntas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam kasus Chatrine Septiani Rohi, pekerja migran Indonesia asal Kota Kupang yang meninggal dunia di Malaysia. Dalam rilis kepada media ini, Senin (31/8/2026) PADMA menilai […]

  • Solider Nyata Julie Laiskodat: Kucurkan Bantuan Rp 100 Juta Dukung MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

    Solider Nyata Julie Laiskodat: Kucurkan Bantuan Rp 100 Juta Dukung MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    NAGEKEO, suaratimurindonesia.com– Kabupaten Nagekeo menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2026. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut, Anggota DPR RI Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, tak tanggung-tqnggung mengucurkan bantuan senilai Rp 100 juta. Bantuan tersebut diserahkan kepada […]

  • Warga Desa Persoalkan Pembangunan Jalan Lapen Desa Kroing

    Warga Desa Persoalkan Pembangunan Jalan Lapen Desa Kroing

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    TIAKUR – Warga Desa Kroing Kecamatan Babar Timur Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mempersoalkan Pembangunan jalan lapen di Desa Kroing Kecamatan Babar Timur. Pasalnya, jalan yang baru saja dibangun ini sudah rusak. Kepala Desa dan Pemuda setempat mempersoalkan jalan ini, namun entah mengapa kontraktor terus menyelesaikan proyek ini. “Proyek itu dibangun dan sempat diprotes ibu […]

expand_less