Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Politisi Demokrat Mahmud Bento Ingatkan Pemda Ende soal Rumor Akan Berikan Paket Pekerjaan kepada Anggota DPRD; Ada MoU Kemendagri dan KPK RI

Politisi Demokrat Mahmud Bento Ingatkan Pemda Ende soal Rumor Akan Berikan Paket Pekerjaan kepada Anggota DPRD; Ada MoU Kemendagri dan KPK RI

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ENDE-NTT, suaratimurindonesia.com-– Anggota DPRD Ende dari Fraksi Demokrat, Mahmud Bento Djegha, mengingatkan pemerintah daerah kabupaten Ende untuk tetap konsisten menata birokrasi dan menjalankan roda pemerintahan sesuai program, visi-misi dan kebijakan-kebijakan konstruktif untuk kemajuan daerah.

Peringatan tersebut diutarakan Politisi Demokrat yang akrab disapa Bento itu menanggapi rumor yang beredar di kalangan kontraktor dan pengusaha swasta bahwa ada dugaan pemerintah akan memberikan paket pekerjaan kepada anggota DPRD.

“Jika rumor ini benar terjadi, maka saya dengan tegas menolak! Saya mengingatkan pemerintah untuk tidak boleh memberikan paket pekerjaan kepada anggota DPRD,” tegas Bento dalam keterangan kepada media ini, Rabu (21/10/2026).

Bento lalu menyarankan pemerintah untuk memberikan paket pekerjaan kepada kontraktor maupun pihak swasta yang dianggap layak secara regulasi, bukan kepada anggota DPRD.

“Sekali lagi saya ingatkan, jika romor ini sampai terjadi, maka saya akan berbicara di forum paripurna, serta meminta pihak berwajib (kepolisian, kejaksaan) untuk melakukan investigasi lapangan. Termasuk meminta KPK RI untuk melakukan supervisi terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Ende,” ujarnya.

Bento menyinggung, saat mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) Partai Demokrat, mereka diingatkan oleh pihak kementerian dalam negeri (Kemendagri) yang hadir sebagai salah satu pemateri dalam bimtek tersebut.

“Kami diingatkan untuk lebih hati-hati. Karena Kemendagri sudah meneken Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan KPK RI, guna memantau penyelenggaraan pemerintahan, termasuk pelaksanaan pekerjaan (fisik) di daerah-daerah,” singgungnya.

Bento mengaku, sebagai kader Partai di daerah yang menjalani fungsi legislatif (DPRD) sebagai mitra strategis pemerintah, dirinya tentu mendukung MoU tersebut sebagai wujud komitmen eksekutif (Kemendagri) dengan lembaga penegak hukum (KPK).

“Sebagai anggota DPRD, saya mendukung apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah dalam menata birokrasi demi perubahan dan perbaikan. Jika pemerintah memperbaiki yang salah dan meluruskan yang keliru, kami berikan apresiasi,” ungkapnya.

“Namun, jika apa yang menjadi hak dan kewenangan eksekutif seakan-akan juga menjadi urusan atau kepentingan legislatif, itu tidak elok dan terindikasi konspiratif,” timpalnya.

Menurut Bento, jika pemerintah menempatkan DPRD sebagai mitra untuk memyerap aspirasi dan kebutuhan di setiap daerah pemilihan, maka semestinya ada usulan dan aspirasi masyarakat saat Reses yang harus diakomodir sesuai kondisi fiskal daerah.

“Tentu ada prioritas usulan masyarakat yang selalu kami perjuangkan agar dapat diakomodir sesuai kondisi keuangan daerah. Namun sekali lagi, bukan berarti berapa banyak paket pekerjaan yang harus ditangani,” tegasnya.** GM

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangsa dan Gereja Yang Terluka

    Bangsa dan Gereja Yang Terluka

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Oleh Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman “Siapa yang menembak mati pilot Egon Irawan dan Co-Pilot Baskoro Adi Anggoro pada 11 Februari 2026 di Boven Digul?” Wajah militer Indonesia di Tanah Papua Barat digambarkan dengan jelas dan terang oleh alm. Frans Lieshout, OFM tentang pengalamannya sekitar 62 tahun silam tepatnya pada 1 Mei 1963. “Saya sempat […]

  • YKKMP Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Keamanan di Papua demi Perlindungan Masyarakat Sipil dan Penghormatan Hukum Humaniter Internasional

    YKKMP Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Keamanan di Papua demi Perlindungan Masyarakat Sipil dan Penghormatan Hukum Humaniter Internasional

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    WAMENA, suaratimurindonesia.com– Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menyampaikan keprihatinan yang mendalam sekaligus belasungkawa kepada seluruh keluarga korban atas terus berulangnya kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam konflik bersenjata di Papua. Konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun tidak hanya menimbulkan korban dari kalangan aparat keamanan maupun kelompok bersenjata, tetapi juga menyebabkan penderitaan […]

  • Kementerian HAM Siap Mediasi Jika Tuntutan Rakyat Soal Migas Masela Tidak Dijawab

    Kementerian HAM Siap Mediasi Jika Tuntutan Rakyat Soal Migas Masela Tidak Dijawab

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    JAKARTA |  Rencana aksi dari Masyarakat Maluku Barat Daya di Jakarta yang melakukan aksi demo di SKK Migas, Inpex dan Kementerian ESDM pada hari ini, rabu (14/10) jika kemudian tidak mendapat titik terang dari aksi tersebut, pihak Kementerian HAM bisa membantu mediasi. Demikian hal ini disampaikan Tenaga Ahli Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, […]

  • Perbudakan Modern di Hotel Sasando Kupang, PADMA Indonesia Desak Polda NTT Tangkap dan Proses Hukum Manajement PT Flobamora Bangkit Internasional

    Perbudakan Modern di Hotel Sasando Kupang, PADMA Indonesia Desak Polda NTT Tangkap dan Proses Hukum Manajement PT Flobamora Bangkit Internasional

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA Indonesia) mengecam keras dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok perekrutan tenaga kerja hiburan yang beroperasi di Liqurai Botol Musik New Sasando International Hotel, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan fakta pengaduan masyarakat yang diterima dan hasil telaah mendalam terhadap fakta-fakta lapangan yang dipublikasikan […]

  • KOMPAK Indonesia Desak KPK RI Segera Proses Hukum Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

    KOMPAK Indonesia Desak KPK RI Segera Proses Hukum Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 63
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) masuk kategori pelanggaran HAM Berat. Dalam Asta Cita Satu Presiden Prabowo jelas memperkokoh Pancasila, Demokrasi dan HAM. Presiden Prabowo juga dengan tegas mengatakan akan mengejar para koruptor hingga ke Antartika, ternyata di Antar kita Kabinet Merah Putih berkeliaran ‘tikus-tikus got’ koruptor berjamaah yang sudah sumpah […]

  • PADMA Indonesia Desak Polri Jangan Tutup Jejak TPPO Dalam Kasus Chatrine Rohi

    PADMA Indonesia Desak Polri Jangan Tutup Jejak TPPO Dalam Kasus Chatrine Rohi

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 61
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Lembaga Hukum dan HAM, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia mendesak Polda Nusa Tenggara Timur bersama Bareskrim Polri mengusut tuntas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam kasus Chatrine Septiani Rohi, pekerja migran Indonesia asal Kota Kupang yang meninggal dunia di Malaysia. Dalam rilis kepada media ini, Senin (31/8/2026) PADMA menilai […]

expand_less