Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Gempa Susulan Masih Terjadi, Gubernur NTT Perpanjang Masa Tanggap Darurat Gempa Hingga 12 September 2026

Gempa Susulan Masih Terjadi, Gubernur NTT Perpanjang Masa Tanggap Darurat Gempa Hingga 12 September 2026

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ENDE, suaratimurindonesia.com– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memperpanjang masa tanggap darurat penanganan gempa bumi Flores selama 14 hari, terhitung mulai 29 Agustus hingga 12 September 2026.

Keputusan tersebut diambil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena setelah menggelar rapat koordinasi penanganan tanggap darurat gempa Flores di Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Ende, Kamis (27/8/2026) malam.

Rapat yang digelar secara hybrid tersebut diikuti Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emilia J. Nomleni, jajaran Forkopimda Provinsi NTT, para Bupati di wilayah terdampak gempa Flores, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT, serta jajaran Forkopimda kabupaten.

Gubernur Melki mengatakan, keputusan memperpanjang masa tanggap darurat diambil dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, terutama aktivitas gempa susulan yang hingga kini masih terjadi di sejumlah wilayah.

“Dengan melihat situasi yang ada, untuk itu kita akan perpanjang masa tanggap darurat provinsi. Saya juga lihat semua kabupaten hampir sama, kita perpanjang lagi masa tanggap darurat selama dua minggu. Jadi, mulai tanggal 29 Agustus sampai dengan tanggal 12 September Pemerintah Provinsi NTT akan memperpanjang masa tanggap darurat,” ujar Gubernur Melki.

Gubernur Melki menegaskan, perpanjangan masa tanggap darurat tidak berarti seluruh aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik harus berhenti.

Sebaliknya, berbagai fungsi pelayanan harus mulai diaktifkan kembali dengan menyesuaikan kondisi dan tingkat keamanan di masing-masing wilayah.

Menurutnya, sektor kesehatan telah menjalankan pola pelayanan dan evaluasi harian untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan meskipun sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan.

Gubernur menilai, pola tersebut perlu diterapkan pula pada sektor-sektor lainnya.

“Selama masa tanggap darurat tersebut, kita juga mengaktifkan beberapa kegiatan. Bagian lesehatan saya lihat sudah punya pola tersendiri di bawah asuhan Pak Menkes. Saya pikir pola yang sama juga bisa kita pakai di semua bidang, walaupun masih masa tanggap darurat,” ujarnya.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian Gubernur adalah pendidikan. Ia meminta agar aktivitas pendidikan segera dipersiapkan untuk kembali berjalan mulai pekan depan, dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

“Termasuk sektor pendidikan pun saya kira perlu segera diaktifkan. Jadi, walaupun tanggap darurat, pendidikan pun diaktifkan dengan cara tetap menjaga keselamatan dari peserta didik,” katanya.

Gubernur Melki meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT segera melakukan konsolidasi untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB. Sementara untuk jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP, koordinasi dilakukan oleh dinas pendidikan kabupaten bersama kepala sekolah di wilayah masing-masing.

Persiapan tersebut meliputi pemetaan kondisi sekolah, kebutuhan sarana pendukung, serta penentuan metode pembelajaran yang paling sesuai dengan kondisi setiap daerah.

Ia menegaskan bahwa dalam kondisi tertentu, proses pembelajaran tidak harus dilakukan di gedung sekolah. Sekolah lapangan atau penggunaan ruang belajar sementara dapat menjadi alternatif selama memenuhi aspek keselamatan.

“Jadi, kalaupun rumah sakit lapangan bisa digelar, puskesmas bisa digelar, sekolah lapangan pun masih bisa kita gelar,” imbuhnya.

Menurut Gubernur, teknis pelaksanaan pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Pilihan tersebut dapat berupa penggunaan sekolah masing-masing, penggabungan siswa di lokasi yang aman, maupun pembelajaran berdasarkan domisili atau lokasi terdekat.

Keselamatan Menjadi Prioritas

Gubernur Melki menegaskan bahwa semangat utama dalam masa tanggap darurat adalah memastikan seluruh fungsi pelayanan pemerintah tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Kendati masa tanggap darurat diperpanjang karena aktivitas gempa masih berlangsung, Gubernur meminta agar seluruh fungsi pelayanan pemerintahan harus tetap berjalan secara bertahap dan menyesuaikan tingkat keamanan di lapangan.

Gubernur juga meminta seluruh jajaran pemerintah untuk tidak memaksakan penggunaan fasilitas yang secara struktur dinyatakan tidak aman.

Pemerintah melalui perangkat terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum, terus melakukan pemeriksaan terhadap sekolah, perkantoran, rumah sakit, dan fasilitas publik lainnya.**

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemeriksaan Bupati Kepulauan Aru, Bukti Kejaksaan Tinggi Maluku Tebang Pilih

    Pemeriksaan Bupati Kepulauan Aru, Bukti Kejaksaan Tinggi Maluku Tebang Pilih

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Jakarta, STI.com – Pemeriksaan Bupati Kepulauan Aru, Bukti Kejaksaan Tinggi Maluku Tebang Pilih. Demikian hal itu disampaikan Sakarias Damamain kepada awak media di Jakarta pada senin 6 April 2026. Menurut Sakarias, mereka menilai Kejaksaan tinggi Maluku tebang pilih dalam penegakan hukum, Buktinya bupati kabupaten Maluku Barat Daya yang telah dilaporkan berkali-kali oleh masyarakat bahkan didemo berjilid […]

  • Relawan Merah Putih Sasar Perbatasan Matim-Ngada

    Relawan Merah Putih Sasar Perbatasan Matim-Ngada

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 89
    • 0Komentar

    BORONG, suaratimurindonesia.com– Tim Relawan JHL Merah Putih Kasih menyasar bantuan untuk korban gempa dari Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur hingga perbatasan Aesesa Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyisiran ini untuk memastikan agar para korban gempa bisa tersentuh bantuan dari JHL Fondation. Tim Relawan mendatangi Kabupaten Manggarai Timur dengan menyasar sejumlah desa dan kelurahan; […]

  • Kesonbongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

    Kesonbongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Oleh: Sonni Lokobal Ketua Analisis Papua Strategis (APS) Provinsi Papua Pegunungan Dalam kepemimpinan pemerintahan, kecerdasan intelektual tidak boleh berjalan tanpa kecerdasan sosial. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu memahami data, regulasi, dan konsep pembangunan, tetapi juga wajib memahami perasaan, kebutuhan, pengalaman, serta suara masyarakat yang dipimpinnya. Saya melihat ada gejala yang perlu menjadi perhatian dalam […]

  • Warga Lapas Bisa Dilibatkan Dalam Program Makan Bergizi Gratis

    Warga Lapas Bisa Dilibatkan Dalam Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Cianjur, STI.com – Kementerian HAM Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja di Lapas Cianjur. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memastikan layanan terbaik bagi warga binaan lapas, Salah satu yang dilihat KemenHAM adalah aspek layanan makanan yang harus layak sebagai bentuk pemanuhan hak asasi manusia sebagai warga negara. Kedatangan Tim Kementerian HAM yang dipimpin Martinus Gabriel Goa selaku […]

  • Apresiasi Bupati Spei Konsisten Berpihak Terhadap Keberlanjutan Alam Papua

    Apresiasi Bupati Spei Konsisten Berpihak Terhadap Keberlanjutan Alam Papua

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    JAKARTA – Yayasan Suara Timur Indonesia (STI) salah satu Lembaga yang selama ini konsisten melihat berbagai masalah social di Indonesia Timur ini menilai Langkah Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana untuk memastikan regulasi yang berpihak kepada rakyat khususnya mengikat budaya dan alam Papua di dalam kepentingan Pembangunan dianggap sebagai salah satu terobosan yang patut menjadi […]

  • Ada Kesan Pemerintah Tutup Informasi Soal Banyak Peluang di Migas Masela

    Ada Kesan Pemerintah Tutup Informasi Soal Banyak Peluang di Migas Masela

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    [JAKARTA, SuaraTimurIndonesia.com ] – Polemik peluang kerja bagi putera daerah di Blok Migas Masela terus bergulir. Yayasan Suara Timur Indonesia desak Pemerintah jangan mempolitisir keadaan yang nanti justru merugikan masyarakat. Sekretaris di Yayasan Suara Timur Indonesia (STI), Freni Lutruntuhluy angkat suara terkait beredar rumor tentang peluang kerja bagi putera/i asal Maluku di Migas Masela. Yayasan […]

expand_less