Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Merawat Gerakan Literasi, Meningkat Minat Baca Buku Bagi Generasi Penerus Papua

Merawat Gerakan Literasi, Meningkat Minat Baca Buku Bagi Generasi Penerus Papua

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
  • visibility 201
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh. Angginak Sepi Wanimbo

Landasan kebenaran firman Tuhan sangat jelas bahwa, Segalah tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3 : 16).

Lalu sejarah juga membuktikan bahwa gerakan literasi pendidikan di Tanah Papua bermula pada tahun 1855 seiring masuknya para misionaris Protestan (Zending) di Pulau Mansinam, yang kemudian disusul oleh pendidikan formal/modern terstruktur pada tahun 1925 di Kampung Miei, Teluk Wondama, serta pembukaan pusat pendidikan di Kokonao pada tahun 1928.

Pada Tahun 1855: Penginjil C.W. Ottow dan J.G. Geissler tiba di Pulau Mansinam pada 5 Februari 1855, di mana kegiatan baca-tulis dasar mulai diajarkan bersamaan dengan misi keagamaan.

Tahun 1925: Sekolah guru desa atau pendidikan modern formal pertama bagi anak-anak Papua resmi dibuka oleh Zending di Kampung Miei, Wasior, Teluk Wondama.

Lalu Tahun 1928: Wilayah Kokonao di Mimika berkembang menjadi pusat pendidikan formal penting yang menjangkau anak-anak dari daerah pesisir hingga kawasan pegunungan.

Injil masuk pertama kali di Lembah Baliem, Wamena, pada tanggal 20 April 1954 di daerah Lekenoakma (wilayah Minimo, Distrik Maima), dibawa oleh para perintis dan misionaris dari Gereja Kemah Injil (GKIK/Kingmi). Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah penting peradaban dan masuknya terang kekristenan bagi Suku – Suku di wilayah Lapago Papua Pegunungan.

Misi yang datang Dr. Myron Bromley, Misionaris asing dari The Christian and Missionary Alliance (CMA) yang memimpin dan mendaratkan misi pertama di Minimo.

Dan Pdt. Elisa Gobay: Pendeta asal Paniai (suku Mee) bersama istrinya Ruth Yogi yang turut mendampingi dan ambil bagian dalam pendaratan misi pertama di Minimo Hubulama Wamena.

Para Misionaris tidak hanya datang sampaikan tentang injil kepada orang Lapago tetapi juga mereka ajarkan literasi pendidikan Dasar Menyeluruh: yaitu Para misionaris mengajarkan dasar-dasar pengetahuan umum, kebersihan, kesehatan, pertanian, serta baca-tulis kepada masyarakat setempat.

Waktu berjalan Injil terus tersebar melalui utusan Tuhan ke arah Lanny Jaya, Tolikara, Ndugama, Puncak Jaya Mamberamo Tengah, Yalimo, Yahukimo dan Pegunungan Bintang bersamaan dengan pengajaran tentang pendidikan literasi baca dan tulis pada anak daerah.

Semangat belajar pada saat itu sangat tinggi bagi mereka yang setia menghasilkan atau menghorbitkan bibit – bibit unggul menjadi seorang Gembala, Guru, Suster dan Mantri untuk meneruskan visi mulia kepada orang lain yang belum dapat diselamatkan supaya dapat diselamatkan.

Bagi mereka yang menyebarkan tentang Injil, pendidikan, kesehatan saat itu mereka tidak menggunakan motor, mobil tetapi mereka berjalan kaki naik gunung turung lembah tanpa bekal yang baik demi menjangkau manusia dan menyadarkan, mencerdaskan kebenaran pada mereka yang belum dapat dicerdaskan.

Semangat juang menyalurkan nilai keadilan, kebenaran serta kejujuran saat itu dengan keterbatasan sarana dan prasarana terbatas tetapi antusiasme sangat tinggi untuk meneruskan dan menerima ajaran – ajaran yang disalurkan oleh utusan Tuhan para misionaris lokal bersama misi yang dipakai oleh Tuhan datang dari luar Papua.

Saat ini nilai – nilai yang diwariskan oleh moyang leluhur dan para Misionaris utusan Tuhan sudah terkikis hilang sehingga untuk membangkitkan semangat belajar salah satu cara yaitu dengan gerakan literasi dari kampung ke kota sebaliknya dari kota ke kampung.

Gerakan literasi ini sudah diwariskan oleh misionaris dan moyang leluhur yang sudah ada di alam berbedah jauh disana tetapi rohnya mereka tidak dibawah tetapi rohnya semangat menyebarkan tentang Injil, pendidikan, kesehatan dengan hari ini ada sehingga bersatu hati merawat dengan hati yang baik.

Hari ini penulis melihat generasi muda – mudi Papua budaya baca buku sangat rendah menyebabkan banyak yang menjadi korbang dalam penyakit sosial seperti pesta minuman keras (Miras), Isap Ganja, Isap Lem Aibon dan penyakit lainnya?.

Untuk menyadarkan bagi mereka yang sudah terpengaruh dengan penyakit sosial tentu berbagai elemen kita bersatu tekat lalu mengambil langkah – langkah konkrit yaitu merangkul, mendidik, membina, memotivasi melalui gerakan nyata di perkotaan maupun di perkampungan.

Selain pembinaan mental dan spiritual cara lain adalah membuka kelas – kelas gerakan literasi di setiap denominasi gereja, kabupaten kota, Distrik dan Kampung lalu salurkan buku – buku bacaan untuk meningkat semangat baca dan tulis.

Ada beberapa komunitas literasi yang sudah berjalan se – tanah Papua tentu mereka sangat membutuhkan dukungan sentuhan tangan oleh pemerintah daerah sebagai ayah untuk meningkatkan semangat belajar bagi mereka yang setia.

Gerakan literasi ini salah satu cara yang efektif untuk mencerdaskan bagi anak bangsa oleh sebab itu bagi tokoh, kader, intelektual yang mempunyai pendidikan tinggi teruslah membuka hati, pikiran untuk berbagi ilmu pengetahuan tetapi juga mendukung melalui doa, daya dan dana.

Bersatu kita kuat menyebarkan nilai kebenaran melalui gerakan literasi baca, tulis di honai, komunitas, para – para adat, persekutuan gereja dan komunitas lainnya? Untuk wujudkan pembangunan sumber daya manusia Papua yang mempunyai kualitas ilmu tinggi dan mengedepankan takut pada Tuhan.

“Bagi yang tidak tahu membaca dan menulis muda akan ditipu oleh orang lain, tetapi semua orang tahu membaca dan menulis tidak akan pernah ditipu oleh orang lain”.

Bersatu kita bangkit, kampanyekan pentingnya merawat gerakan literasi, dimana saja kita berada di kantor, kebun, honai, pasar, terminal dan dimana tempat pelayanan sesuai profesi masing – masing yang ada di kota maupun di kampung.

Ujilah segalah sesuatu dan peganglah yang baik. (1 Tesalonika 5 : 21).

TiEyom, 26 Juli 2026

Penulis: Ketua Gerakan Literasi Mencerdaskan Anak Negeri Papua Pegunungan

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gapoktan Tabur Tuai dan Tim Mitra Siap Wujudkan Merauke jadi Lumbung Pangan

    Gapoktan Tabur Tuai dan Tim Mitra Siap Wujudkan Merauke jadi Lumbung Pangan

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    MERAUKE, suaratimurindonesia.com– Segenap petani dari beberapa kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Tabur Tuai” bersama segenap tim mitra, berkomitmen untuk menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan di Provinsi Papua Selatan. Komitmen tersebut dibuktikan dengan kegiatan penanaman selama beberapa hari sejak penanaman perdana pada Rabu (17/6/2026) lalu. Penanaman itu dilakukan oleh anggota team Mitra […]

  • Menembus Bukit dan Jalan Terjal, JHL Foundation Terus Menyisir Pelosok Flores

    Menembus Bukit dan Jalan Terjal, JHL Foundation Terus Menyisir Pelosok Flores

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    MANGGARAI, suaratimurindonesia.com– Hari ketujuh penyaluran bantuan kemanusiaan Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation) di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) diwarnai dengan perjalanan panjang dan medan yang tidak mudah. Dari pagi hingga petang, tim kembali menyusuri desa-desa terdampak gempa, menembus bukit, jalan berbatu, tanjakan curam, hingga lubang-lubang besar demi memastikan bantuan sampai ke masyarakat yang […]

  • Warga Lapas Bisa Dilibatkan Dalam Program Makan Bergizi Gratis

    Warga Lapas Bisa Dilibatkan Dalam Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Cianjur, STI.com – Kementerian HAM Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja di Lapas Cianjur. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memastikan layanan terbaik bagi warga binaan lapas, Salah satu yang dilihat KemenHAM adalah aspek layanan makanan yang harus layak sebagai bentuk pemanuhan hak asasi manusia sebagai warga negara. Kedatangan Tim Kementerian HAM yang dipimpin Martinus Gabriel Goa selaku […]

  • PMKRI Timika Kumpulkan Rp 24 Juta untuk Korban Bencana Flores, Juita: Terima Kasih Warga Mimika

    PMKRI Timika Kumpulkan Rp 24 Juta untuk Korban Bencana Flores, Juita: Terima Kasih Warga Mimika

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    TIMIKA, suaratimurindonesia.com– Pengurus dan Anggota Perhimpunan Mahasiwa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santa Theresia Cabang Timika, Papua Tengah, pada Minggu-Senin (16-17/8/2026) menggelar aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana untuk membantu warga terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi penggalangan dana hari pertama dilakukan di lampu merah Budi Utomo, depan Timika Mall dan area Katedral […]

  • SURAT TERBUKA KEPADA BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

    SURAT TERBUKA KEPADA BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    JAKARTA, suaratimurindonesia.com– Aliansi Masyarakat Madani Nasional Flobamora (Amman Flobamora) menyurati Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait usulan Penguatan Sistem Seleksi Calon Taruna AKPOL yang Objektif, Transparan, Akuntabel, dan Bebas Intervensi. Berikut isi surat Amman Flobamora. Kepada Yth. Presiden Republik Indonesia Dengan hormat, Dalam rangka mendukung kebijakan Bapak Presiden melakukan reformasi Polri, harus dimulai dari hulu, yaitu […]

  • Sakarias Damamain Sebut Pejabat Korupsi 8.5 Milyar Dilindungi VVIP

    Sakarias Damamain Sebut Pejabat Korupsi 8.5 Milyar Dilindungi VVIP

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 625
    • 0Komentar

    Bukan Pejabat Korupsi 1.5 Milyar Dipenjara Tapi Korupsi 8.5 Milyar Dilindungi VVIP. JAKARTA , STI.com– Tokoh Maluku Barat Daya (MBD), Sakarias Damamain mengungkapkan Bupati MBD Benjamin Thomas Noach, sebagai terduga korupsi dana penyertaan modal Pemerintah Kabupaten MBD pada perusahaan Daerah PT. Kalwedo sudah seharusnya diambil Langkah tegas penegak hukum. Pasalnya, kasus ini terbilang lama padahal […]

expand_less