Putera MBD Kritik Bupati Dalam Persiapan Groundbreaking Migas Masela
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
- visibility 43
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tokoh Muda MBD, Freni Lutruntuhluy, S.Pd
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabupaten MBD dinilai Lamban Disaat Persiapan Groundbreaking Migas Masela
Jakarta – Tokoh muda Maluku Barat Daya (MBD), Freni Lutruntuhluy menilai Pemerintah Kabupaten MBD lambat dalam menyikapi berbagai dinamika dan perang opini berkaitan dengan persiapan groundbreaking Migas Masela. Pemda dinilai lebih banyak mengurus WTP dan pancuan kuda daripada mengkonsolidasikan elemen rakyat MBD dalam menjemput proyek strategis tersebut.
“Kita lihat dinamika ini sepertinya tidak direspon baik pemerintah MBD, saya tidak tau bagaimana komunikasi politik kepala daerah dalam konteks MBD dengan Migas Masela ini. Migas masela ini adalah bagian dari perjuangan kita sebelumnya sewaktu masih bersama dalam satu pemerintahan sehingga konsekwensi politiknya harus dipikirkan itu”, ungkap Freni Lutrun, yang juga selaku Sekretaris Yayasan Suara Timur Indonesia kepada redaksi 11 juli 2026 melalui percakapan WhatsApnya.
Menurutnya, momentum Groundbreaking yang nantinya dihadiri Presiden Prabowo Subianto pertengahan juli mendatang tersebut menstinya dilihat sebagai kesempatan membawah harapan dan aspirasi rakyat MBD, bukan sebeliknya memilih diam atau menutup informasi kepada rakyat dalam konteks ini.
Ia menambahkan, informasi yang diperoleh saat ini, koordinasi lintas elemen sedang dilakukan dengan Ketua Panitia acara Groundbreaking dari pihak Pangdam Patimura yang sedang berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta. Sementara itu, logistik dari Bandara Soekarno-Hatta juga dalam proses pengiriman ke lokasi Saumlaki Maluku.
Langkah-langkah ini menurut Freni Lutrun, kepala daerah mestinya melihat bawah ada kesempatan yang terbuka di depan mata demi kehidupan rakyat MBD kedepannya.
“Kita tidak tau apakah negara ini masih melihat MBD bagian dari NKRI atau tidak, tetapi sekedar kami mengingatkan bawah jauh sebelum proyek ini direncanakan, pemerintah pusat juga telah membangun komunikasi dengan Pemerintah Daerah Maluku Barat Daya dan itu disetujui dalam banyak program yang direncanakan dibangun misalkan bandara, asrama mahasiswa, dan Balai Latihan Kerja (BLK) dan lainnya. Program ini telah disepakati dalam konteks persiapan Migas Masela ini. Namun, salah satupun tidak dilakukan pemerintah pusat terhadap MBD. Ini bukti bahwa negara sedang mengabaikan hak-hak rakyat, sementara groundbreakingnya siap dilaksanakan, bagaimana dengan sikap pemerintah MBD”, tanya Freni Lutrun.
Dalam konteks ini, menurut Freni Lutruntuhluy, putera asal Damer-Lakor, Bupati MBD harus bisa bergerak cepat dalam langkah-langkah strategis di Migas Masela ini. (team)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar