Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Ada Kesan Pemerintah Tutup Informasi Soal Banyak Peluang di Migas Masela

Ada Kesan Pemerintah Tutup Informasi Soal Banyak Peluang di Migas Masela

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

[JAKARTA, SuaraTimurIndonesia.com ] – Polemik peluang kerja bagi putera daerah di Blok Migas Masela terus bergulir. Yayasan Suara Timur Indonesia desak Pemerintah jangan mempolitisir keadaan yang nanti justru merugikan masyarakat.

Sekretaris di Yayasan Suara Timur Indonesia (STI), Freni Lutruntuhluy angkat suara terkait beredar rumor tentang peluang kerja bagi putera/i asal Maluku di Migas Masela. Yayasan ini mendesak agar ada perlakuan yang adil terhadap anak-anak Maluku, lebih khusus di dua daerah terdampak yaitu Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.

“Kemarin ada adik-adik kita yang aksi demo di Kantor Gubernur Maluku dan bertemu langsung dengan Gubernur. Kita berharap pemerintah provinsi mengambil jalan tengah agar rakyat tidak dikorbankan dalam kepentingan Migas Masela tersebut, lebih penting jangan tutup informasi yang perlu diakses publik tentang apa saja peluang di Migas itu “, ungkapnya di Hotel Cipta, Menteng Jakarta Pusat pada Kamis (08/10).

Menurutnya, jika sampai sekarang informasi tentang quota tenaga kerja ini belum dipastikan secara baik, maka dirinya menduga kalau antara pemerintah kabupaten dan provinsi belum duduk semeja dan bicara secara tuntas nasib anak-anak Maluku dalam kepentingan Migas tersebut.

Ia menegaskan bahwa Blok Migas Masela adalah hasil yang diambil dari Maluku, dan karena itu negara wajib menghargai perjuangan yang dilakukan mahasiswa dan tenaga kerja asal Maluku. Selain itu, dirinya menegaskan bahwa kepala daerah wajib mengutamakan anak-anak Maluku yang sedang berupaya untuk bekerja.

“Kita minta pemda kabupaten dan provinsi untuk jangan mengelak, bila perlu kepala daerah harus di depan bersama rakyat dalam satu perjuangan, yaitu untuk nasib anak-anak kita bekerja langsung di Proyek Migas Masela ini. Kami minta juga agak mahasiswa harus kritis dan ikut menyuarakan jika kebijakan pemerintah merugikan tenaga kerja asal Maluku “, tegasnya.

Pada konteks lain, pria asal Pulau Damer ini mengatakan, kalau banyak janji-janji yang pernah dibuat pemrintah pusat melalui SKK Migas yang sampai sekarang belum terjawab, misalkan rencana membuka balai latihan kerja, rumah sakit dan asra mahasiswa di MBD pada masa kepemimpinan Bupati Barnabas Orno. Janji ini adalah salah satu bukti kalau kepekaan pemerintah menjawab masalah di depan belum baik, sedangkan muncul lagi rumor tentang peluang kerja.

“Inikan janji-janji yang sudah pernah dibicarakan, bahkan ada dokumennya, bagaimanamungkin bisa dengan muda dilupakan, ini ada dalam dokumen resmi, alih-alih bicara soal quota tenaga kerja”, jelasnya.

Dengan melihat persoalan ini, Freni Lutrun meminta agar melalui DPRD dapat memanggil kepala daerah untuk duduk bersama membicarakan wacana yang sedang berkembang. (Team)

 

 

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Padma Indonesia Desak Presiden Bentuk UU Perlindungan HAM

    Padma Indonesia Desak Presiden Bentuk UU Perlindungan HAM

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Jakarta, 16 Maret 2026 – Padma Indonesia mengutuk keras serangan terencana terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, pada 12 Maret 2026 pasca mengisi acara Podcast di kantor YLBHI. Serangan ini mengakibatkan luka bakar serius pada wajah, mata, dada, dan tangan korban. Ini merupakan bentuk nyata teror dan upaya pembungkaman terhadap Pembela HAM. Direktur Advokasi, Padma […]

  • Gempa Susulan Masih Terjadi, Gubernur NTT Perpanjang Masa Tanggap Darurat Gempa Hingga 12 September 2026

    Gempa Susulan Masih Terjadi, Gubernur NTT Perpanjang Masa Tanggap Darurat Gempa Hingga 12 September 2026

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    ENDE, suaratimurindonesia.com– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memperpanjang masa tanggap darurat penanganan gempa bumi Flores selama 14 hari, terhitung mulai 29 Agustus hingga 12 September 2026. Keputusan tersebut diambil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena setelah menggelar rapat koordinasi penanganan tanggap darurat gempa Flores di Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Ende, Kamis (27/8/2026) malam. Rapat […]

  • Relawan Merah Putih Sasar Perbatasan Matim-Ngada

    Relawan Merah Putih Sasar Perbatasan Matim-Ngada

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    BORONG, suaratimurindonesia.com– Tim Relawan JHL Merah Putih Kasih menyasar bantuan untuk korban gempa dari Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur hingga perbatasan Aesesa Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyisiran ini untuk memastikan agar para korban gempa bisa tersentuh bantuan dari JHL Fondation. Tim Relawan mendatangi Kabupaten Manggarai Timur dengan menyasar sejumlah desa dan kelurahan; […]

  • Solider Nyata Julie Laiskodat: Kucurkan Bantuan Rp 100 Juta Dukung MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

    Solider Nyata Julie Laiskodat: Kucurkan Bantuan Rp 100 Juta Dukung MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    NAGEKEO, suaratimurindonesia.com– Kabupaten Nagekeo menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2026. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut, Anggota DPR RI Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, tak tanggung-tqnggung mengucurkan bantuan senilai Rp 100 juta. Bantuan tersebut diserahkan kepada […]

  • PIAR-JarNas NTT Pertanyakan Bukti BP3MI soal Kematian PMI Chaterine Rohi

    PIAR-JarNas NTT Pertanyakan Bukti BP3MI soal Kematian PMI Chaterine Rohi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 152
    • 0Komentar

    KUPANG, suaratimurindonesia.com– Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat Nusa Tenggara Timur (PIAR-NTT) melayangkan pengaduan resmi terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), pemalsuan dokumen anak di bawah umur, serta misteri kematian Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Kupang, almarhumah Catherine Septiani Rohi. Pengaduan tersebut ditujukan kepada Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Kepala Balai […]

  • Menembus Bukit dan Jalan Terjal, JHL Foundation Terus Menyisir Pelosok Flores

    Menembus Bukit dan Jalan Terjal, JHL Foundation Terus Menyisir Pelosok Flores

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 58
    • 0Komentar

    MANGGARAI, suaratimurindonesia.com– Hari ketujuh penyaluran bantuan kemanusiaan Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation) di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) diwarnai dengan perjalanan panjang dan medan yang tidak mudah. Dari pagi hingga petang, tim kembali menyusuri desa-desa terdampak gempa, menembus bukit, jalan berbatu, tanjakan curam, hingga lubang-lubang besar demi memastikan bantuan sampai ke masyarakat yang […]

expand_less