Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Ingatkan SKK Migas soal Kesepakatan Yang Pernah Dibuat Bersama Pemda MBD

Ingatkan SKK Migas soal Kesepakatan Yang Pernah Dibuat Bersama Pemda MBD

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 539
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, STI.com – Sekretaris Yayasan Suara Timur Indonesia (STI), Freni Lutruntuhluy mengingatkan pemerintah pusat tentang hasil kesepakatan yang pernah dibuat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Pemda Maluku Barat Daya yang pernah dibuat pada kepemimpinan Barnabas N. Orno. Pasalnya, rencana ekspolarasi Migas Masela dengan SKK Migas Sebagai Regulator dan Palaksana pernah menyetujui usulan ini sebagai bentuk kesiapan awal masyarakat menghadapi kegiatan Migas tersebut.

“Pada masa Kepemimpinan Pa Abas Orno termasuk yang memimpin saat ini sebagai wakil pada waktu itu telah mengusulkan Pembangunan BLK, Asrama Mahasisa termasuk Bandara di Pulau Babar kalau tidak salah, namun itu tidak direalisasi. Mestinya Langkah itu sudah dilakukan jauh sebelum Pertemuan dua Bupati KKT dan MBD yang dilakukan Menteri Bahlil untuk membicarakan Migas Masela”, ungkapnya kepada pers di Jakarta pada jumat (20/03/26).

Menurut Freni Lutrun, akibat dari hasil kesepakatan itu tidak ditindaklanjuti, pihaknya pernah melakukan pertemuan bersama beberapa tokoh masyarakat Lokal MBD dengan pihak SKK Migas untuk menyampaikan maksud itu.

“Hal ini kami tanyakan ke SKK Migas pada akhir tahun lalu. Ini dimaksudkan agar pemahaman masyarakat MBD tentang Langkah-langkah kami jangan sampai diberi cap yang negative atau karena dinilai ada muatan kepentingan. Tidak ada sama sekali itu, toh ini juga kepentingan umum sehingga harus tuntas pikiran kita tentang apa yang kami lakukan”, tegasnya.

Ia mencontohkan, kalau saja pemerintah pusat telah membangun BKL pada masa itu, mungkin saja saat ini pemuda/I MBD sudah ada pada tahapan siap untuk ikut bekerja di Migas Masela, tidak lagi mencari jalan melakukan pelatihan dan lainnya.

“Sekarang ini kan banyak yang lagi cari jalan bagaimana mereka bisa ikut bekerja di Migas itu, tetapi mereka yang ingin bekerja itu tidak tau Dimana mereka harus ikut pelatihan. Inikan yang jadi soal, sehingga kita pertanyakan itu.

Sekretaris Yayasan Suara Timur Indonesia: Freni Lutruntuhluy, S.Pd

Ia menambahkan, sebenarnya daerah terdampak seperti KKT dan MBD memiliki banyak prospek yang menjanjikan hanya saja pemda dinilai tidak melakukan tahapan perencanaan yang matang salah satu contoh yang disebutkan adalah tentang kesiapan Perusahaan Daerah dan tenaga kerja local.

Sementara itu, menurutnya SKK Migas menyampaikan perkembangan terbaru adalah terkait proyek gas raksasa Blok Masela yang dioperasikan perusahaan asal Jepang, Inpex Masela Ltd itu telah mengantongi Amdal dan proyek tersebut telah resmi diterbitkan dan diserahkan Kementerian Lingkungan Hidup kepada SKK Migas pada 13 Februari 2026 lalu.

Freni Lutruntuhluy juga mengatakan kalua Menteri keuangan Purbaya telah memberi syarat bahwa pada tahun 2029 kegiatan Migas sudah mulai berjalan, salah satu yang ditekankan adalah bangunan terkait proyek ini sudah harus bisa diselesaikan.

“Kalau seperti itu rencana pemerintah pusat, pertanyaan yang akan muncul di masyarakat local Adalah bagaimana anak-anak mereka bisa terlibat dan mendapatkan asas manfaat dari migas yang berada di daerah mereka. Nah ini tentu saja menjadi domainnya pemerintah daerah untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat. Kalau saja apa yang kami pertanyakan itu sudah dilakukan, maka pertanyaan seperti ini tidak mungkin ada”, tegas Putera Maluku Barat Daya itu.  (team)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relawan Merah Putih Sasar Perbatasan Matim-Ngada

    Relawan Merah Putih Sasar Perbatasan Matim-Ngada

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 91
    • 0Komentar

    BORONG, suaratimurindonesia.com– Tim Relawan JHL Merah Putih Kasih menyasar bantuan untuk korban gempa dari Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur hingga perbatasan Aesesa Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyisiran ini untuk memastikan agar para korban gempa bisa tersentuh bantuan dari JHL Fondation. Tim Relawan mendatangi Kabupaten Manggarai Timur dengan menyasar sejumlah desa dan kelurahan; […]

  • Bantuan Hukum dan Kemuliaan Profesi Advokat

    Bantuan Hukum dan Kemuliaan Profesi Advokat

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Oleh: Romualdo B. Phiros Kotan, SH.,MH* Di mata publik luas, profesi advokat atau pengacara hari ini kerap dipandang dengan kacamata tunggal yang cenderung reduktif. Persepsi umum acapkali mengidentikkan profesi ini dengan gemerlap kehidupan glamor, ruang-ruang sidang berbiaya tinggi, honorarium fantastis, hingga sorotan kamera media. Istilah advokat dalam benak masyarakat awam terlanjur melekat sebagai figur hukum […]

  • Serap Aspirasi Warga saat Reses di Flotim, Ana Waha Kolin: Ini Amanah yang Akan Kami Kawal dan Perjuangkan

    Serap Aspirasi Warga saat Reses di Flotim, Ana Waha Kolin: Ini Amanah yang Akan Kami Kawal dan Perjuangkan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 80
    • 0Komentar

    LARANTUKA, suaratimurindonesia.com– Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi PKB, Ana Waha Kolin kembali menyapa dan menyerap aspirasi warga di Dapilnya saat menggelar Reses di Kabupaten Flores Timur (Flotim). Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi NTT itu mengaku hampir di setiap titik reses yang dikunjungi, ia menerima beragam masukan dan aspirasi yang menjadi kebutuhan […]

  • Negara Harus Hadir! Kementerian HAM Prioritaskan Pemenuhan Hak Pengungsi Papua

    Negara Harus Hadir! Kementerian HAM Prioritaskan Pemenuhan Hak Pengungsi Papua

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 116
    • 0Komentar

    BOGOR, suaratimurindonesia.com– Masalah kemanusiaan akibat konflik di Papua mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dalam Rapat Koordinasi Tim Khusus Papua di Bogor 11-14 Juli 2026. Kementerian HAM menegaskan komitmennya untuk memperkuat strategi perlindungan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh situasi keamanan yang tidak kondusif. Langkah implementatif kini tengah disusun agar penanganan di lapangan dapat berjalan […]

  • Yayasan STI Respon Wacana Penggabungan Wilayah MBD dan Kepulauan Alor Jadi Provinsi Sendiri

    Yayasan STI Respon Wacana Penggabungan Wilayah MBD dan Kepulauan Alor Jadi Provinsi Sendiri

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri JAKARTA – Yayasan Suara Timur Indonesia menanggapi adanya wacana yang saat ini berkembang tentang kemungkinan wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dapat digabungkan dengan Kepulauan Alor untuk dijadikan provinsi sendiri, terlepas dari Maluku dan Nusa Tenggara Timur. “Secara historis wilayah yang saat ini menjadi Kabupaten […]

  • Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Rp 200 Miliar saat Kunjungi Korban Gempa Flores

    Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Rp 200 Miliar saat Kunjungi Korban Gempa Flores

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 82
    • 0Komentar

    NAGEKEO, suaratimurindonesia.com– Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya turun langsung ke wilayah terdampak gempa berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 lalu. Presiden bersama rombongan tiba di Nagekeo, Flores, NTT pada Rabu (26/8/2026) dan langsung menggelar rapat koordinasi bersama para Menteri, jajaran TNI, Polri, Gubernur NTT, serta Bupati Nagekeo, bertempat di posko […]

expand_less