Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Ingatkan SKK Migas soal Kesepakatan Yang Pernah Dibuat Bersama Pemda MBD

Ingatkan SKK Migas soal Kesepakatan Yang Pernah Dibuat Bersama Pemda MBD

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 333
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, STI.com – Sekretaris Yayasan Suara Timur Indonesia (STI), Freni Lutruntuhluy mengingatkan pemerintah pusat tentang hasil kesepakatan yang pernah dibuat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Pemda Maluku Barat Daya yang pernah dibuat pada kepemimpinan Barnabas N. Orno. Pasalnya, rencana ekspolarasi Migas Masela dengan SKK Migas Sebagai Regulator dan Palaksana pernah menyetujui usulan ini sebagai bentuk kesiapan awal masyarakat menghadapi kegiatan Migas tersebut.

“Pada masa Kepemimpinan Pa Abas Orno termasuk yang memimpin saat ini sebagai wakil pada waktu itu telah mengusulkan Pembangunan BLK, Asrama Mahasisa termasuk Bandara di Pulau Babar kalau tidak salah, namun itu tidak direalisasi. Mestinya Langkah itu sudah dilakukan jauh sebelum Pertemuan dua Bupati KKT dan MBD yang dilakukan Menteri Bahlil untuk membicarakan Migas Masela”, ungkapnya kepada pers di Jakarta pada jumat (20/03/26).

Menurut Freni Lutrun, akibat dari hasil kesepakatan itu tidak ditindaklanjuti, pihaknya pernah melakukan pertemuan bersama beberapa tokoh masyarakat Lokal MBD dengan pihak SKK Migas untuk menyampaikan maksud itu.

“Hal ini kami tanyakan ke SKK Migas pada akhir tahun lalu. Ini dimaksudkan agar pemahaman masyarakat MBD tentang Langkah-langkah kami jangan sampai diberi cap yang negative atau karena dinilai ada muatan kepentingan. Tidak ada sama sekali itu, toh ini juga kepentingan umum sehingga harus tuntas pikiran kita tentang apa yang kami lakukan”, tegasnya.

Ia mencontohkan, kalau saja pemerintah pusat telah membangun BKL pada masa itu, mungkin saja saat ini pemuda/I MBD sudah ada pada tahapan siap untuk ikut bekerja di Migas Masela, tidak lagi mencari jalan melakukan pelatihan dan lainnya.

“Sekarang ini kan banyak yang lagi cari jalan bagaimana mereka bisa ikut bekerja di Migas itu, tetapi mereka yang ingin bekerja itu tidak tau Dimana mereka harus ikut pelatihan. Inikan yang jadi soal, sehingga kita pertanyakan itu.

Sekretaris Yayasan Suara Timur Indonesia: Freni Lutruntuhluy, S.Pd

Ia menambahkan, sebenarnya daerah terdampak seperti KKT dan MBD memiliki banyak prospek yang menjanjikan hanya saja pemda dinilai tidak melakukan tahapan perencanaan yang matang salah satu contoh yang disebutkan adalah tentang kesiapan Perusahaan Daerah dan tenaga kerja local.

Sementara itu, menurutnya SKK Migas menyampaikan perkembangan terbaru adalah terkait proyek gas raksasa Blok Masela yang dioperasikan perusahaan asal Jepang, Inpex Masela Ltd itu telah mengantongi Amdal dan proyek tersebut telah resmi diterbitkan dan diserahkan Kementerian Lingkungan Hidup kepada SKK Migas pada 13 Februari 2026 lalu.

Freni Lutruntuhluy juga mengatakan kalua Menteri keuangan Purbaya telah memberi syarat bahwa pada tahun 2029 kegiatan Migas sudah mulai berjalan, salah satu yang ditekankan adalah bangunan terkait proyek ini sudah harus bisa diselesaikan.

“Kalau seperti itu rencana pemerintah pusat, pertanyaan yang akan muncul di masyarakat local Adalah bagaimana anak-anak mereka bisa terlibat dan mendapatkan asas manfaat dari migas yang berada di daerah mereka. Nah ini tentu saja menjadi domainnya pemerintah daerah untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat. Kalau saja apa yang kami pertanyakan itu sudah dilakukan, maka pertanyaan seperti ini tidak mungkin ada”, tegas Putera Maluku Barat Daya itu.  (team)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Sumba Menjadi Pilot Program Nasional Pencegahan TPPO dan TPKS, Kementerian HAM RI Perkuat Sinergi Lintas Sektor

    Dorong Sumba Menjadi Pilot Program Nasional Pencegahan TPPO dan TPKS, Kementerian HAM RI Perkuat Sinergi Lintas Sektor

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 43
    • 0Komentar

    TAMBOLAKA, suaratimurindonesia.com– Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) RI memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, bersama Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dian Sasmita, Direktur Reserse PPA dan PPO Polda […]

  • Menteri HAM Republik Indonesia Natalius Pigai Sebut Perlu Banyak Kader Jadi Duta HAM

    Menteri HAM Republik Indonesia Natalius Pigai Sebut Perlu Banyak Kader Jadi Duta HAM

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    JAKARTA – — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia Natalius Pigai menegaskan, persoalan HAM sangat luas dan kompleks. Sedang di sisi lain, pemahaman masyarakat masih minim sehingga perlu ditingkatkan dari waktu ke waktu. Pigai mengatakan hal tersebut saat menerima audiensi jajaran Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Alumni Margawasiswa Republik Indonesia (Patria) di ruang kerjanya, kawasan Mega […]

  • Masalah Jampidsus Penanganannya Harus Sesuai KUHAP Baru

    Masalah Jampidsus Penanganannya Harus Sesuai KUHAP Baru

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Pither Ponda Barany, S.H., M.H. (Pandangan Hukum) JAKARTA – Menyikapi perkembangan pemberitaan mengenai penggeledahan yang dilakukan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya terhadap sejumlah lokasi, termasuk kediaman yang diduga terkait dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi […]

  • Pentingnya Ruang Dialog Dan Ekosistem Budaya Dalam Implementasi Otonomi Khusus Papua Pegunungan

    Pentingnya Ruang Dialog Dan Ekosistem Budaya Dalam Implementasi Otonomi Khusus Papua Pegunungan

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Oleh: Sonni Lokobal. S.IP.,M.Si [ Ketua Analisis Papua Strategis (APS) Provinsi Papua Pegunungan ] Jangan berbicara atas nama rakyat apabila setiap keputusan hanya lahir dari lingkaran sempit kekuasaan. Itu bukan kepemimpinan, melainkan kepentingan. Realitas yang kita hadapi hari ini di Papua Pegunungan menunjukkan masih minimnya ruang dialog terbuka antara para Bupati di delapan kabupaten dengan […]

  • Kementerian HAM dan KPAI Perkuat Pencegahan TPPO dan TPKS Melalui Edukasi Generasi Muda di Sumba

    Kementerian HAM dan KPAI Perkuat Pencegahan TPPO dan TPKS Melalui Edukasi Generasi Muda di Sumba

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SUMBA, suaratimurindonesia.com– Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) melalui kegiatan edukasi kepada generasi muda dalam Youth Camp se-Sumba. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, Komisioner KPAI, Dian Sasmita, dan Sekretaris […]

  • Sakarias Damamain Sebut Bupati MBD Anak Emas Jaksa Agung

    Sakarias Damamain Sebut Bupati MBD Anak Emas Jaksa Agung

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    JAKARTA- Tokoh Maluku Barat Daya (MBD), Sakarias Damamain menyebut Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach adalah anak emasnya pihak Kejaksaan Agung. Pasalnya, kasus-kasus yang dilaporkan masyarakat terkait dugaan Korupsi belum juga ditindaklanjuti Kejagung. “Satu – satunya Bupati di Indonesia yang tidak bisa tersentuh hukum walaupun kejaksaan Tinggi didemo berkali-kali soal kasus korupsi dana penyertaan modal pemerintah […]

expand_less